BC TERKINI

Kunjungan Korean Chamber of Commerce and Industry Indonesia ke Bea Cukai

Kunjungan Korean Chamber of Commerce and Industry Indonesia ke Bea Cukai

0 komentar 9 dilihat

Korean Chamber of Commerce and Industry Indonesia (Kocham) berkunjung di Kantor Pusat Bea dan Cukai 21 Agustus 2018.Chairman Kocham Mr. C.K Song yg memimpin rombongan ini menyampaikan apresiasi kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah melakukan perubahan yang sangat nyata dan besar.Heru Pambudi mengungkapkan bahwa perubahan yg dirasakan tersebut adalah berkat dari komitmen swluruh jajaran dan juga sinergi dengan stakeholders termasuk kalangan usaha. Direktur Jenderal mengucapkan terima kasih dan berpesan agar pelaku usaha andil dllm menjaga integritas dg cara tdk memberikan gratifikasi. Dirjen juga mendorong Korcham untuk terus memberi masukan ide2 inovatf kepada DJBC, serta memanfaatkan potensi PLB untuk mendorong ekspor dan daya saing. Chairman Kocham, S.K Song dan tim menyambut positif hasil pertemuan ini dan akan segera menindaklanjutinya untuk mendukung Beacukai bertaraf dunia

Peresmian Pembangunan Gedung Baru Bagian Pengelolaan BMN

Peresmian Pembangunan Gedung Baru Bagian Pengelolaan BMN

0 komentar 50 dilihat

Pembangunan Gedung Baru Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara Kantor Pusat Bea Cukai diresmikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi pada Senin, 20 Agustus 2018. Dibuka dengan laporan dari Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara, Indrajati Martini. Pembangunan yang berluaskan 3000m2 terdiri dari 3 lantai yang diperuntukkan penyimpanan Barang Milik Negara, ruang kerja, dan aula. Bangunan dirancang untuk mempermudah dan mempercepat bongkar muat barang, bebas banjir, dan mempunyai kelembaban udara yang baik.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi yang berharap dengan adanya pembangunan gedung baru Bagian Pengelolaan Badan Milik Negara ini dapat mensupport kinerja Bea Cukai secara Keseluruhan.

Acara yang dihadiri oleh para pejabat dan pegawai Bea Cukai dilanjutkan dengan menghidupkan mesin genset, pelepasan burung dan pemotongan Tumpeng sebagai simbolis dimulainya pembangun gedung baru ini.

Dari kantor pusat bea cukai Kanal BCTV mengabarkan.

[Redaksi] Sosialisasi Ketentuan Cukai HPTL

[Redaksi] Sosialisasi Ketentuan Cukai HPTL

0 komentar 11 dilihat

Sosialisasi Ketentuan Cukai terkait Perizinan dan Perdagangan Barang Kena Cukai kepada pelaku usaha Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya termasuk diantaranya Vape pada tanggal 8 Agustus 2018 dihadiri oleh 50-an produsen/ brewer, importir vape dan vapestore ini cukup mendapat perhatian komunitas vape yang berlokasi di Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto. Hadir perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Penanaman Modal dan Perizinan terpadu Satu Pintu Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto serta Kabupaten SidoarjoKepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo Nur Rusydi membuka acara sosialisasi dan berharap kepada seluruh pelaku usaha memahami ketentuan dan segera mengurus Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Dalam sesi  diskusi interaktif, dinas terkait perizinan siap untuk memberikan perizinan kepada para pelaku usaha Vape, dan memberikan asistensi terkait Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha. Komitmen dari Bea Cukai dan seluruh peserta sosialisasi adalah pada saat berakhirnya masa relaksasi, yaitu pada 1 Oktober 2018 seluruh vape yang beredar sudah dilekati pita cukai asli. 

Program Sinergi Reformasi Bea Cukai & Pajak

Program Sinergi Reformasi Bea Cukai & Pajak

0 komentar 11 dilihat

Program Sinergi Reforamasi Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dipimpin oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo di Kantor Pusat Bea Cukai pada 13 Agustus 2018.

Joint Program meliputi joint analysis, joint audit, joint collection, joint investigasi untuk meningkatkan penerimaan dengan koordinasi antara komidet audit Pajak, Bea dan Cukai, dan Inspektorat Jenderal. Kemudian joint proses bisnis, single profile, secondment, program sinergi lainnya untuk meningkatkan pengawasan dan pelayanan. Selain itu Pajak dan Bea Cukai juga turut mengembangkan potensi kearifan local sehingga akan terus meningkat berkat dukungan dari pelayanan industry.

Pada kesempatan itu Sri Mulyani berpesan kepada Direktorat Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk tidak lupa terus belajar satu sama lain, dari pelajaran yang didapatkan agar dituangkan dalam bentuk perbaikan, mempelajari dari berbagai sisi untuk menggali sector mana sajakah yang dapat berkontribusi untuk negara, serta untuk terus memberikan pelayanan yang makin baik.

Ministry of Finance Human Capital Summit 2018

Ministry of Finance Human Capital Summit 2018

0 komentar 11 dilihat

Workshop Ministry of Finance Human Capital Summit and Expo 2018 atau HC Summit 2018 and Expo 14 Agustus 2018 mengusung tema Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kementerian di Era Digital dan Generasi Milenial. Hal ini merupakan inisiasi awal bagi para pengelola SDM di lingkungan Kementerian Keuangan untuk mempersiapkan revolusi industry seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan semakin tinggina persentase generasi millennial yang menjadi pegawai Kementerian Keuangan lebih dari 54?ri total seluruh pegawai.

Sri Mulyani mengungkapkan Kementerian Keuangan memberi perhatian yang sangat tinggi dan penting dari aspek Human Capital. Dalam kesempatan ini juga didiskusikan pembentukan Generasi Milenial yang menghasilkan suatu karakter dan attitude dalam mencapai visi dan misi dari institusi Kementerian Keuangan. Generasi Milenial harus mempunyai kesadaran memilih masuk di institusi yang mengolah keuangan negara.

Dalam kegiatan HC Summit diisi dengan pameran booth unit eselon I Kementerian Keuangan juga pemberian penghargaan bagi Unit Eselon I dengan inovasi pengelolaan SDM terbaik dan booth terbaik.

[Redaksi] Kunjungan Kerja Wantimpres RI

[Redaksi] Kunjungan Kerja Wantimpres RI

0 komentar 20 dilihat

Bea Cukai Samarinda mendapat kehormatan dengan adanya kunjungan kerja dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (WANTIMPRES RI) pada tanggal 25 Juli 2018. Kedatangan Tim Wantimpres disambut oleh Agus Sudarmadi selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), didampingi seluruh Kepala Kantor Bea Cukai di lingkungan Wilayah Kalimantan Bagian Timur. Sebelum memasuki acara inti, Tim Wantimpres melihat penampilan anjing pelacak K-9 Bea Cukai. Dalam pertemuan tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan mengenai Optimalisasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba untuk Mewujudkan Keamanan yang Kondusif.

Gathering Eksportir Nasional

Gathering Eksportir Nasional

0 komentar 171 dilihat

Jakarta, 7 Agustus 2018 - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta agar Pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha menghadapi gejolak ekonomi global. Salah satunya dengan meningkatkan investasi dan ekspor untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Sebagai langkah nyata mewujudkan arahan Presiden, hari ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyelenggarakan Gathering Eksportir Indonesia dengan mengundang lebih dari 500 pelaku usaha berorientasi ekspor. Acara yang diselenggarakan di Kantor Pusat DJBC ini bertema Fasilitas Fiskal untuk Peningkatan Ekspor Nasional, bertujuan untuk mendiskusikan masalah, kendala, dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam kegiatan ekspor, serta mendorong perusahaan industri berorientasi ekspor agar dapat memanfaatkan fasilitas DJBC.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan konkrit yang dapat membantu menggairahkan ekspor di Indonesia berupa kebijakan fiskal dengan meniadakan pungutan perpajakan pada industri pengolahan barang bertujuan ekpor. Dengan dihilangkannya pungutan perpajakan diharapkan menimbulkan multiplier effect berupa peningkatan investasi, peningkatan ekspor, dan terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Berbagai skema kemudahan fiskal yang telah diberikan di antaranya Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bagi perusahaan industri, serta Pusat Logistik Berikat untuk supply bahan baku kepada perusahaan industri. Selain itu, dalam rangka mempercepat laju pertumbuhan perdagangan luar negeri Indonesia dan meningkatkan daya saing pelaku bisnis untuk mendorong program ekspor nasional, Kemenkeu bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan ekspor nasional dan jasa konsultasi yang berkualitas sebagai solusi terhadap kebutuhan ekspor Indonesia, serta meningkatkan kemampuan pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah untuk menghasilkan produk berorientasi ekspor yang unggul dan berdaya saing. Hal tersebut diwujudkan melalui penyaluran Fasilitas Pembiayaan Ekspor berupa Kredit Modal Kerja Ekspor dan Kredit Investasi Ekspor.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyatakan bahwa DJBC telah menyediakan berbagai fasilitas fiskal guna mendukung kemudahan dan peningkatan ekspor. Beberapa fasilitas tersebut di antaranya adalah KITE dan KITE Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kawasan Berikat, Pusat Logistik Berikat, dan Gudang Berikat. Pemanfaatan fasilitas tersebut juga telah menunjukkan angka yang cukup tinggi, di mana hingga 30 Juni 2018 telah terdapat 1.396 Kawasan Berikat aktif, 237 Gudang Berikat aktif, 368 perusahaan yang memanfaatkan KITE, 53 IKM yang memperoleh fasilitas KITE, serta 57 PLB di berbagai wilayah di Indonesia. Selain fasilitas tersebut, masih ada beberapa fasilitas fiskal lainnya yaitu fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, Kawasan Ekonomi Khusus, Free Trade Zone, serta fasilitas untuk pertambangan minyak gas dan panas bumi.

Tidak hanya menyediakan fasilitas fiskal, untuk semakin mendorong terciptanya peningkatan ekspor DJBC juga terus meningkatkan layanan kemudahan berusaha dengan cara melakukan simplifikasi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas KB dan KITE serta memperoleh Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai, dan dalam melakukan registrasi kepabeanan. DJBC juga telah menggagas perizinan online terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) yang tentunya akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya bagi para pelaku usaha. 

DJBC juga telah bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak untuk memberikan kemudahan prosedural dalam melakukan restitusi pajak, di mana para pengusaha atau wajib pajak berisiko rendah dapat mengajukan pengembalian kelebihan pembayaran pajak hanya dalam waktu satu bulan. Heru menyatakan bahwa kemudahan prosedural ini merupakan salah satu langkah nyata DJBC dan DJP untuk dapat mendorong terciptanya proses bisnis yang efisien sehingga dapat mendorong perekonomian nasional. Ditekankan juga agar para pelaku usaha dapat terus meningkatkan kepatuhan perpajakan guna dapat memanfaatkan fasilitas restitusi ini.

Pemerintah melalui koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian/Lembaga terkait lainnya, senantiasa bersinergi dalam memberikan program kebijakan yang mendorong ekspor. Pertemuan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah lanjutan bagi pemerintah dan para pelaku usaha untuk bersama-sama dan bersinergi merumuskan langkah-langkah strategis sebagai bahan penyusunan kebijakan dalam rangka peningkatan kinerja dan daya saing ekspor nasional. Upaya ini merupakan salah satu langkah pemerintah agar ke depannya para pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah melalui DJBC agar ekspor nasional peningkatan ekspor nasional dapat terwujud.

[Redaksi] Wonderful Sail Yacht 2018

[Redaksi] Wonderful Sail Yacht 2018

0 komentar 16 dilihat

26 Juli 2018, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tual melaksanakan Kegiatan Customs On Air di RRI PRO 1 FM 103,6 Tual, Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala kantor wilayah DJBC Maluku, Finari Manan, Kepala Kantor Beacukai Tual, M. Anshar , Deputi Bidang Koordinasi SDA dan jasa Komenko Maritim, Agung Kuswandono,  wakil ketua tim percepatan pembangunan dan percepatan bahari RI, Asep Muhammad,dan terakhir Asdep pengembangan dan wisata buatan kementerian pariwisata Alexander Reeyan bersama kadis parawisata maluku tenggara.

Didalam Dialog Interaktif tersebut dihadiri juga oleh perwakilan mahasiswa/I sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Perwakilan Yachter.

Pada kesempatan Itu Finari Manan menyampaikan bahwa bea cukai, khususnya KPPBC TMP C Tual, yang merupakan unit di bawah Kanwil DJBC Maluku memberikan kemudahan pelayanan prosedur kepabeanan dalam rangka mensukseskan kegiatan wonderful sail to Indonesia 2018 melalui aplikasi www.yacht.beacukai.go.id fasilitas kemudahan yang diberikan berupa pelayanan online pendaftaran kedatangan kapal pesiar ke Indonesia sehingga proses perizinan akan lebih singkat dan efisien.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2015 Tentang Kunjungan Kapal Wisata {Yacht) Asing Ke Indonesia. Pelabuhan Tual, Maluku Tenggara menjadi salah satu Pelabuhan masuk atau pelabuhan keluar kapal wisata yacht asing.

Selain itu, untuk memudahkan pemeriksaan atas kapal yacht tersebut dan layanan informasi, Bea cukai Tual menempatkan pegawai di pelabuhan  debut sebagai entry port bersama dengan instansi terkait lainnya.

Diharapkan kegiatan wonderful sail ini dapat dimanfaatkan  oleh pemerintah kabupaten maluku tenggara  serta masyarakat sekitar dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahtraan serta potensi wisata yang belum banyak diketahui oleh wisatawan local maupun mancanegara.

Setelah kegiatan Customs On Air dilaksanakan, dilanjutkan dengan menghadiri  acara ceremonial pembukaan wonderful sail to Indonesia 2018 di pelabuhan Debut maluku tenggara, kegiatan tersebut dihadiri oleh Agung Kuswandono ,Sekda Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kakanwil DJBC Maluku dan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Tual

Penyambutan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan/pejabat dari kementerian pariwisata, imigrasi, karantina kesehatan, instansi terkait lainnya dan Tokoh Adat serta masyarakat.

 

Beacukai Maluku sangat Konsen untuk mensukseskan kegiatan wonderful sail to Indonesia 2018 sebagai bagian dari program pemerintah  untuk mempromosikan potensi wisata bahari sebagai salah satu produk wisata unggulan yang akan mendorong ekonomi local dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat khususnya di wilayah maluku.


[Redaksi] Bea Cukai Dorong IKM Mendunia

[Redaksi] Bea Cukai Dorong IKM Mendunia

0 komentar 20 dilihat

Purwokerto, 1 Agustus 2018 – Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, dan Kantor Bea Cukai Purwokerto melaksanakan Sosialisasi Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) dengan tema “Bea Cukai Purwokerto Dorong IKM Mendunia”, Rabu (1/8). 
Sosialisasi yang berlangsung di aula Kantor Bea Cukai tersebut dihadiri oleh pelaku IKM di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas. Peserta kegiatan sosialisasi ini sebanyak 21 perusahaan. 
Narasumber dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan yaitu Yamiral Azis Santoso selaku Kepala Subdirektorat Fasilitas Impor Tujuan Ekspor (FITE), Alfajri selaku Kepala Seksi FITE Pembebasan, dan Fadli Rahman Kinasih selaku pelaksana pada Direktorat Fasilitas Kepabeanan. Sementara dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai yaitu Hendro Wibowo Utomo dan Bima Suryaprana Harja.
Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto, Nelson Hasoloan. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi oleh Kepala Subdirektorat Fasilitas Impor Tujuan Ekspor. Dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dengan para peserta. Kemudian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni dari beberapa IKM yang telah memanfaatkan fasilitas KITE IKM.
Jumlah IKM yang berada di wilayah Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas tidaklah sedikit. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi seperti ini harus selalu digalakkan agar semakin banyak IKM yang mengetahui dan memanfaatkan fasilitas KITE IKM.