BC TERKINI

Launching Penyempurnaan Aplikasi Perijinan Online

Launching Penyempurnaan Aplikasi Perijinan Online "SIMPONI"

0 komentar 251 dilihat

Kotabaru (15/11) - Hari ini bertempat di Aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kotabaru, diadakan sosialisasi mengenai Penyempurnaan Aplikasi Perijinan Online “SIMPONI” dengan tagline “Legal Itu Mudah”. Hal tersebut ditujukan agar para pengguna jasa maupun stakeholder lainnya dapat lebih mudah dalam proses pengajuan Ijin Muat, Ijin Timbun, dan Ijin Bongkar.

Dalam acara tersebut, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kotabaru mengundang para stakeholder dan pengguna jasa yang berada pada wilayah kerjanya, karena aplikasi perijinan online ini diperuntukkan khusus untuk para stakeholder dan pengguna jasa agar dapat mengajukan permohonan perijinan secara online, tanpa harus datang ke kantor Bea Cukai.

Penyempurnaan Sistem Aplikasi Perijinan Online atau disingkat dengan sebutan “SIMPONI” ini dihadiri oleh lebih dari 30 orang dari berbagai perwakilan antara lain importir, eksportir, ppjk, dan para stakeholder lainnya.

Secara simbolis Penyempurnaan Sistem Aplikasi Perijinan Online dibuka oleh Bagus Sulistijono selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kotabaru, dalam sambutannya Bagus menyampaikan bahwa penyempurnaan aplikasi perijinan online ini bertujuan untuk lebih mempermudah proses pelayanan terhadap para pengguna jasa, mengingat luas wilayah kerja serta jarak yang dijangkau ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kotabaru yang berjauhan dengan kantor para pengguna jasa.

“Terobosan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kotabaru adalah pelayanan yang semula dilakukan secara manual, saat ini telah menjadi pelayanan secara  online berbasis web. Sehingga diharapkan para pengguna jasa memperoleh kemudahan dan kenyamanan dalam mengajukan permohonan. Aplikasi ini adalah aplikasi murni hasil inovasi dari beberapa pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kotabaru yang sudah dilaunchingkan untuk yang pertama kali pada bulan April 2016 oleh Kepala Kantor kami sebelumnya. Ini merupakan pengembangan lanjutan terhadap aplikasi tersebut. Harapan kami aplikasi ini dapat dimandatorikan secara nasional, karena kami merasa baik dari sisi pegawai Bea Cukai maupun dari sisi Pengguna Jasa, kami memperoleh manfaat dari efisiensi, kemudahan controlling, kemudahan pelaporan, kemudahan pemberian layanan dan kedepannya juga ini sebagai alat untuk mengumpulkan data terkait dengan kegiatan pengawasan yang berbasis manajemen risiko” tutup Bagus.

Penandatanganan Nota Kesepahaman DJBC, Ditjen Migas, SKK Migas, dan PP INSW

Penandatanganan Nota Kesepahaman DJBC, Ditjen Migas, SKK Migas, dan PP INSW

0 komentar 132 dilihat

Jakarta (Kamis 16 November 2017) - Bea Cukai bersinergi dengan Direktorat Jenderal Minyak & Gas Bumi (Ditjen Migas), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan Pengelola Portal Indonesia National Single Window (PP INSW) melakukan penandantangan MoU dalam rangka integrasi sistem informasi pemberian fasilitas fiskal atas impor barang operasi kegiatan usaha hulu migas.

 Sinergi ini diharapkan dapat mempermudah KKKS dalam mengajukan permohonan fasilitas pembebasan fiskal atas impor barang operasi untuk kegiatan Usaha Hulu Migas, dengan cara hanya melakukan sekali submit saja dalam mengajukan permohonan dengan menggunakan system single submission (ssm) melalui Portal INSW mulai dari pengajuan Rencana Kebutuhan Barang Impor (RKBI), Rencana Impor Barang (RIB), sampai dengan Surat Keputusan Fasilitas Pembebasan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menambahkan bahwa sinergi antar instansi ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam mendukung pertumbuhan industri dalam negeri dengan cara menyederhanakan perizinan fasilitas untuk kegiatan usaha hulu migas.

Bea Cukai Mengajar KPPBC TMP C Nunukan

Bea Cukai Mengajar KPPBC TMP C Nunukan

0 komentar 193 dilihat

Kegiatan Bea Cukai Mengajar yang dilaksanakan oleh KPPBC TMP C Nunukan

Ulang Tahun ke-15 KPPBC TMP A Bekasi

Ulang Tahun ke-15 KPPBC TMP A Bekasi

0 komentar 200 dilihat

Bekasi, 15 November 2017, Bertempat di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bekasi (Bea Cukai Bekasi), diadakan acara peringatan hari ulang tahun ke-15 Bea Cukai Bekasi. Acara dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kushari Suprianto, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat, Saipullah Nasution, Direktur Fasilitas Kepabeanan, Robi Toni, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bekasi, Hatta Wardhana, Beserta Jajaran Pejabat Bea dan Cukai Lainnya.
 Acara dibuka oleh sambutan Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Hatta Wardhana. Hatta menyampaikan bahwa dalam usia yang ke-15 tahun merupakan umur yang sedang dalam fase menuju dewasa, dalam fase ini seseorang cenderung sangat bersemangat, maka Bea Cukai Bekasi yang rata rata pegawainya merupakan pemuda akan terus mendukung dan memberikan kegiatan positif untuk menyalurkan semangat itu.
 Bea Cukai Bekasi juga memberikan penghargaan untuk perusahaan terbaik dalam berbagai nominasi pada pengawasan Kantor Bea Cukai Bekasi, tidak hanya perusahaan, penghargaan diberikan juga untuk pegawai serta para mitra kerja terbaik Kantor Bea Cukai Bekasi.
 Acara juga dimeriahkan oleh lagu dari band Bea Cukai Bekasi, serta Stand Up Comedy oleh Muhammad Iqbal Maulana salah satu pegawai Bea Cukai Bekasi. Acara ditutup dengan pemotongan kue oleh Kepala kantor Bea Cukai Bekasi Hatta Wardhana, dilanjutkan dengan ramah tamah.

Training of Trainers Pembinaan Mental DJBC

Training of Trainers Pembinaan Mental DJBC

0 komentar 190 dilihat

Selasa 14 November 2017 bertempat di aula Merauke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, diselenggarakan Training of Trainers Pembinaan Mental Nasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. acara yang berlangsung 3 hari ini merupakan bentuk lanjutan dari peresmian buku Bintal Nasional pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni Lalu. Dalam acara tersebut Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyampaikan bahwa pembinaan mental sumber daya manusia pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi kunci dalam perbaikan kinerja institusi dan hal tersebut diaplikasikan dengan pembentukan unit kepatuhan internal. Seiring dengan berjalannya waktu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tetap berupaya untuk memperkuat pembinaan mental. Hal ini dilakukan untuk menyukseskan reformasi birokrasi dan kelembagaan khususnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Beliau juga menyampaikan bahwa penguatan budaya organisasi dan kepempinan yang baik merupakan dasar dari pilar pilar reformasi kelembagaan. Hal ini merupakan langkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menghadapi dan mengarahkan tantangan kinerja dimana 6.663 atau setengah dari keseluruhan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan generasi muda. “harus kita persiapkan mental mereka, bibit yang bagus harus dirawat dengan bagus agar tidak tercemar dengan lingkungan yang tidak baik” beliau menyampaikan.

Talkshow Ekstensifikasi dan Intensifikasi Cukai

Talkshow Ekstensifikasi dan Intensifikasi Cukai

0 komentar 198 dilihat

Jum’at 10 November 2017, diadakan talkshow tentang cukai di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Talkshow yang bertemakan ekstensifikasi dan intensifikasi barang kena cukai kali ini turut mengundang Dr. aviliani S.E, MSi, Yustinus Prastowo S.E, M.Hum, M.A, dan Ir. Andreas Eddy Susetyo M.M sebagai narasumber. Dalam paparanya ketiga narasumber menjelaskan bagaimana kondisi ekonomi dan sistem cukai di Indonesia khususnya pada barang kena cukai serta menjelaskan bagaimana sistem percukaian di beberapa negara di dunia. Pada akhir sesi talkshow kali ini juga diadakan tanya jawab kepada ketiga narasumber.

Keynote Speech Menteri Keuangan dalam Rakor Gabungan DJBC 2017

Keynote Speech Menteri Keuangan dalam Rakor Gabungan DJBC 2017

0 komentar 359 dilihat

JAKARTA – Pada pembukaan Rapat Koordinasi Gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2017, Rabu (08/11), Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati memberikan beberapa pesan kepada jajaran Bea Cukai. Apa saja pesannya?

 1. Bea Cukai sangat diharapkan menjadi institusi yang bersih dari pengaruh narkoba, dan seluruh jajaran diharapkan untuk tidak terlibat dalam peredaran narkoba. Jadikan Bea Cukai sebagai benteng yang pertama dan terakhir dalam membendung peredaran narkoba.

 2. Bea Cukai harus berhati-hati dalam menangani program Penertiban Importir Berisiko Tinggi (PIBT). Di satu pihak, kita menuai apresiasi dengan adanya program ini, namun di sisi lain, beberapa pelaku usaha (termasuk pengusaha IKM) tidak dapat melakukan kegiatannya.

 3. Kita sadari slogan “Legal itu Mudah” tidak semudah saat diucapkan, maka diharapkan seluruh kanwil dan kantor pelayanan Bea Cukai untuk turun ke lapangan memerhatikan dunia usaha, terutama IKM. Jadilah fasilitator bagi dunia usaha, jangan sampai kita baru turun ke lapangan, ketika ada keluhan. Citra Bea Cukai akan meningkat jika kita mampu memberikan pelayanan yang baik bagi mereka.

 4. Optimalkan sumber daya yang ada untuk dapat menggali informasi dari IKM, agar kita dapat menyesuaikan kebijakan, sehingga dapat mendukung proses industri. Bea Cukai tidak boleh menjadi beban, sebaliknya kita harus bisa menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi IKM.

 5. Saat ini Indonesia berada di peringkat 72 dari sebelumnya di 91 pada indeks Ease of Doing Bussiness (EODB), menjadikan Indonesia negara dengan iklim investasi yang semakin baik. Proses perijinan harus kita permudah agar seluruh ide ease of doing bussines tidak menguap. Birokrasi di Bea Cukai harus dapat memberi rasa aman dan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perubahan ini.

 6. Salah satu tantangan adalah kemudahan dalam trading across border. Selama ini masyarakat mengetahui bahwa proses lintas batas hanya dikelola oleh Bea Cukai. Padahal dalam praktiknya, banyak instansi lain yang terlibat.

 7. Terus tingkatkan kerja sama dengan instansi terkait.

 8. Pimpinan harus dapat memberi support kepada anak buahnya. Organisasi yang baik adalah organisasi yang tidak mengorbankan anak buahnya secara personal.

Selain delapan pesan di atas, Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bea Cukai yang tak henti melakukan konsolidasi organisasi dalam usaha meningkatkan teamwork, dan menghasilkan irama yang sama dalam melakukan tugas dan fungsinya


    #beacukaimakinbaik #humasbeacukai

Rapat Koordinasi Gabungan DJBC 2017

Rapat Koordinasi Gabungan DJBC 2017

0 komentar 530 dilihat

JAKARTA, 08 November 2017, Bertempat di Kantor Pusat DJBC, Diadakan Rapat Koordinasi Gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2017 (Rakor DJBC 2017). Rakor DJBC 2017 dibuka Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani menyampaikan harapan Bea Cukai agar bersih dari korupsi dan narkoba serta terus meningkatkan kerjasama antar instansi, Bea Cukai juga harus berhati-hati menangani proses PIBT dan terus mendukung proses industri. Sehingga mampu memberikan dampak positif untuk kemudahan berbisnis di Indonesia
Selain itu, Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bea Cukai yang tak henti melakukan konsolidasi organisasi dalam usaha meningkatkan teamwork, dan menghasilkan irama yang sama dalam melakukan tugas dan fungsinya.

Penindakan Miras Ilegal

Penindakan Miras Ilegal

0 komentar 216 dilihat

Jumat 8 November 2017 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sampit menggelar Press Conference terhadap miras Ilegal. Barang bukti sebanyak 3510 botol miras tanpa pita cukai berhasil diamankan beserta pelaku berinisial AG. 

Pengungkapan penjualan minuman keras ilegal ini berawal dari laporan masyarakat pada 18 Agustus lalu. Penyidik langsung mendatangi toko milik AG yang diduga menjual minuman beralkohol buatan pabrik atau bermerek dan arak tradisional.

"Kami menjemput paksa AG karena dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Dia tidak kooperatif. Setelah dilakukan pemeriksaan di hari pertama, dia langsung kami tahan dan dititipkan di Lapas Sampit," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sampit, Hartono di Sampit, Jumat (8/9)

Hartono menduga, maraknya penjual minuman keras ilegal akibat sanksi yang diberikan selama ini tidak memberikan efek jera. Yakni dikenakan tindak pidana ringan hanya dengan denda beberapa ratus ribu rupiah tanpa kurungan badan sehingga pelaku kembali berjualan minuman keras.

Untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan penjual minuman keras lainnya, perkara ini dibawa ke ranah hukum pidana bidang cukai. Langkah ini mengacu pada Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995.

Hartono mengimbau masyarakat tidak ada lagi yang menjual minuman beralkohol secara melanggar aturan. Pihaknya akan terus menertibkan minuman beralkohol dan barang wajib pita cukai lainnya, khususnya di wilayah lingkup tugas Kantor Bea Cukai Sampit yaitu Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan.