BC TERKINI

Press Konferensi Pengungkapan Jaringan Sindikat Peredaran Gelap Narkotika

Press Konferensi Pengungkapan Jaringan Sindikat Peredaran Gelap Narkotika

0 komentar 5 dilihat

SELUNDUPKAN 30 KILOGRAM SABU LEWAT PERAIRAN ACEH, EMPAT AWAK KAPAL DITANGKAP PETUGAS BEA CUKAI DAN BARESKRIM POLRI


Jakarta (16/10/2017) – Wilayah Aceh merupakan salah satu daerah rawan yang kerap digunakan para oknum untuk menyelundupkan barang-barang larangan dan pembatasan ke wilayah Indonesia, salah satunya narkotika. Tingkat kerawanan yang cukup tinggi, mengingat lokasinya yang berada di salah Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur perdagangan paling strategis, membuat pengawasan para penegak hukum di wilayah tersebut terus dilakukan.

Seiring dengan peningkatan pengawasan yang terus dilakukan, sinergi antar penegak hukum juga terus dikedepankan untuk menciptakan pengawasan yang efektif di wilayah Aceh. Kali ini Bea Cukai dan Direktorat IV Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia berhasil melakukan penindakan terhadap Kapal Motor Dua Saudara yang membawa narkotika jenis methamphetamine sejumlah 30 paket dengan berat 30 Kilogram yang disembunyikan dalam 2 buah tas dan 1 bungkus plastik di wilayah Perairan Aceh.

Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo mengungkapkan bahwa penindakan diawali saat Subdirektorat Narkotika Bea Cukai mendapatkan informasi dari Direktorat IV Bareskrim Polri terkait adanya penyelundupan narkotika di wilayah Aceh. “Bareskrim Polri menginformasikan bahwa akan ada pengiriman narkotika dengan menggunakan kapal nelayan tujuan Idirayeuk, Aceh. Berdasarkan informasi tersebut, Subdirektorat Narkotika berkoordinasi dengan Direktorat IV Bareskrim Polri, Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau dan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk melakukan operasi bersama di Perairan Aceh,” ungkap Nugroho.

Pada hari Kamis (12/10) sekitar pukul 00.22 WIB petugas menemukan sebuah kapal kayu yang disinyalir merupakan target operasi berdasarkan informasi awal. Petugas kemudian berupaya untuk menghentikan kapal tersebut di sekitar perairan Peureulak, Aceh. “Kapal BC 30001 berhasil melakukan pengejaran terhadap kapal KM Dua Saudara. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh bagian kapal. Hasilnya ditemukan 2 buah tas dan 1 bungkus plastik di bagian palka kapal yang berisi kristal putih. Petugas kemudian melakukan tes dengan alat identifikasi nar kotika, dan hasilnya menunjukkan bahwa kristal putih tersebut merupakan sabu seberat kurang lebih 30 Kilogram,” ujar Nugroho.

Selanjutnya barang bukti dan keempat tersangka yang merupakan awak kapal berinisial B, S, E, dan MS telah diserahterimakan kepada Direktorat IV Bareskrim Polri untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Penggagalan penyelundupan ini menambah daftar panjang penindakan narkotika, khususnya oleh Bea Cukai. Sepanjang tahun 2016, Bea Cukai telah berhasil melakukan penindakan terhadap 288 kasus dengan total berat barang bukti mencapai 2,49 Ton. Sementara hingga 16 Oktober 2017, Bea Cukai telah berhasil melakukan penindakan terhadap 207 kasus dengan total berat barang bukti mencapai 1,71 Ton. Dari 207 kasus yang berhasil diungkap, 80 di antaranya berasal dari Malaysia dan sabu masih mendominasi jenis narkotika yang kerap diselundupkan ke wilayah Indonesia.

Nugroho menambahkan bahwa penindakan ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia. Dirinya juga berharap dari penindakan yang dilakukan ini dapat menjadi motor penggerak kewaspadaan semua pihak dapat membendung peredaran narkoba.

