BC TERKINI

Konferensi Pers Aturan Impor Mainan Wajib SNI

Konferensi Pers Aturan Impor Mainan Wajib SNI

0 komentar 1571 dilihat

Bea Cukai mengajak kementerian atau Lembaga terkait bahas aturan impor mainan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI). Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun megatakan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Kalimantan, Kantor Pusat Bea dan Cukai pada tanggal 22 Januari 2018 bahwa saat ini Bea Cukai hanya menjalankan peraturan titipan Kementerian Perindustrian bahwa dimana setiap mainan yang diimpor wajib menyatakan SNI. 
Ketua Asosiasi Mainan Indonesia, Sutjiadi Lukas, menyambut baik pertemuan pembahasan dengan Bea dan Cuka. Dan berharap kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan terkait SNI untuk dapat membantu dan meningkatkan penjualan, produktifitas, dan melindungi penjualan di Indonesia.
Telah diterbitkan kebijakan baru antara kementerian perindustrian dan kementerian perdagangan dalam hal impor mainan yaitu yang pertama mainan yang dapat dibawa oleh penumpang dari luar negeri sebanyak 5 pcs tanpa SNI dan melalui jasa pengiriman 3 pcs dalam waktu 30 hari pada penerima yang sama.

Executive Gathering 2018 - Kolaborasi Untuk Satu Aksi

Executive Gathering 2018 - Kolaborasi Untuk Satu Aksi

0 komentar 147 dilihat

Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengadakan Executif Gathering 2018 dengan tema Kolaborasi Untuk Satu Aksi pada tanggal 22 Januari 2017. Acara bertempat di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan dihadiri oleh Eselon 1 dan Eselon 2 di lingkungan Kementerian Keuangan.
Acara di buka oleh Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadianto.Dilanjutkan dengan Kolaborasi tentang Asset Liabillity Management, Outlook Perekonomian 2018, Optimalisasi Pendapatan, Serta Arahan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik sebesar 5,4 persen, namun masih terdapat tantangan baik dari dalam maupun luar negeri.Sri Mulyani juga berharap acara ini menjadi semangat berkumpul bersama untuk saling mengenal antar eselon 2 dilingkungan kemenkeu, serta saling mengisi sebagai bentuk pengabdian kepada masarakat

Arahan Menteri Keuangan Pada Rapat Koordinasi DJBC 2018

Arahan Menteri Keuangan Pada Rapat Koordinasi DJBC 2018

0 komentar 505 dilihat

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Jumat, 19 Januari 2018 bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Staf Ahli Kementerian Keuangan, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan dan para pejabat eselon 2 Bea dan Cukai di seluruh Indonesia. Sri Mulyani menyampaikan kepada peserta rakor untuk memikirkan bentuk kemudahan administrasi, prosedural dan perizinan yang secara nyata, meningkatkan kualitas pelayanan dan integrasikan sistem layanan dengan Direktorat Jenderal pajak, memperkuat pengawasan perbatasan dan pintu pintu masuk Indonesia dari ancaman narkoba dan barang berbahaya lainnya, dan mampu melakukan komunikasi publik (public engagement) secara intensif dan massif.

Konferensi Pers Bersama Penggagalan 40kg Sabu Aceh

Konferensi Pers Bersama Penggagalan 40kg Sabu Aceh

0 komentar 299 dilihat

Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (sabu) di Aceh. Sabu seberat 40 kg dari Penang, Malaysia yang dibawa melalui jalur laut tersebut berhasil diamankan petugas gabungan setelah dilakukan penindakan selama dua hari, yaitu pada 10 dan 11 Januari 2018.

Penindakan tersebut berawal dari informasi intelijen yang diperoleh Bea Cukai dari BNN pada 9 Januari 2018  terkait upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim patroli laut Bea Cukai dengan kapal BC 15021 di bawah kendali operasi Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh melakukan penyisiran perairan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan melakukan pengejaran terhadap speedboat yang diduga mengangkut narkotika tersebut. Upaya pengejaran mengalami kendala karena speedboat telah memasuki daerah sungai Bagok, Aceh Timur dan kapal BC 15021 tidak memungkinkan untuk menyusuri sungai tersebut.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa petugas patroli laut kemudian berkoordinasi dengan petugas gabungan Bea Cukai dan BNN untuk melanjutkan penyelidikan. Petugas gabungan menemukan dan mengikuti seorang pelaku berinisial HR yang pada saat itu menggunakan sepeda motor dan diduga sebagai penerima sabu. Petugas gabungan melakukan pengejaran dan menangkap pelaku di depan pekarang rumahnya di Desa Bagok, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur pada 10 Januari 2018, sekitar pukul 05.45 WIB. Saat penangkapan, tersangka kedapatan membawa 19 bungkus sabu yang berada di dalam karung.

Selanjutnya petugas gabungan melakukan pengembangan dan menangkap tersangka AM yang meurpakan pihak yang menyerahkan sabu kepada HR di rumahnya. Penindakan dilanjutkan petugas gabungan dengan melakukan penangkapan tersangka JN di rumahnya di Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. JN berperan sebagai orang yang mengambil sabu di tengah laut bersama dengan AM. Petugas gabungan juga menangkap SN yang berperan sebagai orang yang memindahkan sabu yang dibawa JN di speedboat untuk diberikan kepada HR. SN memindahkan sabu tersebut dengan cara meletakannya ke dalam sepeda motor milik HR yang terparkir di jalan di sekitar sungai Kuala Bagor pada saat terjadi transaksi narkotika antara HR dengan AM.

Petugas penyidik kembali menggali informasi dari tersangka AM dan hasilnya didapat bahwa tersangka AM sebelumnya telah mengambil sabu sebanyak 39 bungkus, seberat kurang lebih 39 kg di Perairan Selat Malaka bersama JN menggunakan speedboat menuju sungai Kuala Bago. AM kemudian menyruuh JN untuk menyimpan sabu sebanyak sepuluh bungkus di dalam kapal yang sedang diperbaiki di sekitaran sungai Kuala Bagok. Kemudian petugas penyidik melakukan penggeledahan terhadap kapal tersebut dan menemukan sabu sebanyak sepuluh bungkus seberat sepuluh kiloram di dalam kapal tersebut.

Berdasarkan hasil interogasi, tersangka AM bersama tersangka SN telah menyerahkan sabu kepada tersangka HR sebanyak 29 bungkus, namun yang berhasil disita hanya 19 bungkus seberat 19 kilogram. Atas keterangan tersangka AM tersebut, petugas gabngan kemudian kembali menggali informasi terhadap tersangka HR. dari informasi tersangka, dipeorleh bukti bahwa sisa sabu sebanyak sepuluh bungkus seberat sepuluh kilogram telah dikububr di pekarangan rumah SN di Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Dari hasil penggeledahan, petugas gabungan menemukan sabu sebanyak sebelas bungkus yang dikubur di dekat kandang ayam pekarangan rumahnya, di mana satu bungkus tambahannya merupakan sabu yang dikubur oleh SN pada saat transaksi sebelumnya.

Dari penindakan kali ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 40 kilogram narkotika jenis sabu, lima buah handphone dan dua unit speedboat serta meringkus empat tersangka. Keempat tersangka terjerat Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati. Seluruh barang bukti dan tersangka telah diserahterimakan ke BNN untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum. Dari informasi yang diperoleh petugas gabungan, keempat orang tersebut dikendalikan oleh seorang pelaku yang saat ini masih buron berinisial DB.

Menkeu menambahkan bahwa sinergi positif kedua instansi penegak hukum ini merupakan langkah nyata dalam pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia dalam pemberantasan peredaran narkotika di Indonesia. Menteri Keuangan mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat juga berperan aktif dalam melakukan pemberantasan peredaran narkotika dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum jika menemukan adanya upaya penyelundupan narkotika sekecil apapun.

[Redaksi] Sosialisasi & Pelatihan Sistem Aplikasi BC 3.3 & P3BET

[Redaksi] Sosialisasi & Pelatihan Sistem Aplikasi BC 3.3 & P3BET

0 komentar 196 dilihat

[Redaksi] Sosialisasi & Pelatihan Sistem Aplikasi BC 3 3 & P3BET

Sosialisasi Indentifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2018

Sosialisasi Indentifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2018

0 komentar 143 dilihat

Sosialisasi Indentifikasi Pita Cukai Desain Tahun 2018

P2KP Luar Biasa Dit. Audit

P2KP Luar Biasa Dit. Audit

2 komentar 273 dilihat

P2KP Luar Biasa Dit. Audit

Rapat Kehumasan

Rapat Kehumasan

0 komentar 157 dilihat

Rapat Kehumasan

Apel Bulan Januari 2018 Kantor Pusat Bea Cukai

Apel Bulan Januari 2018 Kantor Pusat Bea Cukai

0 komentar 224 dilihat

Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga atau KIAL menjadi petugas pada apel pertama tahun 2018 di Kantor Pusat Bea dan Cukai tanggal 16 Januari 2018 yang dihadiri oleh seluruh pegawai kantor pusat bea cukai. Direktur KIAL Robert Leonard Marbun menjadi pembina apel menyampaikan slaah satu tugas Bea Cukai dapat dirumuskan dalam satu frasa yaitu “connecting and enabler” baik secara domestik, private government, maupun internasional. Bea Cukai sedang melakukan proses rebranding yang terdiri dari facilitation, services, community protection dan revenue dengan target gen Y. Direktorat kial juga mengelola contact center bravo bea cukai 1500225 yg memberikan informasi teknis kepabeanan dan cukai secara realtime. Selain itu, Direktorat kial juga sensntiasa dituntut secara aktif berkontribusi di organisasi intrrnasional, kerjs sama dan perundingan internasional.