BC TERKINI

Rapat Anggota Tahunan Kopesat ke-27

Rapat Anggota Tahunan Kopesat ke-27

0 komentar 83 dilihat

Rapat Anggota Tahunan Kopesat ke-27

[Redaksi] Bea Cukai Ketapang Coffee Morning bersama Insan Pers

[Redaksi] Bea Cukai Ketapang Coffee Morning bersama Insan Pers

0 komentar 140 dilihat

Senin, 26 Maret 2018 bertempat di Aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Ketapang telah dilaksanakan Coffee Morning bersama Insan Pers yang bertemakan “Mengenal Bea Cukai Ketapang Lebih Dekat”.

Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah insan pers yang ada di Ketapang ini diawali dengan disampaikannya kata sambutan oleh Kepala KPPBC TMP C Ketapang. Dalam sambutannya, Broto Setia Pribadi, Kepala Kantor Bea Cukai Ketapang, menyampaikan harapannya agar kegiatan Coffee Morning ini menjadi awal dari sinergi yang baik antara kantor bea cukai dengan media-media lokal, khususnya yang ada di  Kabupaten Ketapang. Selain itu menurut Broto, dengan terjalinnya hubungan antara bea cukai dengan insan pers ini bisa membantu penyebarluasan informasi di masyarakat baik itu mengenai tugas dan fungsi bea cukai maupun sosialisasi peraturan-peraturan baru yang berkaitan dengan kepabeanan dan cukai.

Kegiatan Coffee Morning ini dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Shodikin selaku Pelaksana Tugas Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Ketapang, kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab. Dalam paparannya, Shodikin menjelaskan beberapa poin diantaranya visi dan misi Bea Cukai, tugas dan fungsi Bea Cukai, wilayah kerja dan struktur organisasi Bea Cukai Ketapang, target dan realisasi penerimaan, data hasil penindakan, serta berbagai fasilitas kepabeanan seperti KITE IKM dan Kawasan Berikat.

Coffee Morning yang berakhir menjelang siang hari itu ditutup dengan ramah tamah dan ditutup dengan foto bersama. Diharapkan kedepannya sinergi antara bea cukai dan insan pers ini dapat terjalin dengan baik.

[Redaksi] Bawa Narkoba, Bea Cukai Ngurah Rai Tangkap 5 WNA

[Redaksi] Bawa Narkoba, Bea Cukai Ngurah Rai Tangkap 5 WNA

0 komentar 223 dilihat

Dalam kurun waktu kurang lebih dua pekan pada pertengahan bulan Maret 2018, upaya penyelundupan NPP (Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor) di wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, khususnya di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, berhasil ditegah. Terdapat 8 (delapan) upaya penyelundupan barang terlarang tersebut yang digagalkan oleh petugas Bea Cukai Ngurah Rai. Penegahan dilakukan terhadap warga berkewarganegaraan asing dan Indonesia yang kedapatan menyembunyikan beberapa jenis NPP, termasuk kokain dan ganja, dengan tujuan Denpasar, Bali. Penyelundupan dilakukan dengan berbagai modus, yakni dengan menyembunyikannya di dalam selipan kerah baju hingga insert di dalam organ tubuh kemaluan, seperti dubur dan alat kelamin wanita serta penanaman di dalam amplas kaki. 

[Redaksi] Sharing Session Penyidik Pegawai Negeri Sipil PPNS Bea Cukai

[Redaksi] Sharing Session Penyidik Pegawai Negeri Sipil PPNS Bea Cukai

0 komentar 189 dilihat

BALIKPAPAN (27/03), Sharing Session Penyidikan sebagai peningkatkan kemampuan dan profesionalitas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea Cukai dalam penanganan perkara dan barang bukti tindak pidana kepabeanan dan cukai, diadakan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dengan tema “Penguatan dan Pengayaan Teknik serta Kemampuan Penyidikan” yang dihadiri oleh Unit Pengawasan di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur meliputi KPPBC TMP B Balikpapan, KPPBC TMP B Samarinda, KPPBC TMP B Tarakan, KPPBC TMP C Bontang, KPPBC TMP C Nunukan dan KPPBC TMP C Sangata. 
Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur, Agus Sudarmadi dalam sambutannya menegaskan bahwa proses penyidikan yang modern saat ini telah mengalami perkembangan seiring dengan semakin kompleksnya tindak kejahatan, sehingga dapat melibatkan sumber data dari lintas institusi baik dalam negeri maupun luar negeri, termasuk juga yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak. 
“dalam proses perkembangan criminal justice system di seluruh dunia, sudah mengarah kepada bukan saja proses penelusuran kejahatan tindak pidananya, tapi juga terkait kepada kejahatan di bidang financial dan lain sebagainya” tegas Agus Sudarmadi. 
Sebagaimana diketahui bahwa antara DJBC dan DJP telah banyak melaksanakan joint program yang salah satunya dilaksanakan oleh Kanwil DJBC Kalbagtim dan Kanwil DJP Kaltimtara adalah joint analysis sebagai upaya dalam optimalisasi penerimaan negara. 
Lebih lanjut Agus Sudarmadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan forum sinergi antara DJBC dan DJP dengan sasarannya adalah menyelaraskan dua sumber utama informasi dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan dalam rangka menumbuhkembangkan industri dan perdagangan di Indonesia. 
Sebagai Narasumber Kepala Kantor Wilayah Pajak Kalimantan Timur dan Utara, Samon Jaya mengingatkan akan pentingnya bersinergi dalam hal pertukaran data dan analisis antara Pajak dan Bea Cukai terutama di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam rangka peningkatan kepatuhan wajib pajak dan penegakan hukum. 
Dalam sesi kegiatan selanjutnya yang berlangsung sampai dengan tanggal 28 Maret 2018, menghadirkan Narasumber Kepala Subdirektorat Penyidikan Kantor Pusat DJBC  Setyawan Wibowo, Kejaksaan Negeri Tarakan dan Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara.

[Redaksi] Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Via Pos

[Redaksi] Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Via Pos

0 komentar 232 dilihat

Upaya penyelundupan 3 (tiga) buah paket berisi sediaan narkotika melalui barang kiriman Pos berhasil digagalkan oleh petugas Bea Cukai Ngurah Rai melalui penindakan yang dilakukan masing-masing pada tanggal 22, 23 dan 26 Maret 2018 di Kantor Pos Renon.  Ketiga paket tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan kasus home industry tembakau gorila di Denpasar yang baru-baru ini berhasil diungkap.

Kawasan Berikat

Kawasan Berikat "Sang Macan yang Tertidur"

0 komentar 285 dilihat

Dalam Acara Silaturahmi Presiden RI dengan Pengguna Fasilitas Kepabeanan dan Peluncuran Perizinan Online, yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan c.q. Bea Cukai, di PT Samick Indonesia, Cileungsi, Jawa Barat, pada Selasa (27/03), Presiden RI Jokowi menyampaikan bahwa kemudahan izin ekspor dan investasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, kemudahan perizinan dalam dua hal ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mendukung hal ini, Bea Cukai menciptakan iklim kemudahan berusaha melalui peluncuran Perizinan Online Kawasan Berikat, yang membuat izin Kawasan Berikat yang tadinya dapat diperoleh maksimal 10 hari kerja menjadi hanya 1 jam. Kedepan, kemudahan lainnya yang akan dilakuakn adalah simplifikasi dokumen persyaratan, dan penghapusan 45 izin transaksional di Kawasan Berikat dan digantikan hanya dengan 3 izin yang diajukan secara online, serta percepatan janji layanan dari 5 hari menjadi 1 hari. Kedepannya, juga akan terwujud kemudahan-kemudahan lainnya, seperti simplifikasi dokumen persyaratan dan penghapusan 45 izin transaksional di Kawasan Berikat, digantikan hanya dengan 3 izin yang diajukan secara online, serta percepatan janji layanan dari 5 hari menjadi 1 hari. #beacukaimakinbaik

Temu Wicara CEO Perwakilan Pengusaha KB, KITE, AEO, PLB, dan Asosiasi bersama Menteri Keuangan

Temu Wicara CEO Perwakilan Pengusaha KB, KITE, AEO, PLB, dan Asosiasi bersama Menteri Keuangan

4 komentar 399 dilihat

Temu Wicara CEO Perwakilan Pengusaha KB, KITE, AEO, PLB, dan Asosiasi bersama Menteri Keuangan

Perbaikan EoDB Indonesia

Perbaikan EoDB Indonesia

0 komentar 114 dilihat

Direktorat Teknis Kepabeanan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyelenggarakan Workshop Perbaikan Peringkat Ease Of Doing Business, Percepatan Dwelling Time dan Time Release Study pada tanggal 21 – 23 Maret 2018. Acara yang bertempat di KPPBC Tipe Madya Pabean A Bogor ini dihadiri oleh beberapa Kepala Kantor KPPBC dan pejabat eselon III terkait pelayanan kepabeanan. 

Tujuan acara ini diselenggarakan adalah dalam rangka perbaikan Ease of Doing Business dan percepatan Dwelling Time untuk mengukur kinerja aktual dari kegiatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta pihak-pihak lain yang terkait dengan proses impor, ekspor, dan transit di pelabuhan utama, serta untuk menentukan cakupan yang menjadi parameter pengukuran Time Release Study sebagai salah satu upaya penilaian terhadap sistem pengelolaan, kebijakan, dan prisedur yang ada pada pelabuhan utama di indonesia

Acara ini dibuka oleh Direktur Teknis Kepabenan, Fajar Donny Tjahjadi. Adapun materi yang dibahas dalam acara antara lain Prosedur Impor, Prosedur Ekspor, WCO Time Release Study Guideline, Sharing Experience, Materi dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan, dan PT. Pelindo II. Selain itu juga dilakukak diskusi interaktif antara peserta dengan pemateri. Acara ini ditutup dengan pembacaan Informal Summary oleh Anita Iskandar.

[Redaksi] Penindakan Pabrik Rumahan Ganja Sintetis

[Redaksi] Penindakan Pabrik Rumahan Ganja Sintetis

0 komentar 155 dilihat

BADUNG (22/03/2018)Home Industry Tembakau Gorilla/Ganja Sintetis berhasil diungkap melalui joint operation yang dilakukan oleh KPU Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Kanwil DJBC Bali NTB, NTT, Bea Cukai Ngurah Rai, dan Dir. IV Bareskrim Mabes Polri di Bali. Pengungkapan rumah produksi barang terlarang tersebut bermula dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas P2 (Penindakan dan Penyidikan) Bea Cukai Soekarno Hatta terhadap paket kiriman FedEx dari Shenzen, China pada hari Kamis tanggal 15 Maret 2018. Paket tersebut diberitahukan sebagai plastic deck yang ditujukan kepada penerima MA yang beralamat di Jl. Pemuda III no. 23 Renon Denpasar. 


“Hasil pemeriksaan menemukan adanya serbuk berwarna kuning yang setelah dilakukan uji lab merupakan narkotika golongan 1 berjenis 5-Fluoro ADB. Kemudian petugas Bea Cukai Soetta berkoordinasi dengan pihak Bareskrim Mabes Polri untuk selanjutnya dilakukan kegiatan control delivery”, jelas Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang selaku Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan KPU Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta.


Paket tersebut kemudian diantar ke alamat tujuan pada tanggal 20 Maret 2018 yang diterima oleh KAP (20th). Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari KAP, tim gabungan yang dibentuk dari hasil koordinasi KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta, Kanwil DJBC Bali, NTB, NTT, Bea Cukai Ngurah Rai, bergerak menuju ke rumah yang beralamat di perumahan Pesona Paramitha Jl. Tunjung Sari no 2 blok 2 Padangsambian, Denpasar Barat. 


“Di rumah tersebut tim mengamankan 2 (dua) orang laki-laki bernama Sdr. EP (24th) yang merupakan kakak dari KAP, NP(23th) kerabat dari KAP dan seorang perempuan SR (19th) yang merupakan pacar dari KAP. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari tersangka dan saksi, memang benar KAP memesan paket yang berisi narkotika golongan 1 (satu) berjenis 5-Fluoro ADB melalui media internet dan aplikasi Whatsapp kepada seseorang yang berada diluar negeri.” tegas Husni Syaiful, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT.


“Dari hasil penyelidikan tim, KAP yang kini statusnya menjadi tersangka mengakui bahwa barang tersebut akan digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan tembakau gorilla/ganja sintetis yang rencananya akan dipasarkan ke daerah Bandung dan Jakarta. Tersangka mengaku menempati rumah di Jl. Tunjung Sari no 2 blok 2 Padangsambian, Denpasar baru kurang lebih dua bulan dan mulai melakukan kegiatan produksi barang terlarang tersebut.” tambah Himawan Indarjono, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ngurah Rai. 


Di rumah tersebut, tim gabungan juga mengamankan barang bukti tambahan antara yaitu 783 gram 5-Fluoro ADB, 377 gram FUB-AMB, 7.910 gram tembakau gorila/ganja sintetis, 5.992 gram tembakau gorila yang sudah dikemas dalam kemasan dengan merek Blue Astronout sebanyak 188 pcs, 20.010 gram tembakau rajang/kering, 699 batang cerutu berbagai ukuran, 26 botol cairan flavor/perasa, 21 botol cairan pewarna, 3 botol alkohol, 490 pcs kemasan kaleng kosong, 5 unit timbangan digital, 1 unit mesin pencampur/mixer.


Selain paket di atas, kiriman terkait yang berhasil ditegah oleh bea cukai dengan alamat penerima yang sama berupa paket Fedex BC Soetta pada tanggal 19 Maret 2018, 508 gram, FUB AMB dengan no. AWB (Air Way Bill) 771202045290, 521 gram, 5-Fluoro ADB dengan AWB 771234570727, paket pos Bea Cukai Ngurah Rai pada tanggal 12 Maret 2018, dan 254 gram FUB AMB karal RR139215455PL. Jumlah total barang bukti Narkotika yang ditemukan sejumlah, 1.812 gram 5-Fluoro ADB, 1.139 gram FUB AMB, 13.902 gram tembakau gorilla/ganja sintetis.


Kasus ini menambah daftar panjang tegahan yang dilakukan oleh KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta dengan modus yang sama pada tahun 2017. Penegahan pertama dilakukan terhadap paket pos dengan penerima Intan yang beralamat di Palmerah, Jakarta Barat dengan barang bukti awal bubuk 5 Fluoro ADB dengan berat 92 gram. Dari hasil pengembangan, didapati 4 (empat) orang dan barang bukti tambahan 20 bungkus plastik tembakau sintesis merek Hanoman. Penegahan kedua terhadap paket FedEx dengan penerima Evan Hakim yang beralamat di perumahan Griya Saxofone Malang. Dari paket tersebut ditemukan barang bukti awal 14 gram bubuk 5 Fluoro ADB. Hasil pengembangan kasus, diamankan 7 (tujuh) orang mahasiswa dengan 3 (tiga) orang ditetapkan sebagai tersangka dan barang bukti tambahan perlatan lab. mini berupa 1,1 liter aseton, gelas ukur, saringan air, tembakau iris, sarung tangan, dan masker. Penegahan ketiga juga berhasil dilakukan terhadap paket FedEx dengan penerima Stevi Guan yang beralamat di Semarang. Barang bukti awal yang ditemukan berupa 251 gram bubuk fub amb. Hasil pengembangan kasus, ditemukan kembali barang bukti tambahan berupa alat perlengkapan produksi tembakau gorilla serta 2 paket tembakau gorilla siap edar.