BC TERKINI

[Redaksi] Kunjungan Kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani

[Redaksi] Kunjungan Kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani

0 komentar 19 dilihat

BADUNG (11/04/2018) – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, dalam melakukan kunjungan kerja ke Bali dalam rangka menghadiri Indonesia Africa Forum di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) sebagai salah satu panelis pembicara pada forum tersebut pada hari Selasa (10/04). Selepas dari acara tersebut, Sri Mulyani didampingi oleh Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, beserta beberapa pejabat Eselon I Kementerian Keuangan memberikan pengarahan kepada perwakilan Pejabat dan Pegawai Kementerian Keuangan di Provinsi Bali di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai. Dalam pengarahan tersebut, Sri Mulyani mengucapkan selamat terhadap seluruh jajaran Kementerian Keuangan di provinsi Bali karena senantiasa melaksanakan tugasnya dalam menjaga dan mengelola keuangan Negara yang diakuinya tidak mudah untuk dilakukan sebagaimana disampaikan pada pembukaan pidatonya. “Ibu Menteri Keuangan pada dasarnya menyampaikan update informasi terkait apa yang dilakukan pemerintah dan alasannya, tindakan yang perlu dilakukan para jajaran Kementrian Keuangan dalam mengahadapi tantangan yang beragam, dan harapan kedepannya bagi para jajarannya tersebut terhadap perekonomian Indonesia.” jelas Himawan Indarjono Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai.Berdasarkan pemaparan dalam pidato yang disampaikan oleh Sri Mulyani, saat ini ekonomi Indonesia sudah tumbuh lebih baik di tahun 2018 dan memasuki momentum yang kuat dengan kesempatan yang lebih besar untuk meningkat lebih tinggi. Kesempatan tersebut dapat diraih dengan memiliki sistem dengan akuntabilitas dan kredibilitas yang baik untuk memacu pertumbuhan perekonomian yang semakin tinggi dengan kualitas yang baik pula. Dihadapan perwakilan pegawai dan pejabat Kementerian Keuangan di Provinsi bali, Menteri Keuangan menyampaikan harapannya agar seluruh anggota Kementerian Keuangan kedepannya agar tidak hanya datang pagi, pulang malam, dan terima gaji begitu saja. “Pegawai dilingkungan Kementerian Keuangan haruslah menjadi pejuang atau fighter dalam memajukan dan melindungi Negara ini. Bahkan tugas terkecil bernilai begitu penting.” Ujar Sri Mulyani dalam arahannya. Lebih lanjut Sri Mulyani menekankan pentingnya peranan setiap individu dan kerja sama diantaranya yang bekerja pada Kementerian Keuangan. “Ibarat dalam satu tubuh, fungsi anggota tubuh apabila dikurangi satu organ saja akan memberi pengaruh atau dampak pada tubuh itu sendiri. Anda merasa sebagai jantung dan berperan paling keren dan paling penting. Ya tidak apa-apa jantung berdegup tapi kalau paru-parunya bolong? atau kalau perutnya juga bolong. Untuk apa?” seru Sri Mulyani Menteri Keuangan juga menekankan pentingnya mempermudah birokrasi dan perizinan serta memperbaiki pelayanan atau asistensi terhadap para investor, terutama investor Indonesia, dan usaha kecil menengah. Menurutnya hal ini adalah perkerjaan bagi seluruh individu, terutama Kementerian Keuangan, agar secara bersama bersinergi dengan kementerian dan institusi lainnya dalam membantu menciptakan kesempatan kerja, memerangi kemiskinan, dan memeratakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia yang terpencil atau terpelosok.

[Redaksi] Customs Goes To School Pangkalan Bun

[Redaksi] Customs Goes To School Pangkalan Bun

0 komentar 19 dilihat

Pada hari Rabu (04/04/2018), bertempat di Aula SMAN 1 Pangkalan Bun, Bea Cukai Pangkalan Bun menyeleggarakan acara Customs Goes to School.  Customs Goes To School merupakan salah satu program sosialisasi dari Direktorat Jenderal Bea Cukai dalam rangka memperkenalkan institusi Direktorat Jenderal Bea Cukai kepada masyarakat umum di kalangan dunia pendidikan.SMAN 1 Pangkalan Bun yang terletak di Jl. Alipandi, Pangkalan Bun, merupakan SMA Negeri yang  tertua di Pangkalan Bun. SMA ini merupakan salah satu SMA favorit di Pangkalan Bun. Banyak lulusan SMAN 1 Pangkalan Bun yang melanjutkan jenjang pendidikannya ke perguruan-perguruan tinggi terbaik di Indonesia.Untuk acara Customs Goes to School ini, Bea Cukai Pangkalan Bun mengangkat tema #FutureCustomsOfficer. Jadi selain sesuai dengan tujuan kegiatan Customs Goes to School itu sendiri, yakni memperkenalkan institusi Direktorat Jenderal Bea Cukai kepada para siswa, Customs Goes to School kali ini  juga sebagai media menarik minat siswa-siswa untuk menjadi pegawai Bea Cukai di masa depan. Perlu diketahui bahwa saat ini di KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun, mayoritas pegawainya adalah pegawai yang berasal dari Jawa. Harapannya, nantinya akan ada putra daerah yang dapat mengisi jabatan di KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun. Hal ini juga sejalan dengan sudah adanya pengumuman dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  tentang penerimaan calon siswa-siswi pada lembaga pendidikan kedinasan, salah satunya PKN STAN, sehingga dalam acara ini juga disampaikan tentang lembaga pendidikan PKN STAN sebagai referensi jenjang pendidikan setelah lulus SMA nantinya.Acara yang dihadiri oleh 236 siswa kelas XII ini dipandu oleh MC Dewanti Yanuarsari dan Boby Febriyan Ramadhan. Diawali dengan sambutan oleh kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Bun, Ujang Sukiman dan sambutan Kepala Kantor KPPBC TMP C Pangkalan Bun, Nurtanti Widyasari. Dalam sambutannya, beliau berharap dengan terselenggaranya acara ini dapat menambah informasi siswa tentang pilihan jenjang lanjutan setelah lulus SMA bagi siswa kelas XII yang baru akan melaksanakan UNBK s.d. tanggal 12 April nanti.Acara tersebut dibagi menjadi 3 sesi utama, yakni Materi Pengenalan Bea Cukai, yang disampaikan oleh  Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai II, Hendro Endrikho I J Jayanata, pengenalan PKN STAN oleh Muhammad Fahrurrizal dan Irma Savitri Ramadyani, serta Sharing session dan motivasi oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis, Rini Setiyowati.Pada sesi pengenalan Bea Cukai, disampaikan tentang profesi Bea Cukai seperti apa, sekilas tentang reformasi Direktorat Jenderal Bea Cukai, dan tentang program pemberantasan rokok illegal yang sedang digalakkan DJBC. Pada sesi pengenalan PKN STAN disampaikan tentang lembaga pendidikan PKN STAN, syarat-syarat penerimaannya, dan bagaimana sistem pendidikannya, serta keunggulan-keunggulannya. Serta selanjutnya sesi sharing session dan motivasi disampaikan motivasi untuk siswa kelas XII yang akan menghadapi UNBK minggu depannya, juga sebagai sesi untuk siswa tanya jawab tentang materi yang sudah disampaikan.Guna memeriahkan acara tersebut juga diadakan quiz interaktif, games-games menarik dan music performance oleh tim dari Bea Cukai Pangkalan Bun. Acara ditutup dengan pemberian plakat dan piagam oleh Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Bun serta doa yang dibawakan oleh Bapak Sujoko.Harapannya, semoga dengan diselenggarakannya acara Customs Goes to School ini dapat menjadi jalan memperkenalkan Bea Cukai kepada masyarakat umum dan menambah pengetahuan masyarakat dunia pendidikan tentang peran dan andil bea cukai bagi pembangunan negara dan dunia pendidikan khususnya. Juga tentunya dapat menjadikan putra-putra daerah Pangkalan Bun menjadi Future Customs Officer.

[Redaksi] Pemusnahan Rokok Ilegal

[Redaksi] Pemusnahan Rokok Ilegal

0 komentar 24 dilihat


10 April 2018, pukul 09.00 WIB, bertempat di lapangan PT. Pelindo yang terletak berseberangan dengan KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun, dilaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari Barang Hasil Penindakan. Barang Hasil Penindakan yang dimusnahkan berupa rokok ilegal.Acara yang dihadiri oleh beberapa instansi pemerintahan di daerah Kotawaringin Barat ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilakukan oleh semua petugas dan undangan yang hadir. Selanjutnya acara dibuka dengan sambutan Kepala Kantor, Nurtanti Widyasari, yang menyampaikan bahwa BMN yang dimusnahkan tersebut adalah hasil penindakan Bea Cukai Pangkalan Bun di wilayah Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara kurun waktu tahun 2015 s.d. 2017. Barang hasil penindakan berupa rokok ilegal berbagai jenis merk dengan modus-modus pelanggaran seperti : tanpa Pita Cukai (Polos), dilekati Pita Cukai Palsu, dan dilekati Pita Cukai Bekas. Atas penindakan sebagaimana dimaksud telah ditetapkan sebagai Barang yang Dikuasai Negara (BDN) yang selanjutnya ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN). Total Barang Kena Cukai yang dimusnahkan dalam acara tersebut adalah sejumlah 309.016 batang dengan nilai barang Rp 135.108.100,00 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 99.348.680,00.Selanjutnya puncak acara pemusnahan ditandai dengan pembakaran rokok-rokok ilegal pada tong pembakaran oleh kepala kantor dan para tamu undangan.Kegiatan pemusnahan yang dilakukan ini juga sejalan dengan kegiatan Operasi Gempur yang sedang digalakkan Direktorat Jenderal Bea Cukai secara nasional. Tujuannya adalah untuk menekan tingkat peredaran Barang Kena Cukai (BKC ) Ilegal, sehingga dapat memberikan situasi yang kondusif kepada peredaran BKC yang legal dan nantinya akan berdampak pada kenaikan penerimaan cukai.

