BC TERKINI

[Redaksi] Kunjungan Mahasiswa ke Bea Cukai Ngurah Rai

[Redaksi] Kunjungan Mahasiswa ke Bea Cukai Ngurah Rai

0 komentar 101 dilihat

Pada tanggal 12,13 dan 15 Februari 2018 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai menyambut para mahasiswa dari dua universitas di Indonesia yang melakukan kunjungan ke kantor tersebut. Para mahasiswa Telkom University Bandung berkunjung pada tanggal 12&13 Februari, sedangkan tanggal 15 Februari 2018 giliran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berkunjung. Kunjungan disambut oleh Teddy Triatmojo Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengenalan tugas dan fungsi DJBC, prosedur ekspor/impor secara umum, peraturan mengenai barang bawaan penumpang serta barang kiriman, dan modus-modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai serta cara untuk menyiasatinya. Para mahasiwa berpartisipasi secara aktif dalam mengajukan pertanyaan seputar materi pada sesi tanya jawab dengan beragam pertanyaan seputar pengalaman pribadi peserta dengan Bea Cukai hingga konsep ekonomi makro dan kebijakan fiskal. Pada akhir materi, para mahasiswa diberikan beberapa soal dalam bentuk kuis secara online yang digunakan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta selepas pemaparan yang telah diberikan. Acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan hadiah kepada para pemenang kuis. Diharapkan dengan penerimaan kunjungan mahasiswa seperti ini, para mahasiswa dapat menjadi agen informasi Bea Cukai dalam mensosialisasikan tugas dan fungsi yang membuat pelaksanaan tugas menjadi semakin baik.

Konferensi Pers Pengungkapan 1,037 Ton Shabu Jaringan Internasional

Konferensi Pers Pengungkapan 1,037 Ton Shabu Jaringan Internasional

0 komentar 49 dilihat

Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar aparat penegak hukum dapat meningkatkan komitmen untuk menindak tegas para pengedar narkotika di wilayah Indonesia, Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI Angkatan Laut (AL) bersinergi mengamankan 1 ton 37,5 kilogram sabu (metamphetamine) di Kapal MV Sunrise Glory yang berbendera Singapura.

Dalam Konferensi Pers yang diselenggaran di Kantor Pusat BNN 20 Februari 2018, dijelaskan tentang kronologi singkat penindakan yang telah dilakukan. Kapal MV Sunrise Glory diamankan KRI Sigurot 864 pada tanggal 07 Februari 2018 di perairan Selat Phillip. Melalui pemeriksaan awal, diketahui kapal tersebut ternyata dahulu bernama Shun De Man 66 yang diduga melakukan aktivitas penyelundupan narkotika. Pangkalan TNI AL Batam pun melakukan koordinasi dengan BNN dan Bea Cukai untuk dukungan informasi dan peralatan.

Bea Cukai Batam memberikan dukungan peralatan berupa trace detector dan anjing pelacak dari unit K-9 Bea Cukai Batam untuk memeriksa kapal tersebut, karena pencarian narkotika pada awalnya sempat tidak membuahkan hasil. Setelah unit K-9 didatangkan, petugas gabungan dapat menemukan sabu dengan berat total 1 ton 37,5 kilogram, yang ternyata disimpan di tumpukan beras dalam palka tempat penyimpanan bahan makanan dan minuman yang sulit dijangkau.

Dengan adanya kasus penyelundupan narkotika ini, dihimbau kepada masyarakat untuk selalu dapat membentengi diri dan mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika, salah satunya dengan melaporkan tindakan mencurigakan kepada aparat penegak hukum.

ASEAN Dorong Perluasan Penerapan E-Form D

ASEAN Dorong Perluasan Penerapan E-Form D

0 komentar 42 dilihat

Surabaya, 20 Februari 2018 – Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Pertemuan The Working Group on Technical Matters for The ASEAN Single Window (TWG-ASW) ke-42. Acara ini digelar di JW Marriott Hotel, Surabaya pada 20-23 Februari 2018. Pertemuan TWG-ASW ke-42 ini diikuti oleh delegasi dari negara-negara anggota ASEAN. Hadir pula ASEAN Secretariat (ASEC), The US-ASEAN Connectivity through Trade and Investment (US-ACTI), dan sejumlah Kementerian atau Lembaga terkait sistem INSW.

