BC TERKINI

Peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) Sorong

Peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) Sorong

0 komentar 212 dilihat

Bea Cukai telah meluncurkan fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) sebagai bentuk kemudahan kepada para pelaku usaha guna menurunkan biaya logistik di Indonesia. Seiring dengan semangat awal dibentuknya PLB dalam mewujudkan Indonesia menjadi hub logistik nasional dan Asia Pasifik, Bea Cukai akan mengembangkan PLB untuk menjadi tempat penimbunan barang-barang yang akan didistribusikan ke dalam negeri, tidak terbatas hanya pada industri
PLB merupakan sebuah jawaban atas tantangan untuk membuat logistik di negara ini semakin murah dan mudah. Ke depannya Bea Cukai kedepannya Bea Cukai akan terus menggiatkan para pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas fiskal dan prosedural dari PLB. Bea Cukai telah menginventarisir permasalahan yang masih terjadi selama satu tahun ini dan telah mengambil langkah untuk memperbaikinya. Untuk meningkatkan efektivitas upaya perbaikan PLB, Bea Cukai telah menjalin koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga lain.
Untuk semakin meningkatkan pemanfaatan PLB, kali ini Bea Cukai kembali meresmikan satu lagi PLB yang didirikan oleh PT. Cipta Krida Bahari pada hari Kamis (20/07) di Sorong Papua Barat. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku, Papua, dan Papua Barat, serta perwakilan dari SKK Migas, Pejabat, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat Umum di Sorong.
Peluncuran PLB di Sorong merupakan salah satu bentuk cita-cita Bea Cukai dalam memberdayakan seluruh wilayah Indonesia menjadi hub logistik di Asia Pasifik. Tak hanya itu, dengan adanya PLB di daerah-daerah terpencil diharapkan dapat turut mendukung pembangunan daerah tersebut, serta dapat mengoptimalkan sisi pendapatan daerah.

Konferensi Pers Penindakan 45,59 Kg Shabu

Konferensi Pers Penindakan 45,59 Kg Shabu

0 komentar 239 dilihat

Jakarta (17/07/2017)– Petugas gabungan Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kepolisian Republik Indonesia berhasil gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis metamphetamine (sabu) dengan berat brutto 45,59 kilogram. Sabu yang berasal dari Malaysia tersebut berhasil diamankan oleh petugas gabungan di daerah Pantai Cermin, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/07).

Penangkapan ini berawal dari informasi BNN, bahwa adanya dugaan penyelundupan narkotika yang berasal dari Malaysia menuju Indonesia melalui perairan pesisir timur Sumatera Utara. Berdasarkan informasi tersebut, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara melakukan koordinasi dengan BNN dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melakukan operasi terpadu dalam rangka mengantisipasi penyelundupan narkotika tersebut.Dari hasil penyelidikan dan pengintaian terhadap pelaku yang dicuirigai sebagai pelaku penyelundup narkotika, diketahui bahwa narkotika dibawa dari Malaysia menggunakan kapal laut menuju Kuala Tanjung Sumatera Utara, lalumenuju Pantai Cermin Serdang Bedagai dengan menggunakan speedboat.

“Setelah tim operasi memastikan target pelaku telah melakukan transaksi narkotika, tim melakukan penangkapan di area parkir SPBU 14205156 Pasar Bengkel di Perbaungan. Dalam operasi penangkapan, tim berhasil mengamankan tiga pelaku berikut 44 kg sabu,” ungkap Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi.

Ditambahkan Heru, dari keterangan tiga tersangka, petugas gabungan melakukan pengembangan kasus ke Jalan Lintas Sumatera danberhasil mengamankan tujuh orang tersangka lainnya. Saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas gabungan, dua orang tersangka, BJ dan MS melakukan perlawanan, sehingga diambil tindakan tegas oleh petugas gabunganyang menyebabkan kedua tersangka meninggal dunia.Sebagai tindak lanjut kasus, petugas gabungan mengamankan para tersangka dan barang bukti berupa 44 kilogram sabu, 4 unit sepeda motor, 3 unit minibus, beberapa kartu identitas, serta satu pucuk senjata api, dan peluru ke Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Konferensi Pers Pengungkapan Kasus 1 Ton Narkoba

Konferensi Pers Pengungkapan Kasus 1 Ton Narkoba

0 komentar 508 dilihat

Jakarta, 20 Juli 2017 – Wilayah perairan Indonesia yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri bagi para aparat penegak hukum dalam mengawasi dan memberantas upaya penyelundupan barang larangan dan dibatasi. Tidak hanya dituntut untuk selalu sigap dan waspada, para aparat penegak hukum juga harus mengedepankan upaya sinergi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Kali ini, sinergi positif antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kepolisian Republik Indonesia (POL   RI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil melakukan penindakan terhadap kapal “Wanderlust” pada hari Sabtu (15/07). Kapal tersebut merupakan kapal pengangkut satu ton narkotika jenis methampethamine (sabu) yang kasusnya telah berhasil diungkap sebelumnya pada hari Kamis (13/07) di daerah Serang, Banten.

Penangkapan terhadap kapal “Wanderlust” diawali dari informasi yang diberikan pihak POLRI bahwa kapal beserta awaknya diduga kuat akan melarikan diri ke Taiwan. Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, pihak POLRI melakukan koordinasi dengan DJBC guna melakukan pencarian dan penegahan terhadap kapal tersebut. Informasi awal yang diperoleh DJBC menyatakan bahwa kapal “Wanderlust” terakhir berada di perairan Bangka Belitung.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti informasi tersebut tim patroli laut DJBC, TNI Angkatan Laut, serta Polisi Air dan Udara melakukan patroli laut terkoordinasi untuk mencari dan menemukan keberadaan kapal “Wanderlust”. Tim patroli laut DJBC dengan kapal BC7005 dan BC8006 bergerak mencari kapal tersebut ke titik duga di sekitar perairan Tanjung Berakit.

Dalam proses pencarian, radar kapal BC7005 menangkap sebuah objek pada titik koordinat 01’21’26” N dan 104’42’12”E di daerah Tanjung Berakit yang disinyalir merupakan kapal “Wanderlust”. Mendapati objek yang diduga sesuai, tim patroli laut DJBC melakukan penyergapan dan menangkap lima orang awak kapal yang merupakan warga negara Taiwan. Guna melakukan penelitian lebih mendalam, tim patroli laut DJBC membawa kapal tersebut ke gudang tangkapan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam di Tanjung Uncang.

Sri Mulyani Indrawati turut menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang dilakukan oleh DJBC, POLRI, dan TNI dalam melakukan penangkapan kapal “Wanderlust”. Hal ini dikarenakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah memerintahkan secara langsung kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dan Panglima TNI untuk melakukan penangkapan terhadap kapal tersebut mengingat “Wanderlust” telah menjadi target operasi empat negara sejak dua bulan lalu.

Regular Tax Discussion

Regular Tax Discussion

0 komentar 266 dilihat

Arah Kebijakan Fasilitas Kepabeanan, Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai menjadi tema Diskusi Perpajakan yang diselenggarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) kali ini. Memilih lokasi di Graha Akuntan  IAI, acara yang berlangsung pada 20 Juli 2017 ini dihadiri oleh Sekretaris DJBC, Kushari Suprianto, dan beberapa pejabat dari Direktorat Audit Kepabeanan dan  Cukai, serta Pejabat dari Direktorat Jenderal Pajak. Diskusi ini sebelumnya dibuka oleh  Ketua Dewan Konsultatif IAI KAPJ, Pontas Pane.


            Sekaligus sebagai narasumber dari DJBC, Kushari Suprianto  menjelaskan mengenai  jenis-jenis fasilitas yang diberikan Bea Cukai dan tujuan diberikannya fasilitas tersebut.  Menurutnya, Berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan DJBC kepada industri nasional, tujuannya adalah  untuk meningkatkan daya saing produk industri nasional dan mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif, agar investor lebih berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

          “Dan kalau berbicara tentang fasilitas kepabeanan, maka kita berbicara tentang bagaimana DJBC bisa secara aktif ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Kushari.

Kondisi yang demikian baik ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kemudahan-kemudahan yang diberikan, diharapkan akan memberikan kepastian waktu dan biaya dalam pemasukan dan pengeluaran barang, serta mempercepat arus barang impor dan ekspor sehingga industri nasional menjadi lebih efisien dan mempunyai daya saing yang kompetitif baik di pasar domestik maupun internasional.

         Kushari mengungkapkan, pentingnya sinergi antara DJP dengan DJBC dalam pengamanan penerimaan negara,  sebab fasilitas kepabeanan dibutuhkan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing Indonesia dan membuat dunia usaha bergairah sehingga diyakini akan meningkatkan penerimaan pajak.  Namun jika pemberian fasilitas ini tidak diawasi dengan ketat akan berpotensi menurunkan penerimaan perpajakan. Kareba itulah diperlukan sinergi DJP-Pajak sesuai peran dan fungsinya untuk mengamankan penerimaan negara.

         Menyambung materi tentang pengamanan penerimaan negara, Muh. Tunjung Nugroho, Kepala Subdit Perencanaan Pemeriksaan, Direktorat Perencanaan dan Penagihan, DJP mengungkapkan,  beberapa upaya mengamankan penerimaan negara yang telah dilakukan dalam program sinergi antara DJBC dan DJP antara lain pemberlakuan Single Identity Number (Nomor Identitas Tunggal), Konfirmasi StatusWajib Pajak (KWSP)-Registrasi Kepabeanan, Pemblokiran Hak Akses Kepabeanan,  Joint Program DJP-DJBC, Joint Analysis DJP-DJBC dan Joint Audit DJP-DJBC.

         Namun begitu menurut Tunjung, masih ada beberapa penguatan yang masih diperlukan, seperti yang disampaikan Kushari, penguatan tersebut berupa sinergi peraturan karena fungsi pengawasan di DJBC yang diberikan kewenangan untuk menagih PDRI namun bukan merupakan ketetapan pajak sehingga bagi wajib pajak dapat dikreditkan meskipun sebelumnya melanggar ketentuan. Serta sinergi peraturan di bidang kawasan bebas berupa joint endorsement.

        Acara yang berlangsung pada pukul 8.45 sampai dengan pukul 11.00 ini diisi juga dengan sesi tanya jawab yang dipimpin moderator Morhan Tirtonadi salah satu pengurus IAI KAPJ. Setelah diskusi berakhir, closing remarks disampaikan kembali oleh Ketua Dewan Kosultatif IAI KAPJ, Pontas Pane.


Konferensi Pers Gabungan Kasus Penyelundupan Narkoba

Konferensi Pers Gabungan Kasus Penyelundupan Narkoba

0 komentar 369 dilihat

Jakarta (18/07/2017) – Dalam upaya mengamankan seluruh pintu masuk Indonesia dari gempuran narkotika, Bea Cukai bekerja sama dengan BNN melaksanakan penindakan atas lima upaya penyelundupan narkotika jenis metamphetamine (sabu) dan menyita barang bukti 50 kilogram sabu. Lima kasus tersebut berhasil ditangani hanya dalam waktu tiga hari, yaitumulai dariJumat (14/07) sampai Minggu (16/07).

Rangkaian penindakan ini diawali dengandiamankannya dua orang WNI berinisial MY dan MI yang merupakan anggota sindikat narkotika Aceh, di Terminal Kedatangan Domestik Bandar Udara Ngurah Rai, Bali pada Jumat (14/07). Petugas Bea Cukai Bali dan BNN membekukkedua pelaku, berikut barang bukti 508 gram sabu, yang disembunyikan tersangka MY di dalam sepatunya. Dari keterangan MY, diketahui sabu tersebut dibawa dari Batam untuk diserahkan kepada MI di Bali.

Tak berselang lama, tepatnya pada pada Sabtu (15/07), kasus penyelundupan dengan modus serupa juga berhasil digagalkan petugas di Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang. Berdasarkan informasi dari BNN, petugas Bea Cukai Soekarno Hatta mengatensi tiga orang WNI berinisial J, YS, dan HS yang merupakan kurir narkotika. Saat melaksanakan penggeledahan dan pemeriksaan badan terhadap ketiganya, petugas menemukan paket sabu,dengan berat total 2,02 kilogram,di dalamsepatu para pelaku.

Di hari yang sama, Bea Cukai Jambi juga melakukan penindakan atas penyelundupan sabu, setelah  mendapatkan informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai dan BNN terkait pengiriman narkotika. Setelah mendapatkan info, Bea Cukai Jambi berkoordinasi dengan personil bidang Pemberantasan BNNP Jambi dan Bea Cukai Batam untuk mengamankan dua orang WNI di Bandar Udara Sultan Thaha. Keduanya kedapatan menyembunyikan satu kilogram sabu di dalam barang bawaannya. Selanjutnya, Bea Cukai menyerahkan pelaku dan barang bukti ke pihak BNNP Jambi guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Tak berhenti di sana, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara bekerja sama dengan BNN juga berhasil mengungkap adanya dugaan penyelundupan narkotika yang berasal dari Malaysia menuju Indonesia melalui perairan pesisir timur Sumatera Utara. Menindaklanjuti informasi penyelundupan narkotika, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara segera melakukan koordinasi dengan BNN dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melaksanakan operasi terpadu dalam rangka mengantisipasi penyelundupan narkotika tersebut. Hasilnya, tim mengamankan tiga pelaku berikut 44 kilogram sabu di area parkir SPBU Pasar Bengkel di Perbaungan.

Dari keterangan tiga tersangka, petugas gabungan melakukan pengembangan kasus ke Jalan Lintas Sumatera dan berhasil mengamankan tujuh orang tersangka lainnya. Saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas gabungan, dua orang tersangka, BJ dan MS melakukan perlawanan, sehingga diambil tindakan tegas oleh petugas gabungan yang menyebabkan kedua tersangka meninggal dunia. Sebagai tindak lanjut kasus, petugas gabungan mengamankan para tersangka dan barang bukti berupa 44 kilogram sabu, 4 unit sepeda motor, 3 unit minibus, beberapa kartu identitas, satupucuk senjata api, dan peluru ke Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Kasus kelima yang  ditangani oleh Bea Cukai dan BNN adalah penyelundupan empat kilogram sabu dari Medan ke Palembang, pada Minggu (16/07), oleh penumpang bus berinisial ED dan NH. Keduanya bertugas sebagai kurir, mengantarkan sabu kepada ND dan FAdi Palembang dan berencana membawa sabu tersebut ke Denpasar, Bali. Petugas langsung melaksanakan penindakan saat keempatnya melakukan serah terima barang bukti. Penindakan terhadap kasus ini, diawali adanya informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC.

Penindakan lima kasus penyelundupan sabu ini menambah panjang daftar penindakan narkotika dan psikotropika di seluruh Indonesia, dimana sepanjang tahun 2014 hingga 2017 Bea Cukai telah menindak 677 kasus dengan barang bukti yang diamankan sebesar 2.257,75 kilogram. Data ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan kinerja aparat penegak hukum semata, namun juga menjadi motor penggerak kewaspadaan semua pihak untuk membendung peredaran narkoba, khususnya bagi masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam menginformasikan kemungkinan adanya transaksi narkoba kepada aparat penegak hukum.

Rapat Koordinasi Penertiban Impor Berisiko Tinggi

Rapat Koordinasi Penertiban Impor Berisiko Tinggi

0 komentar 706 dilihat

Rapat Koordinasi Penertiban Impor Berisiko Tinggi

Halal Bihalal Kantor Pusat DJBC

Halal Bihalal Kantor Pusat DJBC

0 komentar 225 dilihat

Halal Bihalal Direktorat Jenderal Bea & Cukai

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah

0 komentar 1148 dilihat

Keluarga Besar Direktorat Jenderal Bea & Cukai Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Mohon Maaf Lahir & Batin

Peringatan Nuzulul Quran

Peringatan Nuzulul Quran

0 komentar 268 dilihat