Indonesia Transport, Logistics, & Maritime Week 2017

Indonesia Transport, Logistics, & Maritime Week 2017

0 komentar 3 dilihat

Jakarta (11/10/2017) – 
Dalam rangka mendukung kemajuan infrastruktur, transportasi, dan logistik untuk mendorong tranformasi Indonesia dari negara pengguna menjadi negara penghasil, dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Reed Panorama Exhibitions, dan 8 Kementerian Republik Indonesia lainnya, serta asosiasi terkait, menyelenggarakan pameran dan konferensi untuk industri transportasi, logistik, dan maritim di Indonesia, yang bertajuk Indonesia Transport, Logistics, and Maritime Week (ITLMW) 2017

Acara yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 12 Oktober 2017 di JIEXPO Kemayoran ini, secara resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Selasa (10/10). Melalui forum ini para pelaku usaha dapat berdiskusi, berbagi pengetahuan mengenai isu-isu di industri, dan juga penerapan dan pengembangan industri dan profesi di bidang transportasi, logistik, serta maritim, baik di Indonesia maupun kancah internasional

Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai, Robi Toni mengungkapkan bahwa Bea Cukai tidak hanya bertugas melakukan pengawasan terhadap barang impor dan ekspor, namun ada fungsi lain yaitu industrial assistance dan trade facilitator yang sebenarnya telah banyak berperan dalam mendukung kemajuan industri dalam negeri di Indonesia, namun belum banyak diketahui masyarakat. Untuk itu, event ini digunakan sebagai wadah untuk memperluas penyebaran informasi dan transfer of knowledge, secara umum tentang peran Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistant bagi industri nasional, serta secara khusus tentang fasilitas-fasilitas yang dimiliki Bea Cukai, seperti Gudang Berikat, Pusat Logistik Berikat, Authorized Economic Operator, Mitra Utama, dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM)

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan sertifikat AEO (Authorized Economic Operator) oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi kepada para perusahaan yang telah memenuhi standar AEO.

Lokakarya Komunikasi

Lokakarya Komunikasi

0 komentar 66 dilihat

Lokakarya Komunikasi

X-ray Training with Australian Border Force

X-ray Training with Australian Border Force

0 komentar 19 dilihat

X-ray Training with Australian Border Force

Peringatan HUT Direktorat Jenderal Bea & Cukai ke-71

Peringatan HUT Direktorat Jenderal Bea & Cukai ke-71

0 komentar 28 dilihat

Jakarta (03/10) – Hari ini secara serentak Bea Cukai di seluruh Indonesia memperingati hari lahir ke-71. Mengusung tema “Kerja Giat, Untuk Kesejahteraan Rakyat”, hal ini sejalan dengan semangat reformasi yang tengah dicanangkan Bea Cukai. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan serta mempertahankan kepercayaan masyarakat kepada Bea Cukai. Dalam upacara di Kantor Pusat Bea Cukai dan langsung dipimpin oleh Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, disampaikan bahwa sejarah panjang berdirinya Bea Cukai telah berlangsung sejak masa kemerdekaan di tahun 1946. “Semangat perjuangan untuk terus berubah menjadi lebih baik harus terus dipertahankan,” ungkap Heru. Heru mengungkapkan bahwa berbagai program dalam mendukung program reformasi juga telah diluncurkan, “seperti program Penertiban Impor Berisiko Tinggi yang telah digagas Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai pada 12 Juli 2017. Ini merupakan langkah bersama dan bukti nyata kerja giat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Heru. “Peran Bea Cukai dari hari ke hari semakin penting dalam mengoptimalkan penerimaan negara. Kontribusi penerimaan perpajakan dalam APBN mencapai 82,6% di mana Bea Cukai menyumbang 27?ri total penerimaan perpajakan. Dengan mengusung tema kali ini mari kita pertahankan dedikasi dan loyalitas kepada negeri ini. mari kita bulatkan tekad untuk terus berbakti pada nusa dan bangsa, dengan bekerja dengan giat dan sepenuh hati, serta segenap daya dan upaya untuk dapat menciptakan kesejahteraan rakyat,” tutup Heru.

Coffee Morning Bersama Industri MMEA

Coffee Morning Bersama Industri MMEA

0 komentar 40 dilihat

Selasa, 19 September 2017 diadakan coffee morning bersama industri MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol) di Auditorium Sabang, Kantor Pusat DJBC. Acara kali ini kali ini dihadiri oleh Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Marisi Zainudin Sihotang, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, serta Asosiasi Pengusaha Minuman Mengandung Etil Alkohol Indonesia. Acara ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah dengan gabungan industri minuman di Indonesia . Dalam kesempatan kali ini Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan kaum industri agar mengikuti regulasi yang di tetapkan pemerintah terkait peredaran minuman beralkohol sehingga industri yang dijalankan bersifat legal. Mengingat selama ini peredaran minuman beralkohol ilegal semakin marak di masyarakat. Heru Pambudi juga berharap negara Indonesia menjadi negara yang besar yang memiliki industri-industri legal yang disupport pemerintah melalui kebijakan yang mudah dan murah. Diakhir acara  dilakukan juga sesi tanya jawab terkait kebijakan pemerintah terhadap peredaran minuman beralkohol di Indonesia.

Peluncuran Kartu Tanda Pengenal Pegawai Multifungsi Hasil Sinergi Bea Cukai dan BRI

Peluncuran Kartu Tanda Pengenal Pegawai Multifungsi Hasil Sinergi Bea Cukai dan BRI

0 komentar 46 dilihat

Jakarta (22/09) - Jumat pagi bertempat di Gelanggang Olah Raga Bea Cukai, Rawamangun diadakan senam bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka penutupan Hari Olahraha Nasional (Haornas) Porseni DJBC serta peluncuran kartu tanda pengenal pegawai multifungsi hasil sinergi antara DJBC dan BRI.

Acara diawali dengan senam bersama yg dihadiri oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi bersama segenap pegawai dan pejabat di lingkungan Kantor Pusat DJBC, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto, Direktur Jenderal Anggaran, Askolani serta Wakil Direktur Utama BRI Sunarso.

Selanjutnya, diumumkan para pemenang Porseni di lingkungan Kantor Pusat DJBC sebagai wujud apresiasi atas antusias dan usaha segenap peserta yang berpartisipasi dengan memberikan piala yang diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto, Direktur Jenderal Anggaran, Askolani,  dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi.

Acara dilanjutkan dengan peluncuran kartu tanda pengenal pegawai  multifungsi DJBC oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi bersama  Wakil Direktur Utama BRI, Sunarso. Kartu tanda pengenal pegawai multifungsi bermanfaat tidak hanya sekedar sebagai kartu tanda pengenal pegawai melainkan juga sebagai kartu uang elektronik BRI-brizzi. Sehingga memudahkan transaksi non tunai bagi para pegawai khususnya di lingkungan DJBC cukup dengan kartu tanda identitas pegawai. Yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran Tol, Transjakarta, dan Commuter Line. Tidak hanya itu, nantinya kartu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran non tunai dengan mendapatkan potongan harga di beberapa merchant yang bekerja sama dengan bank BRI

Acara diakhiri dengan pertandingan sepak bola persahabatan antara tim kementerian keuangan melawan tim Bank Rakyat Indonesia.

Konferensi Pers Pengungkapan Penyelundupan MMEA

Konferensi Pers Pengungkapan Penyelundupan MMEA

0 komentar 38 dilihat

Jakarta (18/09/2017)- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah mengamanatkan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk dapat mengamankan penerimaan negara dan mencegah upaya penyelundupan. Upaya tersebut dapat diraih dengan peningkatan sinergi antar instansi pemerintah untuk dapat meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Salah satu bentuk sinergi antar Kementerian dan Lembaga, serta Aparat Penegak Hukum yang tengah digalakkan adalah program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT). Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai telah menginisiasi program tersebut dengan menggandeng pimpinan tinggi Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Jaksa Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Kantor Staf Presiden sebagai langkah nyata pemberantasan praktik perdagangan ilegal, upaya penghindaran fiskal, dan penghindaran pemenuhan perizinan larangan dan pembatasan.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengungkapkan bahwa kali ini sinergi yang telah dibangun oleh DJBC bersama dengan POLRI telah berhasil menggagalkan importasi miras ilegal yang masuk melalui Tanjung Pinang sebanyak lima kontainer. “Dari kelima kontainer tersebut, dua di antaranya ditegah di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang oleh Bea Cukai Tanjung Pinang pada 26 Agustus 2017. Sementara tiga kontainer lainnya ditegah di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, bersama dengan Polda Metro Jaya pada 27 Agustus 2017,” ungkap Heru.

