BC TERKINI

Sharing Session Komunitas Kolektor Mainan Indonesia

Sharing Session Komunitas Kolektor Mainan Indonesia

0 komentar 287 dilihat

Sharing Session Bea dan Cukai dengan para Komunitas Mainan di Indonesia mengenai peraturan perindustrian tentang pemasukan barnag impor mainan wajib standar nasional Indonesia atau SNI berjalan dengan menarik.

Diselenggarakan di gedung Kalimantan Kantor Pusat bea dan cukai, 26 Januari 2018. Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun , memaparkan mengenai peraturan impor mainan dari kementerian perindustrian dan kementerian perdaganan, serta dilanjutkan dengan tanya jawab dan masukan dari para komunitas  mainan Indonesia.

Bea cukai juga mengajak para komunitas mainan Indonesia untuk office tour ke tempat pelatihan anjing pelacak, contact center, dan juga museum bea dan cukai. 

Dengan adanya sharing session ini, mampu memberikan informasi secara lengkap dan jelas kepada masyarakat dalam hal impor mainan.

Sosialisasi Perubahan Tata Cara Penagihan Bea Masuk dan/atau Cukai

Sosialisasi Perubahan Tata Cara Penagihan Bea Masuk dan/atau Cukai

0 komentar 105 dilihat

Bea cukai melakukan sosialisasi Perubahan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Penagihan Bea masuk dan/atau Cukai pada Selasa, 23 Januari 2018 di Aula Lokatoba Kantor Pusat Bea Cukai. Acara sosialisasi yang di hadiri oleh pegawai perwakilan kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia dibuka oleh Rudi Rahmadi, Kasubdit Penerimaan Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis.
Rudi Rahmadi berharap bahwa dengan adanya sosialisasi ini dapat menguatkan pemahaman tentang Peraturan Menteri Keuangan tersebut kepada kantor vertikal dibawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Soaialisasi dilanjutkan dengan pembahasan pokok-pokok perubahan yang diatur dalam PMK nomor 169/PMK/04/2017 serta diskusi tentang Optimalisasi Pelaksanaan Penagihan di Bea Cukai.

Simposium Dalam Rangka Hari Pabean Internasional

Simposium Dalam Rangka Hari Pabean Internasional

0 komentar 216 dilihat

Simposium dalam rangka Hari Pabean Internasional 2018. Yang diselenggarakan di Auditorium Merauke pada tanggal 23 Januari 2018 dikemas secara menarik.
Acara yg dibuka dengan pemutsran film Sepatu ini turut mengundang Atase Bea Cukai dari beberapa negara, kementerian dan lembaga pemerintah, serta pengusaha Industri Kecil Menengah atau IKM. Dengan tema a secure e-commerce business for Indonesia Economic Development, diskusi yang dipimpin oleh Djanurindro Kasubdit Impor dan mengundang beberapa narasumber yaitu Aulia Marinto ketua umum Idea, Derek Wang Country Manager Alibaba, Choong Heon Li Ebay Representative for Indonesia, Endang Suwartini perwakilan direktorat jenderal IKM dan Heru Pambudi Direktur Jenderal Bea Cukai. Dalam perbincangan hangat tersebut dibahas mengenai tantangan pasar global, progres pengembangan IKM pada e commerce, kebijakan pemerintah terkait perpajakan dalam rangka ekpor impor thd barang e commerce, dan bagaimana peran Bea Cukai dalam mengembangkan IKM untuk mendunia.

Konferensi Pers Aturan Impor Mainan Wajib SNI

Konferensi Pers Aturan Impor Mainan Wajib SNI

0 komentar 842 dilihat

Bea Cukai mengajak kementerian atau Lembaga terkait bahas aturan impor mainan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI). Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun megatakan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Kalimantan, Kantor Pusat Bea dan Cukai pada tanggal 22 Januari 2018 bahwa saat ini Bea Cukai hanya menjalankan peraturan titipan Kementerian Perindustrian bahwa dimana setiap mainan yang diimpor wajib menyatakan SNI. 
Ketua Asosiasi Mainan Indonesia, Sutjiadi Lukas, menyambut baik pertemuan pembahasan dengan Bea dan Cuka. Dan berharap kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan terkait SNI untuk dapat membantu dan meningkatkan penjualan, produktifitas, dan melindungi penjualan di Indonesia.
Telah diterbitkan kebijakan baru antara kementerian perindustrian dan kementerian perdagangan dalam hal impor mainan yaitu yang pertama mainan yang dapat dibawa oleh penumpang dari luar negeri sebanyak 5 pcs tanpa SNI dan melalui jasa pengiriman 3 pcs dalam waktu 30 hari pada penerima yang sama.

Executive Gathering 2018 - Kolaborasi Untuk Satu Aksi

Executive Gathering 2018 - Kolaborasi Untuk Satu Aksi

0 komentar 45 dilihat

Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengadakan Executif Gathering 2018 dengan tema Kolaborasi Untuk Satu Aksi pada tanggal 22 Januari 2017. Acara bertempat di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan dihadiri oleh Eselon 1 dan Eselon 2 di lingkungan Kementerian Keuangan.
Acara di buka oleh Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadianto.Dilanjutkan dengan Kolaborasi tentang Asset Liabillity Management, Outlook Perekonomian 2018, Optimalisasi Pendapatan, Serta Arahan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik sebesar 5,4 persen, namun masih terdapat tantangan baik dari dalam maupun luar negeri.Sri Mulyani juga berharap acara ini menjadi semangat berkumpul bersama untuk saling mengenal antar eselon 2 dilingkungan kemenkeu, serta saling mengisi sebagai bentuk pengabdian kepada masarakat

Arahan Menteri Keuangan Pada Rapat Koordinasi DJBC 2018

Arahan Menteri Keuangan Pada Rapat Koordinasi DJBC 2018

0 komentar 337 dilihat

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Jumat, 19 Januari 2018 bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Staf Ahli Kementerian Keuangan, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan dan para pejabat eselon 2 Bea dan Cukai di seluruh Indonesia. Sri Mulyani menyampaikan kepada peserta rakor untuk memikirkan bentuk kemudahan administrasi, prosedural dan perizinan yang secara nyata, meningkatkan kualitas pelayanan dan integrasikan sistem layanan dengan Direktorat Jenderal pajak, memperkuat pengawasan perbatasan dan pintu pintu masuk Indonesia dari ancaman narkoba dan barang berbahaya lainnya, dan mampu melakukan komunikasi publik (public engagement) secara intensif dan massif.

Konferensi Pers Bersama Penggagalan 40kg Sabu Aceh

Konferensi Pers Bersama Penggagalan 40kg Sabu Aceh

0 komentar 170 dilihat

Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (sabu) di Aceh. Sabu seberat 40 kg dari Penang, Malaysia yang dibawa melalui jalur laut tersebut berhasil diamankan petugas gabungan setelah dilakukan penindakan selama dua hari, yaitu pada 10 dan 11 Januari 2018.

Penindakan tersebut berawal dari informasi intelijen yang diperoleh Bea Cukai dari BNN pada 9 Januari 2018  terkait upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim patroli laut Bea Cukai dengan kapal BC 15021 di bawah kendali operasi Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh melakukan penyisiran perairan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan melakukan pengejaran terhadap speedboat yang diduga mengangkut narkotika tersebut. Upaya pengejaran mengalami kendala karena speedboat telah memasuki daerah sungai Bagok, Aceh Timur dan kapal BC 15021 tidak memungkinkan untuk menyusuri sungai tersebut.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa petugas patroli laut kemudian berkoordinasi dengan petugas gabungan Bea Cukai dan BNN untuk melanjutkan penyelidikan. Petugas gabungan menemukan dan mengikuti seorang pelaku berinisial HR yang pada saat itu menggunakan sepeda motor dan diduga sebagai penerima sabu. Petugas gabungan melakukan pengejaran dan menangkap pelaku di depan pekarang rumahnya di Desa Bagok, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur pada 10 Januari 2018, sekitar pukul 05.45 WIB. Saat penangkapan, tersangka kedapatan membawa 19 bungkus sabu yang berada di dalam karung.

Selanjutnya petugas gabungan melakukan pengembangan dan menangkap tersangka AM yang meurpakan pihak yang menyerahkan sabu kepada HR di rumahnya. Penindakan dilanjutkan petugas gabungan dengan melakukan penangkapan tersangka JN di rumahnya di Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. JN berperan sebagai orang yang mengambil sabu di tengah laut bersama dengan AM. Petugas gabungan juga menangkap SN yang berperan sebagai orang yang memindahkan sabu yang dibawa JN di speedboat untuk diberikan kepada HR. SN memindahkan sabu tersebut dengan cara meletakannya ke dalam sepeda motor milik HR yang terparkir di jalan di sekitar sungai Kuala Bagor pada saat terjadi transaksi narkotika antara HR dengan AM.

Petugas penyidik kembali menggali informasi dari tersangka AM dan hasilnya didapat bahwa tersangka AM sebelumnya telah mengambil sabu sebanyak 39 bungkus, seberat kurang lebih 39 kg di Perairan Selat Malaka bersama JN menggunakan speedboat menuju sungai Kuala Bago. AM kemudian menyruuh JN untuk menyimpan sabu sebanyak sepuluh bungkus di dalam kapal yang sedang diperbaiki di sekitaran sungai Kuala Bagok. Kemudian petugas penyidik melakukan penggeledahan terhadap kapal tersebut dan menemukan sabu sebanyak sepuluh bungkus seberat sepuluh kiloram di dalam kapal tersebut.

Berdasarkan hasil interogasi, tersangka AM bersama tersangka SN telah menyerahkan sabu kepada tersangka HR sebanyak 29 bungkus, namun yang berhasil disita hanya 19 bungkus seberat 19 kilogram. Atas keterangan tersangka AM tersebut, petugas gabngan kemudian kembali menggali informasi terhadap tersangka HR. dari informasi tersangka, dipeorleh bukti bahwa sisa sabu sebanyak sepuluh bungkus seberat sepuluh kilogram telah dikububr di pekarangan rumah SN di Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Dari hasil penggeledahan, petugas gabungan menemukan sabu sebanyak sebelas bungkus yang dikubur di dekat kandang ayam pekarangan rumahnya, di mana satu bungkus tambahannya merupakan sabu yang dikubur oleh SN pada saat transaksi sebelumnya.

Dari penindakan kali ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 40 kilogram narkotika jenis sabu, lima buah handphone dan dua unit speedboat serta meringkus empat tersangka. Keempat tersangka terjerat Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati. Seluruh barang bukti dan tersangka telah diserahterimakan ke BNN untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum. Dari informasi yang diperoleh petugas gabungan, keempat orang tersebut dikendalikan oleh seorang pelaku yang saat ini masih buron berinisial DB.

Menkeu menambahkan bahwa sinergi positif kedua instansi penegak hukum ini merupakan langkah nyata dalam pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia dalam pemberantasan peredaran narkotika di Indonesia. Menteri Keuangan mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat juga berperan aktif dalam melakukan pemberantasan peredaran narkotika dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum jika menemukan adanya upaya penyelundupan narkotika sekecil apapun.

[Redaksi] Sosialisasi & Pelatihan Sistem Aplikasi BC 3.3 & P3BET

[Redaksi] Sosialisasi & Pelatihan Sistem Aplikasi BC 3.3 & P3BET

0 komentar 30 dilihat

[Redaksi] Sosialisasi & Pelatihan Sistem Aplikasi BC 3 3 & P3BET

Sosialisasi Indentifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2018

Sosialisasi Indentifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2018

0 komentar 36 dilihat

Sosialisasi Indentifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2018