BC TERKINI

Perjanjian Kerja Sama Bea Cukai dengan Dukcapil

Perjanjian Kerja Sama Bea Cukai dengan Dukcapil

0 komentar 106 dilihat

Dalam rangka untuk optimalisasi pengawasan, pelayanan dan penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai serta melihat potensi pemanfaatan database kependudukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menandatangani perjanjian kerja sama di Kantor Pusat Bea Cukai,  23 April 2019.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengungkapkan dengan adanya sinergi antar kedua instansi ini sangat membantu kinerja Bea Cukai baik dari segi pengawasan dalam hal pengawasan barang penumpang, transnational crime dan penagihan kepabeanan dan cukai serta dalam hal pelayanan publik seperti registrasi pengguna jasa dibidang Kepabeanan dan Cukai.

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini Ditjen Dukcapil sebagai pengelola database kependudukan akan memberikan akses kepada DJBC atas data-data kependudukan yang dibutuhkan, sebaliknya, DJBC akan memberikan feedback berupa data-data kepabeanan dan cukai untuk melengkapi database kependudukan yang dimiliki Ditjen Dukcapil.


Pertandingan Persahabatan Peringati HUT PPATK Ke 17

Pertandingan Persahabatan Peringati HUT PPATK Ke 17

3 komentar 83 dilihat

Dalam rangka memperingati HUT ke-17, PPATK mengadakan pertandingan sepakbola persahabatan antara exsecutive Kementerian Keuangan, PPATK, BPK serta OJK, pada hari Jum'at 12 April 2019 di Stadion Bea Cukai Rawamangun
Pertandingan dibuka dengan sambutan dari masing-masing pewakilan instansi.. yang menyampaikan harapan dengan adanya pertandingan ini, selain untuk menumbuhkan jiwa sportifitas, dapat meningkatkan sinergitas antar instansi. 
Pertandingan sepakbola dimulai dan berhasil mempertemukan Tim Kemenkeu dan OJK di babak final. Melalui adu finalti, Tim Kemenkeu berhasil keluar sebagai juara pada pertandingan hari ini. 
Pertandingan diakhiri dengan pembagian piagam kepada masing-masing Tim dan pemain terbaik. Akhir acara Ketua PPATK, Ahmad Baddarudin menyampaikan harapan agar silahturahmi seperti ini dapat terus berlanjut. 

Kunjungan STEI Rawamangun

Kunjungan STEI Rawamangun

4 komentar 89 dilihat

Kantor Pusat Bea dan Cukai menerima Kunjungan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, pada tanggal 11 April 2019. Kunjugan yang diikuti oleh mahasiswa Program Diploma III Manajemen Perdagangan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Layanan Informasi, Mufthi Arkan. 
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai oleh Kepala Seksi Edukasi Masyarakat, Trioria Renova. Mahasiswa yang hadir pun turut aktif melaksanakan sesi tanya jawab. Di penghujung acara Mahasiswa diajak untuk mengunjungi layanan informasi Contact Center Bravo Bea dan Cukai.  Diharapkan kunjungan ini dapat menambah wawasan Mahawasiswa, terkait tugas dan Fungsi Bea dan Cukai, serta peran Bea dan Cukai dalam dunia Industri Perdagangan Internasional.

Kunjungan Korea Indonesia Youth Associaton (KIYA)

Kunjungan Korea Indonesia Youth Associaton (KIYA)

2 komentar 95 dilihat

Korea Indonesia Youth Association (KIYA) bersilaturahmi ke Kantor Pusat Bea Cukai 09 April 2019.Silaturahmi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara Bea Cukai dengan Asosiasi Pengusaha Muda Korea 
Direktur Fasilitas Kepabeanan, Oentarto Wibowo menyambut hangat kedatangan KIYA dan menjelaskan Organisasi Bea Cukai di Indonesia serta fasilitas kepabeanan secara garis besar.
Chairman of KIYA, Chandra mengungkapkan dengan adanya pertemuan ini, mampu terjalin jaringan yang baik
Bea Cukai selalu terbuka kepada siapa saja yang ingin berkonsultasi maupun berdiskusi terkait peraturan yang ada, dan memberikan kemudahan dengan fasilitas yang telah diberikan. 

Nota Kesepahaman Sinergi Pelayanan Bea Cukai dan Karantina

Nota Kesepahaman Sinergi Pelayanan Bea Cukai dan Karantina

2 komentar 511 dilihat

Dalam rangka memperkuat Sinergitas Pelayanan Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ), dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Karantina Pertanian, Badan Karantina Ikan, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Jumat, 5 April 2019, di Kementerian Pertanian. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama dalam rangka Pelayanan dan Pengawasan Impor dan Ekspor Komoditas Wajib Periksa Karantina. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bdaan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Kepala Pusat Karantina Ikan, Riza Priyatna, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, dan perwakilan kementerian, Lembaga atau asosiasi terkait.
Ali Jamil, menyampaikan bahwa manfaat dari sinergi ini yaitu dari segi pertukaran data untuk pelayanan maupun  pengawasan, penguatan pemeriksaan secara terintegrasi melalui Indonesia Single Risk Management dalam Indonesia National Single Window (INSW), dan pemanfaatan bersama sarana dan prasarana pemeriksaan.
Heru Pambudi, menyampaikan bahwa tindak lanjut yang diharapkan dari nota kesepahaman ini yaitu single submission, single inspection, dan single profile, yang akan menghasilkan data tunggal, kemudahan dalam memberikan pelayanan dan pengawasan, kecepatan proses, dan penekanan biaya. Yang diharapkan dapat meningkatkan ekspor demi menstabilkan neraca perdagangan, dan dalam hal impor, dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang optimal.
Diharapkan, dengan sinergi yang baik, Indonesia akan lebih unggul dan makmur.