Sosialisasi Kebijakan Teknologi Informasi dan Komunikasi DJBC

Sosialisasi Kebijakan Teknologi Informasi dan Komunikasi DJBC

0 komentar 27 dilihat

Sosialisasi Kebijakan Teknologi Informasi dan Komunikasi DJBC

Kuliah Umum Menteri Keuangan Republik Indonesia

Kuliah Umum Menteri Keuangan Republik Indonesia

0 komentar 18 dilihat

Kuliah Umum Menteri Keuangan Republik Indonesia

[Redaksi] Bea Cukai Ungkap Sindikat Penjual Rokok Ilegal

[Redaksi] Bea Cukai Ungkap Sindikat Penjual Rokok Ilegal

0 komentar 24 dilihat

Manado (03/04/2018) – Dalam rangka meningkatkan kepatuhan pengusaha barang kena cukai hasil tembakau (rokok) dan menekan peredaran rokok ilegal, sehingga memberikan situasi kondusif terhadap peredaran rokok yang telah memenuhi ketentuan di bidang cukai, Bea Cukai melakukan operasi pengawasan barang kena cukai secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah Indonesia, melalui Operasi Gempur. Operasi Gempur yang digelar di wilayah Provinsi Sulawesi Utara oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, yang terdiri dari Satuan Kerja (Satker) Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Bea Cukai Bitung, dan Bea Cukai Manado, telah berhasil mengungkap sindikat pengedar rokok ilegal dengan modus menjual dan mengedarkan barang kena cukai jenis hasil tembakau yang dilekati pita cukai palsu. Bahkan merek rokoknya juga diduga dipalsukan.Dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa (03/04), Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun, mengungkapkan kronologi penindakan rokok dengan jumlah total barang bukti 450.400 batang rokok ilegal. “Pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 di Kotamobagu telah dilakukan penindakan terhadap mobil yang dikendarai tersangka DEM (45). Petugas menemukan 64.000 batang rokok merek 86 dan 2.400 batang rokok merek Esco Bar yang dilekati dengan pita cukai palsu. Selang satu hari, kami melakukan pengembangan penindakan terhadap tempat penyimpanan/penimbunan di Maumbi, Minahasa Utara, dan berhasil mengamankan 32.000 batang rokok merek Esco Bar yang dilekati dengan pita cukai palsu,” jelasnya.Dari keterangan tersangka DEM, semua barang bukti tersebut adalah milik MP (38), yang melakukan pembelian ke Jawa Timur. Berdasarkan alat bukti yang dimiliki, penyidik melakukan pengejaran terhadap MP dan MP berhasil ditemukan di salah satu restoran di Kawasan Megamas. Berdasarkan pemeriksaan terhadap MP dan alat bukti yang ada, ditemukan cukup bukti untuk menetapkan MP sebagai tersangka. Dari penangkapan, MP menyerahkan barang bukti yang masih dikuasai berupa 352.000 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) merek 86 kepada penyidik. Diperkirakan, barang bukti yang diamankan senilai Rp317.532.000,- dan kerugian negara dari cukai dan PPN Hasil Tembakau sebesar Rp195.953.276,-. Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka, diperoleh fakta bahwa yang bersangkutan telah melakukan aksinya sejak Desember 2017 dengan mendatangkan rokok ilegal tersebut 15 (lima belas) kali dengan total nilai barang Rp1.450.400.000,- sehingga kerugian negara diperkirakan sebesar Rp1.705.454.800,-. Selain kerugian negara, terdapat juga kerugian imaterial berupa penipuan yang berimbas pada kesehatan konsumen. “Sebagai tindak lanjut kasus, barang hasil penindakan telah diserahterimakan ke Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara untuk selanjutnya dilakukan pengembangan kasus. Adapun kedua tersangka saat ini sudah dititipkan di Rutan Kelas II A Manado,” ujar Cerah Bangun.