Modus para pelaku dalam kasus ini adalah dengan melakukan pengangkutan miras ilegal antar pulau dan memberitahukan secara tidak benar dalam dokumen pengangkutan atas barang tersebut. Para pelaku mengelabui petugas dengan menyatakan bahwa barang yang diangkut adalah plastik yang kemudian ditutupi sampah. Informasi awal diperoleh petugas Bea Cukai Tanjung Pinang terkait pengangkutan miras ilegal pada KM. Meratus Sibolga melalui Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Bintan dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Pada 26 Agustus 2017, petugas Bea Cukai Tanjung Pinang melakukan penegahan dan membuka dua kontainer yang berdasarkan dokumen manifestnya dicurigai mengangkut miras ilegal. Dari penegahan yang dilakukan terhadap kedua kontainer tersebut petugas menemukan miras ilegal dan selanjutnya petugas menarik kedua kontainer tersebut ke Bea Cukai Tanjung Pinang untuk dilakukan pencacahan.

Tidak berhenti di situ, petugas Bea Cukai Tanjung Pinang memberikan informasi kepada Direktorat Penindakan dan Penyidikan terkait adanya enam kontainer yang diduga mengangkut miras ilegal dari Pelabuhan Kijang, Tanjung Pinang tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan Bea Cukai, Polda Metro Jaya, dan Polres KP3 Tanjung Priok meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada 27 Agustus 2017, tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap enam kontainer yang dicurigai petugas. Dari hasil pemindaian menggunakan HiCo Scan, tiga kontainer diduga kuat mengangkut miras ilegal. Petugas kemudian membuka ketiga kontainer tersebut dan menemukan miras ilegal di balik sampah berupa karung-karung berisi plastik bekas.

Heru menambahkan bahwa pada 11 September 2017 kedua kontainer yang ditegah di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Tanjung Pinang telah dibawa ke Jakarta dan telah diamankan di Kantor Pusat Bea Cukai bersama ketiga kontainer yang ditegah di Pelabuhan Tanjung Priok. “Dari penindakan ini, sebanyak 53.927 botol miras ilegal yang nilainya mencapai Rp26,3 miliar telah diamankan. Dari penindakan ini, total kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp58 miliar. Saat ini penanganan perkara terhadap lima kontainer tersebut masih ditangani oleh Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC,” ujar Heru.

Bea Cukai senantiasa melakukan peningkatan pengawasan guna memerangi penyelundupan miras yang berpotensi merugikan negara dan membahayakan masyakarat. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan penindakan terhadap miras impor ilegal dari tahun 2014 hingga 2017. Secara berturut-turut, DJBC telah berhasil melakukan penindakan 202 kasus di tahun 2014, 314 kasus di tahun 2015, 385 kasus di tahun 2016, dan 170 kasus hingga September 2017. Penindakan ini tidak semata dilakukan untuk menunjukkan kehebatan aparat dalam memberantas penyelundupan, namun sebagai komitmen untuk terus secara konsisten melindungi masyarakat dan mengamankan penerimaan negara.

Sejalan dengan sinergi kegiatan penindakan bersama POLRI, Bea Cukai juga mengoptimalkan upaya preventif dalam memberantas penyelundupan miras, salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait kuota impor miras karena kuota yang terbatas sering dijadikan alasan para pelaku untuk melakukan penyelundupan guna memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi.

Heru menegaskan bahwa sinergi pengawasan yang telah dilakukan secara konsisten dengan POLRI harus juga didukung dengan sinergi antar Kementerian/Lembaga lain yang bertugas mengatur tata niaga. “Hal ini harus dilakukan agar dapat tercipta iklim usaha yang dapat mendorong para pelaku usaha untuk dapat menjalankan usaha secara legal, karena legal itu mudah. Hal ini dilakukan untuk mendorong terciptanya ekonomi Indonesia yang bersih, adil, dan transparan guna mengoptimalkan penerimaan negara untuk kemakmuran rakyat,” pungkas Heru.

Kunjungan Kuliah Kerja SESKOAL

Kunjungan Kuliah Kerja SESKOAL

0 komentar 43 dilihat

Senin, 18 September 2017 Sekolah Staf dan Komando angkatan laut yang dipimpin langsung oleh Laksamana Muda TNI Arusukmono I.S,SE, M.M sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut beserta 180 orang siswa, mengunjungi kantor pusat DJBC dalam rangka kuliah kerja kamla kepada DJBC. Acara ini dibuka oleh Rahmad Subagyo selaku perwakilan Direktur Jendral Bea dan Cukai. Materi yang disampaikan pada kunjungan kali ini mengenai tugas dan fungsi DJBC serta sinergi DJBC dalam penegakkan hukum di laut dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI yang disampaikan langsung oleh Bahaduri Wijayanta selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan. Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab siswa Seskoal kepada pejabat DJBC.