BC TERKINI

MUNASLUB APJP & Peresmian Kantor APJP

MUNASLUB APJP & Peresmian Kantor APJP

0 komentar 156 dilihat

Selasa 29 Agustus 2017 Bertempat di Gedung Dealer Operation Kaizen Division PT. Toyota-Astra Motor Jl. Gaya Motor Selatan No. 5 Sunter Jakarta Utara, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menghadiri acara Musyawarah Nasional Luar Biasa Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) ke -1 sekaligus Peresmian Kantor Sekretariat APJP. Acara ini merupakan bukti nyata dukungan positif Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam memberikan fasilitas terhadap Kemajuan Ekonomi Indonesia.

Direktur Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Fajar Doni mengungkapkan bahwa APJP  mempunyai peran penting dalam memajukan perekonomian Indonesia, berbagai masukan telah diterima dan ditindaklanjuti demi kemudahan jalur prioritas dari segi transformasi kelembagaan dan penerapan Fasilitas Autorized Economic Operator (AEO). “ saya berharap APJP akan menjadi Prime mover dalam memajukan perekonomian indonesia” beliau menyampaikan.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyampaikan bahwa jumlah penerimaan sebanyak 30 persen didapatkan melalui fasilitas AEO. Tentunya hal ini memberikan perubahan yang signifikan kepada perusahaan-perusahaan di indonesia dalam melakukan kegiatan usahanya. “ini akan semakin besar, dan saya berharap akan lebih besar kedepannya” Ujar beliau.

Sinergi Pengagalan penyeludupan Sabu di Aceh & Jagoi Babang

Sinergi Pengagalan penyeludupan Sabu di Aceh & Jagoi Babang

0 komentar 1749 dilihat

JAKARTA (23/08/2017) – Upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (sabu) oleh sindikat internasional jaringan Malaysia berhasil dibongkar oleh petugas Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia. Dalam kurun waktu dua minggu, petugas gabungan berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan sabu di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dan Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dari kedua aksi penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 57,54 Kilogram.
Atas informasi yang diperoleh dari masyarakat, pada hari Minggu (06/08), petugas gabungan Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat, BNN, dan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap seorang pelaku berinisial R yang diduga menyelundupkan sabu dari Kuching, Malaysia ke wilayah Indonesia melalui perbatasan Jagoi Babang. Petugas menangkap pelaku dengan barang bukti berupa 17 bungkus sabu seberat 17,54 Kilogram dan sebuah mobil minibus di daerah Ledo, Bengkayang.
Berdasarkan pengembangan penyelidikan petugas turut berhasil menangkap tiga orang tersangka di daerah Kelurahan Sebayok, Bengkayang. Para pelaku yang berhasil diamankan ketiganya berkewarganegaraan Malaysia, mereka adalah A yang merupakan kurir sekaligus checker, LUH sebagai penghubung antara pembeli narkotika dan supplier narkotika, serta CKH yang juga berperan sebagai supplier narkotika. Saat dimintai keterangan oleh petugas, pelaku berinisial CKH sempat menawarkan uang sebesar Rp10 miliar, namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh petugas. Dalam proses pengembangan kasus, dua pelaku berinisial CKH dan A berusaha melawan petugas, sehingga harus dilakukan tindakan tegas yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia. 
Selain itu juga petugas juga melakukan penangkapan terhadap MY, DZ, dan TF di depan Hotel Harris, Jalan Gajah Mada, Pontianak. Tersangka TF merupakan narapidana yang sedang ditahan di Rutan Kelas II Bengkayang. Dari kasus di Jagoi Babang petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 17,54 Kilogram, dua unit mobil, 18 unit telepon genggam, dan kartu identitas para pelaku
Tak berselang lama dari kasus di Jagoi Babang, pada hari Jumat (18/08), petugas gabungan Bea Cukai Aceh, BNN, dan Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam berhasil mengamankan sabu sebanyak 40 bungkus seberat 40 Kilogram. Tak hanya sabu, petugas juga menangkap lima pelaku berinisial M, Z, TM, S, dan MD di Jalan Lintas Medan – Aceh, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.
Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan jaringan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika dari Penang, Malaysia, didapatkan informasi bahwa akan adanya kegiatan penyelundupan sabu melalui jalur laut menuju NAD yang kemudian akan diedarkan di wilayah NAD, Medan, dan Jakarta. Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, mengungkapkan bahwa atas informasi tersebut petugas Bea Cukai, BNN, dan Polda NAD melakukan observasi dan surveillance. “Kegiatan pengawasan dilakukan sejak sabu tersebut masuk ke wilayah Indonesia melalui Pantai Idi Cut, Aceh Utara. Dari tempat tersebut petugas terus mengawasi pergerakan hingga dilakukan penangkapan pada hari Jumat (18/08),” ujarnya.
Petugas mendapati modus yang digunakan oleh jaringan ini adalah dengan menyelundupkan sabu dari Penang, Malaysia melalui jalur laut menuju Pantai Idi Cut, Aceh Utara oleh pelaku berinisial J dan D yang saat ini masih buron. Keduanya membawa sabu atas perintah pelaku berinisial TM yang berperan sebagai koordinator kurir dan pemilik kapal. Setelah sabu yang disembunyikan ke dalam dua buah tas itu sampai di wilayah NAD, M dan Z membawanya menggunakan kendaraan minibus dengan dikawal oleh TM dan S yang juga menggunakan sebuah kendaraan minibus. Dari pengakuan para pelaku, sabu tersebut akan dipindahtangankan kepada MD yang nantinya akan diserahkan kepada pelaku berinisial H yang merupakan pemilik sabu tersebut. Saat ini pelaku H masih berstatus dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), terakhir dirinya diketahui berlokasi di Biereun, NAD.
Heru menambahkan, hingga 22 Agustus 2017 Bea Cukai telah berhasil menggagalkan 163 kasus upaya penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor dengan berat total barang bukti mencapai 1.135 Kilogram. Untuk penyelundupan sabu sendiri, Bea Cukai telah berhasil mengamankan barang bukti dengan berat total mencapai 695,5 Kilogram. Upaya ini tentunya tidak terlepas dari sinergi yang dilakukan antar aparat penegak hukum dan informasi dari masyarakat dalam membantu petugas mengungkap praktik penyelundupan narkoba. “Bea Cukai akan terus memperkuat sinergi bersama para aparat penegak hukum, juga masyarakat dalam mengamankan wilayah Indonesia dari peredaran barang terlarang seperti narkotika,” pungkas Heru.

Rapat Koordinasi Fasilitas Kepabeanan 2017

Rapat Koordinasi Fasilitas Kepabeanan 2017

0 komentar 74 dilihat

Rapat Koordinasi Fasilitas Kepabeanan 2017

Penandatanganan MOU DJBC - PPATK

Penandatanganan MOU DJBC - PPATK

0 komentar 77 dilihat

Penandatanganan MOU DJBC - PPATK

Apel Pagi Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 72

Apel Pagi Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 72

0 komentar 93 dilihat

Jakarta (15/08) – Bertempat di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia diadakan Apel Pagi yang diikuti oleh seluruh Pejabat dan Pegawai DJBC di lingkungan Kantor Pusat. Sebagai pembina apel, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam amanatnya menyampaikan bahwa Deklarasi Bersama Kemenkeu beserta Aparat Penegak Hukum dalam program Penertiban Impor Berisiko Tinggi yang dilakukan pada tanggal 12 Juli 2017 yang lalu, merupakan sebuah momentum besar untuk melakukan perubahan. Hadirnya semua pimpinan lembaga penegak hukum di Indonesia  hendaknya menjadi pendorong semangat seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menegakkan aturan dan memberantas segala pelanggaran di lapangan.

Direktur Jenderal Bea dan cukai juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pejabat dan pegawai yang memiliki andil dalam pengungkapan dan penangkapan kapal “wanderlust” yang mengangkut 1 ton narkotika jenis methampethamine (shabu), pengungkapan kasus methampethamine (shabu) seberat 281.6 Kg di Pluit, serta usaha penggagalan pemasukan 1,2 juta ekstasi dari Belanda melalui Pantai Utara Tangerang, dan kasus-kasus lainnya.

“Sebagai pimpinan DJBC saya mengatakan bahwa rekan-rekan adalah pemilik institusi ini. Anak-anak muda yang ada di hadapan saya ini, kalian lah pewaris institusi Bea Cukai tercinta ini. Buatlah kami bangga menjadi senior-seniormu yang ada di depan ini, buatlah kami bangga, ketika kami sepuh, lemah dan tertatih ketika hadir di kantor ini, suatu hari nanti ”, ungkap Heru Pambudi.

