BC TERKINI

[Redaksi] Bea Cukai Dorong IKM Mendunia

[Redaksi] Bea Cukai Dorong IKM Mendunia

0 komentar 43 dilihat

Purwokerto, 1 Agustus 2018 – Direktorat Fasilitas Kepabeanan, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, dan Kantor Bea Cukai Purwokerto melaksanakan Sosialisasi Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) dengan tema “Bea Cukai Purwokerto Dorong IKM Mendunia”, Rabu (1/8). 
Sosialisasi yang berlangsung di aula Kantor Bea Cukai tersebut dihadiri oleh pelaku IKM di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas. Peserta kegiatan sosialisasi ini sebanyak 21 perusahaan. 
Narasumber dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan yaitu Yamiral Azis Santoso selaku Kepala Subdirektorat Fasilitas Impor Tujuan Ekspor (FITE), Alfajri selaku Kepala Seksi FITE Pembebasan, dan Fadli Rahman Kinasih selaku pelaksana pada Direktorat Fasilitas Kepabeanan. Sementara dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai yaitu Hendro Wibowo Utomo dan Bima Suryaprana Harja.
Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto, Nelson Hasoloan. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi oleh Kepala Subdirektorat Fasilitas Impor Tujuan Ekspor. Dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dengan para peserta. Kemudian kegiatan ditutup dengan pemutaran video testimoni dari beberapa IKM yang telah memanfaatkan fasilitas KITE IKM.
Jumlah IKM yang berada di wilayah Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas tidaklah sedikit. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi seperti ini harus selalu digalakkan agar semakin banyak IKM yang mengetahui dan memanfaatkan fasilitas KITE IKM.

[Redaksi] Sosialisasi Undang Undang Cukai

[Redaksi] Sosialisasi Undang Undang Cukai

0 komentar 65 dilihat

Purwokerto, 26 Juli 2018 – Bea Cukai Purwokerto menjadi narasumber dalam acara sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Bidang Cukai Tahun 2018, Kamis (26/7). Sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara. Sosialisasi yang bertempat di aula Kecamatan Banjarmangu ini diikuti oleh para kepala desa dan para pedagang di wilayah Kecamatan Banjarmangu.


Bertindak sebagai narasumber adalah Sarif Hidoyo selaku Kepala Subseksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas dan Zul Abrar selaku Kepala Subseksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.


Dalam kegiatan sosialisasi ini, bea cukai purwokerto menjelaskan kepada para peserta terkait dengan rokok illegal. Selain menjelaskan ciri-ciri rokok illegal, bea cukai purwokerto juga membawakan contoh rokok illegal. Para peserta antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi.


Bea Cukai Purwokerto berkomitmen untuk terus mengenalkan rokok illegal kepada masyarakat agar mengetahui dampak rokok illegal dan agar masyarakat dapat turut serta memberantas peredaran rokok illegal.


[Redaksi] Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan Sabu

[Redaksi] Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan Sabu

0 komentar 99 dilihat

Sinergi yang baik antara Bea Cukai Pangkalpinang dengan Aparat Hukum BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Avsec Pangkalpinang berhasil mengagalkan peredaran Narkoba jenis shabu melalui Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Polisi Nanang Hadianto SH yang diwakili Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  AKBP Nur Iswanto bersama Kepala Kantor Bea dan Cukai Pangkalpinang Muh. Nasrul  Fatah dan Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Suharyanto, melaksanakan press release hasil Penindakan Narkoba yang dilaksanakan di Aula Kantor BNN Provinsi Bangka Belitung, Rabu (25/07/2018).Dalam Press Releasenya AKBP Nur Iswanto menyampaikan kronologis kejadian Hari Jum’at tanggal?13 Juli 2018 sekira pukul 15.00 WIB, pelapor mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada 2 (dua) orang penumpang pesawat di Bandara Depati Amir yang diduga membawa narkotika, dengan penerbangan dari Jakarta ke Pangkalpinang. Kemudian sekira pukul 16.00 WIB, pelapor dan rekan pelapor melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut. Petugas dari BNNP Prov. Kep. Babel berkoordinasi dengan petugas Avsec dan petugas Bea dan Cukai. Sekira pukul 21.00 WIB, pelapor bersama rekan pelapor, petugas Avsec dan petugas Bea dan Cukai melihat seorang laki-laki dan perempuan dengan gerak-gerik yang mencurigakan dan memiliki ciri-ciri yang sama dengan informasi yang didapatkan dari masyarakat tersebut kemudian menghampiri laki-laki dan perempuan tersebut yang mengaku bernama Sdr. M dan Sdri. LY dan memperlihatkan surat perintah tugas kemudian keduanya diamankan dan dilakukan penggeledahan terhadap badan/pakaian Sdr. M dan Sdri. LY. Dari hasil pemeriksaan atas barang bawaan dan pemeriksaan badan kedua penumpang tersebut ditemukan 5 (lima) bungkus strip bening yang berisikan narkotika jenis shabu dengan berat kotor 400 gram yang disembunyikan di dalam sepasang sandal wanita warna merah. Selanjutnya, kedua tersangka dan barang bukti diserahkan BNNP Prov. Kep. Babel untuk diproses lebih lanjut. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 Ayat (2) Dan Atau Pasal 112 Ayat (2) Dan Atau Pasal 116 Ayat (1) Dan Atau Pasal 127 Ayat (1) Dan Atau Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan acaman hukuman minimal 5 (lima) tahun penjara dan hukuman maksimal hukuman mati.Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Muh. Nasrul Fatah menyampaikan, “Kami berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mendukung aksi pemberantasan narkoba ini dan meminta kepada masyarakat apabila ada informasi sekecil apapun tentang narkoba agar segera menginformasikannya kepada kami untuk dapat ditindaklanjuti. Semoga kedepan, sinergi ini akan terus berjalan dengan baik antara Bea Cukai dengan aparat hukum lainnya, demi  terciptanya generasi muda bebas narkoba”.

[Redaksi] Seminar Pengelolaan Keuangan Daerah

[Redaksi] Seminar Pengelolaan Keuangan Daerah

0 komentar 48 dilihat

SAMARINDA (24/7) Fasilitas yang diberikan oleh pemerintah c.q. DJBC dengan pembebasan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) antara lain PPN dan PPh dalam rangka pemasukan barang impor bagi pengusaha pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) akan mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing di tingkat internasional. Hal tersebut diungkapkan Agus Sudarmadi, Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur sebagai pembicara dalam Seminar Pengelolaan Keuangan Daerah yang diselenggarakan oleh Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda.  
Acara tersebut dihadiri oleh DR. Hj. Meiliana SE, MM, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur beserta jajaran dan para Kepala Dinas/Badan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Timur, Rektor Universitas Mulawarman dan Rektor Universitas Widya Gama Samarinda. “Dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan saat ini yang bersih dan berwibawa tidak terlepas dari peran Kementerian Keuangan dalam memberikan dukungan, pembinaan dan arahan kepada kami sehingga kesuksesan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat tercapai, dan kami juga berharap sinergi yang sudah berjalan dengan sangat baik ini dapat terus kita tingkatkan” ujar Meiliana dalam sambutannya membuka acara seminar. 
Sinergi Kementerian Keuangan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur tersebut juga didukung oleh kehadiran para Kepala Kantor Wilayah yang sekaligus juga sebagai pembicara, yaitu Kakanwil DJP Kaltimra Samon Jaya, Kakanwil DJKN Kaltim Suryahadi, dan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kaltim sekaligus Kakanwil DJPb Kaltim Midden Sihombing. 
“Sejalan dengan Nawacita Kabinet Kerja, kita banyak sekali program-program dari Kementerian Keuangan yang bisa dimanfaatkan oleh daerah, seperti meningkatkan produktifitas rakyat, meningkatkan daya saing di pasar internasional, dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik” ujar Kakanwil Bea Cukai Kalbagtim. 
Lebih lanjut Agus Sudarmadi mengungkapkan bahwa Bea Cukai saat ini antara lain berfungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance memberikan fasilitasi unggulan berupa kemudahan dalam perizinan Pusat Logistik Berikat (PLB), Kawasan Berikat (KB), Gudang Berikat (GB), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan peruntukan khusus KITE pada Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM). Fasilitas KITE IKM memberikan manfaat yang sangat baik karena dapat memotong rantai pasok bahan baku IKM yang langsung didatangkan oleh pelaku undustri di samping pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal ini PPN impor. Sehingga harga produk dari IKM akan semakin kompetitif karena terjadi penghematan ongkos produksi bahan baku dalam pengolahannya. 
Dalam fasilitasi tersebut Bea Cukai melakukan pendampingan kepada pengusaha dalam memanfaatkan fasilitas tersebut dan juga menyediakan modul/aplikasi sistem pencatatan barang secara cuma-cuma, pembebasan jaminan, dan pemberian akses kepabeanan kepada IKM. Fasilitas KITE IKM ini merupakan bagian terintegrasi dalam upaya Bea Cukai untuk menciptakan sistem logistik yang efektif dan efisien, sehingga diharapkan para pengusaha dan masyarakat tidak lagi merasa segan dan takut untuk berhubungan dengan Bea Cukai. 
Rektor Universitas Widya Gama Mahakam, Prof. Dr. H. Abd. Rachim AF, SE., M.Si dalam sesi diskusi tersebut sependapat dengan penggalian potensi pada daerah Kalimantan Timur yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah, sehingga pada akhirnya nanti secara tidak langsung dapat meningkatkan penerimaan daerah maupun pusat secara nasional. “Bahwa Kalimantan Timur ini juga memiliki potensi selain dari CPO kelapa sawit untuk dikembangkan dari total 93 produk turunannya. Misalnya berupa produk kosmetik, pupuk dan sabun. Mudah-mudahan nanti bapak Gubernur yang baru dapat merealisasikan potensi dan peluang ini” ujar Rektor Universitas Widya Gama Mahakam ini. 
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Samarinda, Hermanus Barus juga menyambut baik kegiatan ini dalam upaya sinergi bersama antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan dan pemerintah daerah untuk menggali potensi daerah khususnya Provinsi Kalimantan Timur. “Merubah paradigma di masyarakat bahwa Bea Cukai selama ini hanya terkait dengan target penerimaan Negara bergeser sebagai pendorong dan fasilitasi kebijakan supaya mendapatkan multiplier efek yang lain dari sisi pendapatan. Hal tersebut harus diikuti oleh peningkatan sinergi antara pemerintah daerah dan Bea Cukai untuk menangkap peluang dan potensi pengembangan di daerah Kalimantan Timur ini” tegas Hermanus Barus

[Redaksi] Penganugerahan Piagam Program P4GN Bea Cukai Atambua 2018

[Redaksi] Penganugerahan Piagam Program P4GN Bea Cukai Atambua 2018

0 komentar 52 dilihat

Bea Cukai Atambua terus berperan aktif dalam upaya pencegahan peredaran narkotika di perbatasan. Hal ini membuahkan hasil atas diperolehnya apresiasi penghargaan pada acara kampanye anti Narkotika dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2018, Selasa, 31 Juli 2018 di Lapangan Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT.Penghargaan ini diperoleh atas partisipasi dalam pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diberikan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu.Hal ini merupakan tambahan semangat bagi Bea Cukai Atambua untuk lebih baik lagi dalam pencegahan peredaran narkotika sebagai bentuk implementasi salah satu fungsi Bea Cukai yakni community protector. 

Bea Cukai Jatim II Musnahkan Barang Hasil Penindakan 2018

Bea Cukai Jatim II Musnahkan Barang Hasil Penindakan 2018

0 komentar 88 dilihat

Malang (03/08/2018) – Berdasarkan hasil survei cukai rokok ilegal 2018 yang dilakukan oleh Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (FEB UGM) diketahui bahwa tingkat peredaran rokok ilegal secara signifikan turun dari 12,14% di tahun 2016 menjadi 7,04% di tahun 2018. Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, turunnya peredaran rokok ilegal merupakan hasil dari upaya terpadu Bea Cukai bersama instansi terkait seperti Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah.
“Penting juga dicatat bahwa peran para pengusaha rokok yang telah patuh dan yang berusaha untuk patuh sangat membantu upaya ini,” ungkap Heru pada konferensi pers yang digelar di halaman Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II. Heru Pambudi mengungkapkan bahwa Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II telah melakukan kegiatan pengawasan di wilayah Gondanglegi Kabupaten Malang yang selama ini diduga kuat sebagai daerah yang cukup rawan dalam hal produksi rokok ilegal. Dalam pengawasan tersebut, petugas mendapati sebuah pabrik rokok yang menyalahgunakan izin kegiatan produksi rokok.
“Penindakan dilaksanakan terhadap PR. Megah Arta Jaya Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, pada tanggal 24 Mei 2018. Pabrik tersebut memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) Sigaret Kretek Tangan (SKT), namun tertangkap tangan oleh petugas Beacukai sedang  memproduksi sigaret kretek mesin (SKM) dengan menggunakan mesin ilegal”. Heru menjelelaskan bahwa mesin tersebut sebelumnya telah dilakukan penyegelan dalam rangka pengamanan oleh petugas BC karena pabrik tersebut tidak memiliki ijin produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Modus yang digunakan ialah tidak memberitahukan barang kena cukai yang selesai dibuat, mengeluarkan barang kena cukai dari pabrik tanpa diberitahukan kepada Kepala Kantor Bea Cukai dan dilindungi dengan dokumen cukai dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai, dan tanpa izin membuka, melepas segel, atau tanda pengaman. Hal ini melanggar ketentuan di bidang cukai sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 jo. 52 jo. 57 Undang- Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.
Penindakan Mesin Rokok IlegalBerdasar temuan di atas, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh atas pabrik dan melakukan pengamanan terhadap mesin, bahan baku, dan hasil produksinya. Saat penindakan dilaksanakan, petugas melakukan penyegelan pabrik untuk pengamanan. Berselang dua hari kemudian, tepatnya tanggal 26 Mei 2018, petugas memindahkan bahan baku dan hasil produksi ke gudang barang hasil penindakan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II yang berlokasi di Pakis, Kabupaten Malang. Diperkirakan nilai barang bukti sebesar Rp946.850.000,00, dan berpotensi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp210.720.000,00. Sebagai tindak lanjut, setelah proses penyidikan selesai, saat ini petugas tengah melakukan pengamanan barang bukti dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk ZA (40) yang diduga sebagai pelaku, untuk membuat terang perkara.
Tak hanya mengungkap penindakan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II terhadap sebuah pabrik rokok, dalam konferensi pers ini juga Heru Pambudi memimpin pelaksanaan pemusnahan barang hasil penindakan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Kantor Bea Cukai Malang, Probolinggo, dan Jember, yang telah mendapatkan persetujuan pemusnahan, dengan periode penindakan tahun 2017 hingga 2018. Barang-barang yang dimusnahkan terdiri dari 93.191 keping pita cukai, 4.785.508 batang rokok yang dijual dan dikirimkan tanpa dilekati pita cukai, 387 liter minuman beralkohol yang dijual oleh pengusaha yang tidak memiliki izin, serta 4.203.000 gram tembakau iris yang diangkut tanpa pemberitahuan atau tidak mempunya dokumen. Perlu diketahui rata-rata konversi 1 gram tembakau iris menghasilkan 1 batang rokok sehingga penindakan ini turut berhasil mencegah peredaran 4.000.000 batang rokok ilegal dengan potensi kerugian Rp2.267.575.885,00.

Bea Cukai Musnahkan Ribuan Botol Miras Ilegal

Bea Cukai Musnahkan Ribuan Botol Miras Ilegal

0 komentar 428 dilihat

Surabaya, 02 Agustus 2018 – Pemerintah terus berupaya menciptakan kondisi ekonomi yang sehat dan kondusif, termasuk dengan menekan seminimal mungkin praktik penyelundupan impor dan peredaran barang kena cukai  ilegal.  Kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan negara yang akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers penggagalan penyelundupan 3 kontainer berisi 50.664 botol minuman keras asal Singapura dan pemusnahan secara simbolis 16,8 juta batang rokok ilegal yang merupakan rangkaian kegiatan pemusnahan rokok ilegal hasil tangkapan Kantor Wilayah dan Kantor-Kantor Pelayanan di lingkungan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis 02 Agustus 2018.

 

Selain aspek ekonomi, pemberantasan praktik-praktik curang khususnya barang-barang yg diatur dan diawasi seperti minuman keras dan rokok tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat. “Untuk itu, Kementerian Keuangan yang di dalamnya ada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 12 Juli 2017 lalu meluncurkan program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT), bersinergi dengan POLRI, TNI, Kejaksaan, KPK, PPATK, Kementerian Perdagangan serta instansi terkait lain termasuk Pemda”, kata Menkeu. Dijelaskan bahwa Kementerian Keuangan melalui Ditjen Bea dan Cukai juga menjalin kerjasama dengan negara-negara lain dalam membendung aksi penyelundupan. Kerjasama ini sangat efektif terbukti dengan melejitnya jumlah kasus penyelundupan yg berhasil diungkap oleh Bea Cukai baik di wilayah perbatasan laut dan darat, bandar udara, maupun pelabuhan laut. “Contohnya saja, dalam waktu 1 semester ini saja kita bisa menggagalkan penyelundupan narkoba hampir 4 Ton, hampir 2 kali lipat total tangkapan selama tahun 2017, belum lagi barang-barang lain termasuk miras dan rokok. Intinya adalah sinergi sehingga semua celah dapat kita bersama tutup secara lebih efektif,” tukasnya.

 

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa 3 kontainer yang ditindak tersebut berisi 50.664 botol miras. Barang tersebut diangkut dari Singapura pada tanggal 24 Juni 2018 dengan tujuan pelabuhan Tanjung Perak melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang diperkirakan tiba pada tanggal 26 Juni 2018. Berkat kerjasama penegakkan hukum dengan pihak Bea Cukai Singapura (Singapore Customs), pengiriman barang secara ilegal itu dapat dideteksi dan dilakukan penindakan oleh aparat Bea Cukai Tanjung Perak. Kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Penyidik Bea dan Cukai.

 

Saat tiba di pelabuhan Tanjung Perak barang tersebut oleh importir PT. Golden Indah Pratama diberitahukan sebagai polyestern yarn (benang poliester) sebanyak 780 packages. Berdasarkan analisis intelijen, petugas melakukan targeting terhadap ketiga kontainer tersebut dan kemudian pada 28 Juni 2018 melakukan  pemeriksaan fisik. Hasilnya, ditemukan sebanyak 5.626 karton yang berisi 50.664 botol minuman keras berbagai jenis dan merk. Petugas kemudian melakukan penyegelan atas barang-barang tersebut karena terbukti telah melakukan pelanggaran di mana jumlah dan jenis barang tidak sesuai dengan apa yang tertera di dokumen pemberitahuan kepabeanan. Total nilai barang mencapai lebih dari Rp. 27 miliar, sementara potensi kerugian negara yang timbul dari tidak terpenuhinya pemenuhan pembayaran pajak mencapai lebih dari Rp. 57,7 miliar yang terdiri dari: Bea Masuk Rp. 40,5 miliar; PPN 6,7 miliar; PPh pasal 22 Rp. 5,1 miliar; dan Cukai 5,4 miliar.

[Redaksi] Penyuluhan Bea Cukai Magelang Tentang Memberantas Rokok Ilegal

[Redaksi] Penyuluhan Bea Cukai Magelang Tentang Memberantas Rokok Ilegal

0 komentar 65 dilihat

Magelang (24/07/2018) – Kantor Bea Cukai Magelang melaksanakan penyuluhan tentang peran masyarakat dalam memerangi rokok ilegal atas undangan Sekretaris Daerah Kota Magelang pada acara Rapat Koordinasi Bakohumas Kota Magelang. Bertempat di Gedung Adipura Kencana, Komplek Kantor Pemerintah Kota Magelang, acara dihadiri tidak kurang dari 50 peserta yang berasal dari unit kehumasan di Kota Magelang.


Rudi Wicaksono, Kepala Subseksi Intelijen menyampaikan materi mengenai prinsip cukai, ciri rokok ilegal dan pita cukai desain tahun 2018. Pada kesempatan tersebut, para peserta juga diajak untuk melakukan identifikasi pita cukai desain tahun 2018 menggunakan alat bantu berupa kaca pembesar dan pancaran sinar ultra violet.


Tugas Bakohumas adalah memberikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia mengenai apa yang telah, sedang dan akan pemerintah lakukan. Melalui acara ini, diharapkan para Bakohumas Kota Magelang dapat memperoleh informasi yang cukup mengenai cukai hasil tembakau dan ciri-ciri rokok ilegal sehingga dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat.***


[Redaksi] Bea Cukai Ngurah rai Tegah 600 000 Butir Pseudoephedrine

[Redaksi] Bea Cukai Ngurah rai Tegah 600 000 Butir Pseudoephedrine

0 komentar 40 dilihat

Berdasarkan informasi Australia Border Force (ABF), pada tanggal 13 Januari 2018, Bea Cukai Ngurah Rai tegah pengiriman 600.000 butir pil mengandung Pseudoephedrine asal Korea Selatan menuju Australia. ABF meneruskan informasi tersebut setelah mendapatkan informasi intelijen bahwa akan terdapat paket kiriman dengan tujuan akhir Australia transit di Denpasar yang berisi prekursor atau bahan baku pembuat Methamphetamine atau Sabu yang diberitahukan sebagai Health Food.

Berdasarkan Pasal 29 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 12 dan 18 Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2010 tentang Prekursor, Bea Cukai berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap prekursor termasuk melakukan penjagaan Prekursor yang transit di wilayah Indonesia dengan tujuan pengiriman negara lain yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, atas dasar tersebutlah penegahan akhirnya dilakukan.