[REDAKSI] Penandatangan Perjanjian Kerjasama Antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan

[REDAKSI] Penandatangan Perjanjian Kerjasama Antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan

1 komentar 73 dilihat

Dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan yang diadakan di Gedung Bank Indonesia, tepatnya di Ruang Graha Tirta Empul lantai 3. Bank Indonesia yang diwakili oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto dan Kementerian Keuangan diwakili oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi serta Direktur Jenderal Pajak, Robert Pakpahan bergantian melakukan penandatanganan perjanjian tersebut.
Penandatanganan Perjanjian kerjasama yang dilaksanakan hari ini, merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yg ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan Gubernur BI pada tgl 7 Januari 2019.
Kegiatan ini mengawali Pembangunan Sistem Informasi Monitoring Devisa Terintegrasi Seketika (SiMoDIS), yg dengan adanya sistem ini diharapkan dapat terwujud mekanisme control atas nilai pabean, serta profiling importir/eksportir yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bea Cukai menyampaikan pentingnya sinergi antara DJBC - BI , sebagaimana telah terlaksana joint antara DJP - DJBC.Ke depannya , Heru Pambudi juga menyampaikan pentingnya adanya sistem single reward dan punishment antara BI - DJP - DJBC sbg efek diimplementasikannya SiMODIS ini.

Penandatanganan MoU DJBC-DAGLU-INSW dengan Korea Customs Service

Penandatanganan MoU DJBC-DAGLU-INSW dengan Korea Customs Service

11 komentar 138 dilihat

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Korea Customs Service, telah melaksanakan pertemuan bilateral ke 5 dalam pembaharuan penandatangan nota kesepahaman pada Senin, 1 April 2019, di Bali.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menyampaikan  bahwa pembaharuan nota kesepahaman ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerjasama antara pemerintah Korea dengan Indonesia.
Commissioner of Korean Customs Service, Kim Yung-Moon, berharap kerjasama bilateral ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea.
Pada rangkaian kegiatan selanjutnya pada Selasa, 2 April 2019, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, serta Indonesian Single Window  meresmikan penandatanganan MoU Electronic - Certificate of Origin dengan pihak Korea Customs Service.
Heru Pambudi menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini akan memudahkan para pengguna jasa dalam menggunakan fasiltas FTA, mengurangi biaya dan waktu, serta mencegah terjadinya pemalsuan Certificate of Origin (COO).
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan, Kepala Pengelola Portal Indonesian Single Window, Djatmiko, serta Kim Yung-Moon, menyampaikan apresiasi terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan mengharapkan kelancaran dalam proses kedepannya.

Sinergi Kementerian Keuangan, Kemenpan RB, BPK, dan PPATK melalui Pertandingan Persahabatan

Sinergi Kementerian Keuangan, Kemenpan RB, BPK, dan PPATK melalui Pertandingan Persahabatan

0 komentar 61 dilihat

Dalam rangka menjalin sinergi yang baik, Pertandingan Olahraga Persahabatan kembali digelar untuk yang ketiga kalinya antara Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada Jumat, 29 Maret 2019 di Sation Utama Gelora Bung Karno. Trofeo kali ini berupa pertandingan sepakbola, yang turut diikuti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Selama ini Kementerian Keuangan, BPK, dan PPATK selalu berkordinasi dan bekerjasama dengan baik dalam melakukan pengawasan terkait transaksi keuangan maupun internal. Sinergi yang baik ini mencerminkan koordinasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung untuk memperkuat sinergi demi bangsa dan negara.

Sosialisasi Monitoring melalui Electronic Data Processing

Sosialisasi Monitoring melalui Electronic Data Processing

1 komentar 69 dilihat

Jakarta (28/3) - Sebagai salah satu bentuk dari tata nilai budaya (Authorized Economic Operator) AEO Indonesia yakni “partnership” antara para pelaku usaha dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), sekaligus sebagai implementasi dari perlakuan kepabeanan tertentu yang diberikan kepada perusahaan AEO, DJBC menyelenggarakan acara Sosialisasi Monitoring melalui Electronic Data Processing (EDP) di Kantor Pusat Bea Cukai (28/3). Sebanyak 110 perusahaan yang ditetapkan sebagai AEO sudah merasakan berbagai manfaat baik berupa kemudahan dalam penyederhanaan prosedur kepabeanan (tangible benefit) maupun manfaat lain yang diperoleh sejak ditetapkan menjadi AEO (in-tangible benefit). Oleh karena itu dengan diperolehnya manfaat atau kemudahan-kemudahan tersebut maka harus disertai dengan pelaksanaan tanggung jawab sebagai AEO. “Bea Cukai menjalankan fungsinya sebagai trade fasilitator, dan dalam menyambut era industry 4.0 akan memfasilitasi pengguna jasa dengan berbagai program yang salah satunya adalah program e-audit yang implementasinya melalui mekanisme monitoring melalui Electronic Data Processing (EDP)”, ujar Direktur Teknis Kepabeanan, Fajar Donny. Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pelaksanaan Audit II, Puguh Wiyatno, menjelaskan mekasnisme monitoring e-audit yaitu dengan pengumpulan informasi yang bersumber dari pihak pengguna jasa, internal dan eksternal serta melakukan pengevaluasian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan berbantuan komputer dan melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut. Diharapkan dengan Sosialisasi Monitoring melalui EDP ini memudahkan Bea Cukai dan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawabnya.