BC TERKINI

Penandatanganan MOU DJBC - PPATK

Penandatanganan MOU DJBC - PPATK

0 komentar 196 dilihat

Penandatanganan MOU DJBC - PPATK

Apel Pagi Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 72

Apel Pagi Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 72

0 komentar 185 dilihat

Jakarta (15/08) – Bertempat di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia diadakan Apel Pagi yang diikuti oleh seluruh Pejabat dan Pegawai DJBC di lingkungan Kantor Pusat. Sebagai pembina apel, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam amanatnya menyampaikan bahwa Deklarasi Bersama Kemenkeu beserta Aparat Penegak Hukum dalam program Penertiban Impor Berisiko Tinggi yang dilakukan pada tanggal 12 Juli 2017 yang lalu, merupakan sebuah momentum besar untuk melakukan perubahan. Hadirnya semua pimpinan lembaga penegak hukum di Indonesia  hendaknya menjadi pendorong semangat seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menegakkan aturan dan memberantas segala pelanggaran di lapangan.

Direktur Jenderal Bea dan cukai juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pejabat dan pegawai yang memiliki andil dalam pengungkapan dan penangkapan kapal “wanderlust” yang mengangkut 1 ton narkotika jenis methampethamine (shabu), pengungkapan kasus methampethamine (shabu) seberat 281.6 Kg di Pluit, serta usaha penggagalan pemasukan 1,2 juta ekstasi dari Belanda melalui Pantai Utara Tangerang, dan kasus-kasus lainnya.

“Sebagai pimpinan DJBC saya mengatakan bahwa rekan-rekan adalah pemilik institusi ini. Anak-anak muda yang ada di hadapan saya ini, kalian lah pewaris institusi Bea Cukai tercinta ini. Buatlah kami bangga menjadi senior-seniormu yang ada di depan ini, buatlah kami bangga, ketika kami sepuh, lemah dan tertatih ketika hadir di kantor ini, suatu hari nanti ”, ungkap Heru Pambudi.

Dalam penutupnya, Heru Pambudi mengajak kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia untuk menjadikan Penertiban Impor Berisiko Tinggi sebagai bentuk perjuangan untuk mengisi kemerdekaan. “Mari kita lakukan yang terbaik untuk organisasi, bangsa dan negara ini, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu meridhoi langkah kita”, pungkas Heru.

Apel pagi diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada pegawai teladan dan pegawai berprestasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Serah Terima Barang Tindak Kepabeanan dan Cukai

Serah Terima Barang Tindak Kepabeanan dan Cukai

0 komentar 207 dilihat

Jakarta (12/08/2017) – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai bersama kementerian dan lembaga terkait, serta para aparat penegak hukum telah meluncurkan program penertiban impor berisiko tinggi. Program tersebut bertujuan untuk menciptakan praktik bisnis yang adil dan menciptakan persaingan usaha yang sehat. Program tersebut tidak terbatas hanya itu, melalui program ini pemerintah juga bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap upaya penyelundupan barang larangan dan dibatasi.
Sinergi yang dijalin DJBC bersama aparat penegak hukum telah berhasil menggagalkan beberapa upaya penyelundupan barang larangan dan pembatasan. Pada Sabtu (05/08) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) telah menggagalkan upaya penyelundupan 6.900 botol minuman keras ilegal dan 58 pax cerutu yang datang dari Malaysia dan Singapura. Ribuan botol miras yang dimasukkan ke dalam 500 koper tersebut dibawa oleh delapan orang porter menggunakan kapal KMP Dorolonda dari Pelabuhan Kijang, Kepulauan Riau ke Pelabuhan Tanjung Priok.
Untuk melakukan pengembangan penelitian terhadap kasus ini, pada hari ini Sabtu 12 Agustus 2017 Ditpolair melakukan serah terima barang bukti 6.900 botol minuman keras dan 58 pax cerutu ilegal tersebut kepada Bea Cukai dalam hal ini adalah Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai bentuk profesionalisme dalam melakukan penindakan terhadap upaya barang-barang ilegal, mengingat penanganan dugaan pelanggaran atas barang kena cukai ilegal merupakan kewenangan Bea Cukai.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Oentarto Wibowo mengungkapkan, setelah dilakukan serah terima miras ilegal oleh pihak Kepolisian kepada Bea Cukai, pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut. “Bea Cukai akan melakukan penelitian lebih lanjut guna menemukan kemungkinan terjadinya pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa penelitian akan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No.10 Tahun 1995 jo. Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 jo. Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Breakfast Meeting Forum Supply Chain Indonesia

Breakfast Meeting Forum Supply Chain Indonesia

0 komentar 228 dilihat

JAKARTA – Untuk mendapatkan masukan dari para pelaku usaha tentang kondisi terkini terkait perkembangan logistik dan mendengarkan harapan asosiasi yang bergerak di bidang logistik atas program Bea Cukai, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengundang anggota Forum Supply Chain Indonesia dalam acara Breakfast Meeting di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa (08/08).

Pemberian Penghargaan Keberhasilan Pengungkapan Kasus Narkotika Satu Ton

Pemberian Penghargaan Keberhasilan Pengungkapan Kasus Narkotika Satu Ton

0 komentar 428 dilihat

Selasa (08/08) - Atas keberhasilan dari Sinergi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas pengungkapan kasus narkotika jenis sabu seberat 1 (satu) Ton beberapa waktu lalu, bertempat di Gedung BPMJ Polda Metrojaya Jakarta Selatan dilaksanakan acara pemberian penghargaan yang dihadiri oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Harry Mulya, Kepala Kantor Wilayah Jakarta Oentarto Wibowo, segenap pejabat dan pegawai dari Subdit Narkotika DJBC.

Acara dibuka oleh Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Nico Afinta dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis.
Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan secara simbolis kepada segenap anggota dari Polri dan DJBC yang diwakili oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Harry Mulya.

Talkshow Kanal BC Radio - Peserta JCMMP

Talkshow Kanal BC Radio - Peserta JCMMP

0 komentar 346 dilihat

Talkshow Kanal BC Radio - Peserta JCMMP

Rapat Koordinasi Gabungan Simplifikasi Perizinan

Rapat Koordinasi Gabungan Simplifikasi Perizinan

0 komentar 392 dilihat

Jakarta, 1 Agustus 2017 – Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC), telah bergulir sejak Desember 2016, Tema besar program ini meliputi penguatan integritas, budaya organisasi dan kelembagaan, optimalisasi penerimaan, penguatan fasilitasi, serta efisiensi pelayanan dan efektivitas pengawasan. Salah satu program tersebut adalah Penertiban Importir Berisiko Tinggi (PIBT) yang merupakan program yang disorot pada Triwulan II-2017.
Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkapkan bahwa PIBT merupakan langkah nyata Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menjawab tantangan dari masyarakat yang menginginkan perdagangan ilegal dapat diberantas, seperti praktik penghindaran fiskal serta penghindaran pemenuhan perizinan barang larangan dan/atau pembatasan (lartas).
Strategi simplifikasi perizinan dilakukan dengan mengharmonisasikan antar peraturan lartas. Dengan demikian, peraturan-peraturan lartas yang berbeda tetapi mengatur komoditas yang sama dapat disederhanakan menjadi satu peraturan/perizinan lartas. Selanjutnya, strategi ini juga dapat berupa penyederhanaan persyaratan atau kriteria, agar UKM memperoleh izin impor terhadap komoditas yang dijadikan sebagai bahan baku
Dengan pelaksanaan strategi ini, pemerintah berharap dapat tercipta tata niaga yang lebih efektif, mudah, cepat, murah, dan transparan. Pemerintah juga berharap, momentum penertiban tersebut akan mampu mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi dalam negeri

Sosialisasi dan Launching Pembinaan Mental Nasional

Sosialisasi dan Launching Pembinaan Mental Nasional

1 komentar 581 dilihat

Jakarta, 27 juli 2017 bertempat di Masjid Baituttaqwa Kantor Pusat DJBC, diadakan acara  sosialisasi dan launching pembinaan mental nasional (bintal nasional). Acara tersebut di selenggarakan pada pukul 17.30 sampai pukul 05.30 Pagi dengan peserta yang menginap di masjid baituttaqwa. Acara tersebut di hadiri oleh perwakilan pegawai kantor bea cukai di wilayah jabodetabek. Acara di awali dengan sholat magrib berjamaah dilanjutkan dengan acara sholat isya berjamaah.
Pada acara bintal dibuka dengan pembacaan ayat suci alquran  kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pembinaan mental nasional oleh ketua bintal Nasional, Muhamad Lukman. Acara tersebut diisi ceramah agama yang disampaikan oleh Dwijo Muryono. Dwijo Muryono menyampaikan bahwa dalam beribadah kita harus istiqomah. Menurutnya istiqomah adalah suatu kondisi yang menjadi pr kita, karena istiqomah orang akan terancam. Maka Kondisi istiqomah harus senantiasa kita jaga selalu dalam kehidupan sehari hari teruma pada saat beribadah kepada Allah.
Setelah ceramah selesai Dwijo Mulyono melaunching acara bintal nasional dengan ucapan basmalah, setelah itu peserta di persilakan untuk beristirahat dan bangun di sepertiga malam untuk melakukan shalat qiyamul lail. Acara tersebut pun di tutup dengan melaksanakan shalat shubuh berjamaah.

Konsolidasi & Penguatan Program Penertiban Importir Berisiko Tinggi

Konsolidasi & Penguatan Program Penertiban Importir Berisiko Tinggi

0 komentar 366 dilihat

Konsolidasi & Penguatan Program Penertiban Importir Berisiko Tinggi