“Menjadi kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan pertemuan TWG ini, terutama lantaran ini menjadi pertemuan pertama sejak ASEAN secara resmi menyatakan penerapan certificate of origin (CoO) form D secara elektronik (e-form D) dalam kerangka ASEAN Single Window, mulai Januari 2018 lalu,” ujar Kepala Pengelola Portal Indonesia National Single Window (PP INSW), Djadmiko, yang membuka acara tersebut (20/2). Sebagai catatan, penerapan e-form D mulai Januari 2018 tersebut, merupakan buah dari kesepakatan para menteri negara anggota ASEAN pada kesempatan ASEAN Economic Ministers Meeting ke-49 di Manila, 7 September 2017.

Penerapan e-Form D merupakan kemajuan besar bagi peningkatan fasilitasi perdagangan dan kelancaran kelancaran arus barang di kawasan ASEAN. Selain itu, penerapan e-Form D juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan dalam proses impor/ekspor. Sebelum penerapan e-Form D, importir wajib menyerahkan dokumen hard copy CoO Form D untuk dapat menikmati fasilitas preferensi bea masuk dalam kerangka ASEAN Free Trade Agreement. Dengan penerapan e-Form D, tidak lagi diperlukan penyerahan hard copy. 

“Secara teknis, penerapan e-Form D merupakan hasil dari negosiasi yang sangat panjang. Diperlukan negosiasi lebih dari satu dekade sampai akhirnya dicapai kesepakatan untuk mulai menerapkan e-Form D pada Januari 2018,” lanjut Kepala PP INSW. Menurutnya, diperlukan kepemimpinan yang tangguh dan komitmen kuat dari semua pemangku kebijakan National Single Window setiap negara, terutama dalam mengoordinasikan isu tersebut ke semua stake holders di negaranya masing-masing.  

Saat ini, e-form D baru diterapkan di beberapa negara yang telah bergabung dengan ASW, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Selanjutnya pertemuan TWG ASW membahas perluasan penerapan e-Form D, mulai dari negara yang akan bergabung, maupun fitur-fitur ASW yang terkait dengan penerapan e-Form D.  

“Perkembangan terbaru dari ASW Live operation telah meningkatkan keyakinan negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk bergabung dalam ASW,” kata Chair TWG ASW Dr. Ramlah Mukhtar. Hal ini juga membuka banyak kesempatan bagi ASEAN untuk meningkatkan perdagangan di kawasan ASEAN yang paperless, sebagai proses modernisasi kepabeanan yang berkelanjutan. 

Di sisi lain, negara-negara anggota ASEAN terus mengupayakan agar dokumen-dokumen lainnya seperti ASEAN Customs Declaration Document (ACDD) and electronic Sanitary and Phytosanitary Certificate (e-SPS), untuk dapat dipertukarkan dalam kerangka ASW. “Pertukaran dokumen tersebut secara elektronik melalui ASW, diharapkan mulai berjalan tahun ini. Saat ini pertukaran dokumen tersebut masih dalam tahap pengujian,” tambah Dr.Ramlah.