[Redaksi] Sinergi Bea Cukai & Polairud

[Redaksi] Sinergi Bea Cukai & Polairud

0 komentar 20 dilihat

Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi lain, Bea Cukai Belawan menerima kunjungan praktik Peserta Pelatihan Fungsi Polairud Bintara Pencegahan Tindak Pidana Penyelundupan di Perairan pada hari Selasa, 27 Maret 2018. Bertempat di Aula lantai 3, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Haryo Limanseto. Dalam sambutannya, Haryo menyampaikan pentingnya untuk senantiasa bersinergi antar instansi aparat penegak hukum dalam mengawasi perairan mengingat luasnya wilayah Indonesia serta makin beragamnya cara penyelundup memasukkan barangnya ke Indonesia. Pemaparan materi mengenai fungsi pengawasan, penindakan di bidang Kepabeanan dan Cukai serta pemberantasan penyelundupan, disampaikan oleh Kasubsi Penindakan II, Muhammad Syahputra. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para peserta mendapatkan gambaran singkat mengenai fungsi dan tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait pengawasan dan penindakan atas keluar masuknya barang-barang dari dan keluar negeri. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Pangkalan Sarana Operasi Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara. Sekaligus pemaparan singkat mengenai kondisi tugas dilapangan serta titik-titik rawan penyelundupan di perairan.

[Redaksi] Pemberian Penghargaan Pengguna Jasa

[Redaksi] Pemberian Penghargaan Pengguna Jasa

0 komentar 17 dilihat

Bertempat di Aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Bontang, diselenggarakan acara Apresiasi kepada Pengguna Jasa dan Sosialisasi Kepabeanan dan Cukai. Acara dihadiri oleh perwakilan eksportir, importir, pengangkut, perusahaan pengurus jasa kepabeanan (PPJK), dan instansi pemerintahan di Wilayah Kota Bontang sebagaimana terlampir. Apresiasi tersebut diberikan berdasarkan capaian realisasi penerimaan Bea Cukai Bontang selama tahun 2017. Dari Target Penerimaan sebesar Rp19.821.714.000, realisasi penerimaan Bea masuk dan pabean lainnya tercapai Rp39.902.177.922 atau 201,30% dibandingkan total target penerimaan. Capaian penerimaan tersebut tidak terlepas dari peran aktif para pengguna jasa kepabeanan. Atas kontribusi tersebut Bea Cukai Bontang memberikan penghargaan untuk perusahaan pengguna jasa kepabeanan sebagai kontributor pencapaian target penerimaan Bea Cukai Bontang Tahun 2017 dalam tiga kategori. Dari tiga kategori yang diberikan, PT Pertamina meraih dua penghargaan sebagai Kontributor Penerimaan Bea Masuk Terbesar dan Kontributor Penerimaan Devisa Ekspor Terbesar, sedangkan PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai peraih penghargaan Kontributor Pajak Dalam Rangka Impor (PPN impor & PPh impor) Terbesar. Materi sosialisasi yang disampaikan oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan terkait Penyederhanaan Tata Niaga Impor Pengalihan Pengawasan Border ke Post Border dan Perlakuan Perpajakan atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce). Secara garis besar sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyosialisasikan Implementasi Paket Kebijakan Ekonomi XV terkait Simplifikasi Tata Niaga Impor yang diharapkan dapat mendukung iklim investasi di dalam negeri, menurunkan logistic cost, dan menurunkan dwelling time. Acara juga dimeriahkan oleh Tari Burung Enggang sebagai tarian penyambutan oleh pegawai Bea Cukai Bontang. Acara ditutup dengan foto bersama para pemenang nominasi penghargaan, dan dilanjutkan dengan ramah tamah.

[Redaksi] Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal

[Redaksi] Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal

0 komentar 82 dilihat

Sesuai dengan Surat Perintah operas1 penindakan di b1dang kepabeanan dan

cukai periode Bulan Maret B1dang Pemndakan dan Penyidikan dt Kantor Wilayah

Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan nomor SPRINT-022/WBC.15/BD 04/2018

tanggal 28 Februari 2018 dan Surat Perintah operasi penindakan di bidang

kepabeanan dan cukai periode Bulan Februari Seksi Penindakan dan Penyidikan di

KPPBC TMP B Banjarmasin nomor SPRINT -0124/WBC.15/KPP.MP.01/2018 tanggal

28 Februari 2018, dilakukan operas1 penmdakan barang kena cukai ilegal di w1layah

ker)a Bea Cukai Banjarmasin Hal ini adalah upaya Bea Cukai untuk terus menerus

menekan beredamya barang kena cukat illegal di masyarakat sejalan dengan fungsi

Bea dan Cukat sebagai Community Protector dan Revenue Collector

Operasi yang dilakukan pada bulan Maret 2018 menghasilkan 3

(ttga)pemndakan terhadap barang kena cukai ilegal yang d1duga mengandung unsur

tindak p1dana cukai