Dalam penutupnya, Heru Pambudi mengajak kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia untuk menjadikan Penertiban Impor Berisiko Tinggi sebagai bentuk perjuangan untuk mengisi kemerdekaan. “Mari kita lakukan yang terbaik untuk organisasi, bangsa dan negara ini, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu meridhoi langkah kita”, pungkas Heru.

Apel pagi diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada pegawai teladan dan pegawai berprestasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Serah Terima Barang Tindak Kepabeanan dan Cukai

Serah Terima Barang Tindak Kepabeanan dan Cukai

0 komentar 99 dilihat

Jakarta (12/08/2017) – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai bersama kementerian dan lembaga terkait, serta para aparat penegak hukum telah meluncurkan program penertiban impor berisiko tinggi. Program tersebut bertujuan untuk menciptakan praktik bisnis yang adil dan menciptakan persaingan usaha yang sehat. Program tersebut tidak terbatas hanya itu, melalui program ini pemerintah juga bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap upaya penyelundupan barang larangan dan dibatasi.
Sinergi yang dijalin DJBC bersama aparat penegak hukum telah berhasil menggagalkan beberapa upaya penyelundupan barang larangan dan pembatasan. Pada Sabtu (05/08) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) telah menggagalkan upaya penyelundupan 6.900 botol minuman keras ilegal dan 58 pax cerutu yang datang dari Malaysia dan Singapura. Ribuan botol miras yang dimasukkan ke dalam 500 koper tersebut dibawa oleh delapan orang porter menggunakan kapal KMP Dorolonda dari Pelabuhan Kijang, Kepulauan Riau ke Pelabuhan Tanjung Priok.
Untuk melakukan pengembangan penelitian terhadap kasus ini, pada hari ini Sabtu 12 Agustus 2017 Ditpolair melakukan serah terima barang bukti 6.900 botol minuman keras dan 58 pax cerutu ilegal tersebut kepada Bea Cukai dalam hal ini adalah Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai bentuk profesionalisme dalam melakukan penindakan terhadap upaya barang-barang ilegal, mengingat penanganan dugaan pelanggaran atas barang kena cukai ilegal merupakan kewenangan Bea Cukai.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Oentarto Wibowo mengungkapkan, setelah dilakukan serah terima miras ilegal oleh pihak Kepolisian kepada Bea Cukai, pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut. “Bea Cukai akan melakukan penelitian lebih lanjut guna menemukan kemungkinan terjadinya pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa penelitian akan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No.10 Tahun 1995 jo. Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 jo. Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Breakfast Meeting Forum Supply Chain Indonesia

Breakfast Meeting Forum Supply Chain Indonesia

0 komentar 99 dilihat

JAKARTA – Untuk mendapatkan masukan dari para pelaku usaha tentang kondisi terkini terkait perkembangan logistik dan mendengarkan harapan asosiasi yang bergerak di bidang logistik atas program Bea Cukai, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengundang anggota Forum Supply Chain Indonesia dalam acara Breakfast Meeting di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa (08/08).

Pemberian Penghargaan Keberhasilan Pengungkapan Kasus Narkotika Satu Ton

Pemberian Penghargaan Keberhasilan Pengungkapan Kasus Narkotika Satu Ton

0 komentar 314 dilihat

Selasa (08/08) - Atas keberhasilan dari Sinergi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas pengungkapan kasus narkotika jenis sabu seberat 1 (satu) Ton beberapa waktu lalu, bertempat di Gedung BPMJ Polda Metrojaya Jakarta Selatan dilaksanakan acara pemberian penghargaan yang dihadiri oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Harry Mulya, Kepala Kantor Wilayah Jakarta Oentarto Wibowo, segenap pejabat dan pegawai dari Subdit Narkotika DJBC.

Acara dibuka oleh Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Nico Afinta dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis.
Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan secara simbolis kepada segenap anggota dari Polri dan DJBC yang diwakili oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Harry Mulya.

Talkshow Kanal BC Radio - Peserta JCMMP

Talkshow Kanal BC Radio - Peserta JCMMP

0 komentar 214 dilihat

Talkshow Kanal BC Radio - Peserta JCMMP