Perbaikan Peringkat EODB & Percepatan Dwelling Time

Perbaikan Peringkat EODB & Percepatan Dwelling Time

0 komentar 82 dilihat

Indeks Kemudahan Berbisnis ( Ease of Doing Business Index) adalah sebuah indeks yang dibuat oleh bank dunia, untuk menentukan peringkat dalam kemudahan berbisnis. Negara dengan Peringkat yang tinggi menunjukkan peraturan untuk berbisnis yang lebih baik (biasanya lebih sederhana), dan kuatnya perlindungan atas hak milik. Penelitian empiris yang didanai oleh Bank Dunia untuk membuktikan manfaat dari dibuatnya indeks ini, menunjukkan bahwa efek dari perbaikan berbagai peraturan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat besar.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Dunia tentang kemudahan berusaha di Indonesia, peringkat kemudahan berusaha Indonesia (EODB 2018) naik 19 peringkat menjadi posisi 72 dari 190 negara yang disurvei. Hal ini sesuai dengan amanat presiden Jokowidodo yang menginginkan Indonesia menempati peringkat 40.
Selasa 20 februari 2018, bertempat di Aula Sabang Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, mengumpulkan segenap Kepala Kantor, Kepala Kantor Wilayah serta Jajaran Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dalam rapat Tim Perbaikan Peringkat EODB dan percepatan Dwelling Time. 
Heru Pambudi mengatakan, pada saat Presiden Joko Widodo mengamanatkan kepada seluruh jajaran pemerintah agar EODB indonesia bisa naik ke peringkat 40 hal itu merupakan hal yang sulit, akan tetapi pada saat ini menjadi hal yang bisa kita lakukan.
Salah satu kunci untuk peningkatan peringkat pada 2018 sebesar 19 peringkat Adalah penerapan Single Billing System yang memudahkan transaksi trading across border (perdagangan Internasional) , yang dikontribusikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hal ini membuat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai harus optimis untuk dapat lebih berkontribusi dalam meningkatkan peringkat EODB. 
Heru Pambudi menjelaskan bahwa jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan membentuk sebuah tim untuk fokus ke dalam penurunan angka dwelling time dan peningkatan peringkat EODB. Tim ini akan berkoordinasi dan bersinergi dengan Kementerian Lembaga lain 
"Mudah mudahan Bea dan Cukai dapat berkontribusi dalam peningkatan peringkat EODB, Baik dalam prihal kepabeanan atau cukai."  Harap beliau.

Amanat Direktur Cukai pada Apel Bulan Februari 2018

Amanat Direktur Cukai pada Apel Bulan Februari 2018

0 komentar 81 dilihat

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Marisi Zainuddin Sihotang menjadi pembina apel pada apel yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bea dan Cukai, 20 Februari 2018.

Apel yang dihadiri oleh seluruh pegawai Kantor Pusat Bea dan Cukai berjalan dengan baik. Pada kesempatan itu Marisi Zainuddin Sihotang menyampaikan mengenai betapa pentingnya pengawasan yang terintegrasi dan sistemik untuk memerangi praktik illegal barang kena cukai atau BKC  pada saat ini. Pengawasan fisik terhadap BKC bukan hanya menjadi tanggung jawab kantor-kantor di daerah yang mengawasi produksi BKC, melainkan juga menjadi tanggung jawab dan kesadaran di daerah pemasaran dalam hal ini seluruh pegawai bea dan cukai. Apabila pengawasan dan pelayanan dapat dilaksanakan dengan padu, maka diyakinkan dapat mampu menekan praktik peredarannya barang illegal yang dapat merugikan negara.

Pemusnahan Terbesar Barang-Barang Hasil Penindakan

Pemusnahan Terbesar Barang-Barang Hasil Penindakan

0 komentar 220 dilihat

Pemerintah berhasil membuktikan kerja nyata dan sinergis dalam melindungi masyarakat dan industri dalam negeri, serta pengamanan penerimaan negara melalui berbagai hasil penindakan terhadap pelanggaran kepabeanan dan cukai melalui program penertiban impor beresiko tinggi atau PIBT dan penertiban cukai beresiko tinggi (PCBT).Pemusnahan Terbesar Barang Tangkapan Sepanjang Sejarah Hasil Sinergi Bea Cukai Dengan Aparat Penegak Hukum Dan Kementerian/Lembaga lainnya terhadap barang-barang illegal yang merugikan negara lebih dari 45 miliar rupiah.Sebanyak 142.519 botol minuman keras, 12.919.499 batang rokok, 1.008.624 keping pita cukai, 720 liter etil alkohol, dan 11.974 kemasan obat-obatan, kosmetik, dan suplemen ilegal dimusnahkan pada hari Kamis, 15 Februari 2018 di Kantor Pusat Bea Cukai. Tidak hanya itu, Menteri Kuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani juga melakukan pemusnahan terhadap ponsel illegal dan miras illegal. Penindakan terhadap barang illegal tersebut diawali dari informasi masyarakat dan hasil analisis intelijen yang mengindikasikan adanya penyelundupan.Sri Mulyani juga menghimbau partisipasi aktif dari masyrakat untuk melindungi negeri ini demi terciptanya perekonomian Indonesia yang bersih adil dan transparan.

Kunjungan Mahasiswa Universitas Islam Balitar

Kunjungan Mahasiswa Universitas Islam Balitar

0 komentar 40 dilihat

Kunjungan dari Universitas Islam Balitar ke Kantor Pusat Bea dan Cukai diselenggarakan di Ruang Entikong pada tanggal 14 Februari 2018.Kunjungan yang diikuti sebanyak 65 mahasiswa tersebut dibuka dengan sambutan sekaligus pengenalan tugas dan fungsi bea cukai oleh Kasubdit Penyuluhan dan Layanan Informasi, Max Rori. Dilanjutkan dengan materi mengenai public relation oleh kasubdit komunikasi dan publikasi, deni surjantoro. Diharapkan kunjungan ini dapat mengedukasi para mahasiswa yang berkunjung ke bea cukai terkait ilmu komunikasi yang dipelajari.

Audiensi Bea Cukai dengan Asosiasi Vape Indonesia

Audiensi Bea Cukai dengan Asosiasi Vape Indonesia

1 komentar 2379 dilihat

Audiensi Asosiasi Vape Indonesia dengan Bea Cukai diselenggarakan di ruang rapat cukai kantor pusat bea cukai pada tanggal 14 Februari 2018. Dalam kesempatan tersebut Asosiasi Vape Indonesia dan Bea Cukai membahas tentang rencana Barang Kena Cukai baru yaitu liquid vape. Acara tersebut juga dhadiri dr Amelya selaku dokter gigi dari yayasan pemerhati kesehatan publik menjelaskan hasil penelitian tentang kandungan dan efek dari penggunaan vape.Diharapkan acara audiensi ini dapat membangun komunikasi antara stakeholder dengan bea cukai untuk dapat memberikan keputusan dengan baik dan bijak. 

[Redaksi] Deklarasi Bersama Membangkitkan Ekspor Menuju Maluku Jaya

[Redaksi] Deklarasi Bersama Membangkitkan Ekspor Menuju Maluku Jaya

0 komentar 59 dilihat

Bea Cukai Maluku Inisiasi Deklarasi Bersama, Komitmen Membangkitkan Ekspor Menuju Maluku JayaSenin 12 Februari 2018 bertempat di kantor gubernur Maluku telah dilaksanakan penandatanganan deklrasi bersama "Membangkitkan Espor Menjuju Maluku Jaya"
Salah satu faktor peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah Maluku adalah peningkatan ekspor, selain investasi. Sumber daya laut dan hasil perikanan merupakan komoditi ekspor yang menjadi andalan wilayah Maluku.Dalam menjalankan peran dan fungsi Bea Cukai sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance, Bea Cukai Maluku, yang dipimpin oleh Finari Manan selaku Kakanwil dan KPPBC Ambon bersama dengan Pemprov Maluku serta instansi terkait di wilayah Maluku melaksanakan komitmen bersama untuk mendukung kebangkitan ekspor langsung dari wilayah Maluku. Pelaksanaan DEKLARASI BERSAMA disaksikan dan ditandatangani oleh Gubernur Maluku dan Kakanwil Bea Cukai Maluku beserta Kepala KPPBC TMP C Ambon, GM Pelindo IV Cabang Ambon, GM Angkasapura I Bandar Udara Pattimura Ambon, Komandan Lanud Pattimura Ambon, Kepala Balai Karantina Ikan Ambon, Kepala Kantor Stasiun Karantina Pertanian Ambon, Kadisperindag Maluku, Kadis Kelautan dan Perikanan Maluku, Kadis Perhubungan Maluku, dan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara.Sinergi dan koordinasi tanpa sekat menghasilkan deklarasi bersama untuk menghilangkan hambatan-hambatan dalam pelayanan yang berhubungan dengan kegiatan ekspor yang dilakukan oleh pelaku usaha atau eksportir yang ada di wilayah Maluku.Deklarasi bersama sebagai wujud komitmen untuk membangkitkan ekspor, melalui memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dalam pengurusan dokumen serta perijinan, layanan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, bebas pungli, dan terakhir adalah memberikan prioritas dalam pelayanan dan fasilitas.Dengan adanya DEKLARASI BERSAMA akan membangkitkan ekspor bukan hanya sektor laut dan hasil perikanan tetapi sektor lainnya seperti perkebunan dari wilayah Maluku, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menuju Maluku Jaya.