BC TERKINI

Training of Trainers Pembinaan Mental DJBC

Training of Trainers Pembinaan Mental DJBC

0 komentar 132 dilihat

Selasa 14 November 2017 bertempat di aula Merauke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, diselenggarakan Training of Trainers Pembinaan Mental Nasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. acara yang berlangsung 3 hari ini merupakan bentuk lanjutan dari peresmian buku Bintal Nasional pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni Lalu. Dalam acara tersebut Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyampaikan bahwa pembinaan mental sumber daya manusia pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi kunci dalam perbaikan kinerja institusi dan hal tersebut diaplikasikan dengan pembentukan unit kepatuhan internal. Seiring dengan berjalannya waktu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tetap berupaya untuk memperkuat pembinaan mental. Hal ini dilakukan untuk menyukseskan reformasi birokrasi dan kelembagaan khususnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Beliau juga menyampaikan bahwa penguatan budaya organisasi dan kepempinan yang baik merupakan dasar dari pilar pilar reformasi kelembagaan. Hal ini merupakan langkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menghadapi dan mengarahkan tantangan kinerja dimana 6.663 atau setengah dari keseluruhan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan generasi muda. “harus kita persiapkan mental mereka, bibit yang bagus harus dirawat dengan bagus agar tidak tercemar dengan lingkungan yang tidak baik” beliau menyampaikan.

Talkshow Ekstensifikasi dan Intensifikasi Cukai

Talkshow Ekstensifikasi dan Intensifikasi Cukai

0 komentar 114 dilihat

Jum’at 10 November 2017, diadakan talkshow tentang cukai di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Talkshow yang bertemakan ekstensifikasi dan intensifikasi barang kena cukai kali ini turut mengundang Dr. aviliani S.E, MSi, Yustinus Prastowo S.E, M.Hum, M.A, dan Ir. Andreas Eddy Susetyo M.M sebagai narasumber. Dalam paparanya ketiga narasumber menjelaskan bagaimana kondisi ekonomi dan sistem cukai di Indonesia khususnya pada barang kena cukai serta menjelaskan bagaimana sistem percukaian di beberapa negara di dunia. Pada akhir sesi talkshow kali ini juga diadakan tanya jawab kepada ketiga narasumber.

Keynote Speech Menteri Keuangan dalam Rakor Gabungan DJBC 2017

Keynote Speech Menteri Keuangan dalam Rakor Gabungan DJBC 2017

0 komentar 260 dilihat

JAKARTA – Pada pembukaan Rapat Koordinasi Gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2017, Rabu (08/11), Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati memberikan beberapa pesan kepada jajaran Bea Cukai. Apa saja pesannya?

 1. Bea Cukai sangat diharapkan menjadi institusi yang bersih dari pengaruh narkoba, dan seluruh jajaran diharapkan untuk tidak terlibat dalam peredaran narkoba. Jadikan Bea Cukai sebagai benteng yang pertama dan terakhir dalam membendung peredaran narkoba.

 2. Bea Cukai harus berhati-hati dalam menangani program Penertiban Importir Berisiko Tinggi (PIBT). Di satu pihak, kita menuai apresiasi dengan adanya program ini, namun di sisi lain, beberapa pelaku usaha (termasuk pengusaha IKM) tidak dapat melakukan kegiatannya.

 3. Kita sadari slogan “Legal itu Mudah” tidak semudah saat diucapkan, maka diharapkan seluruh kanwil dan kantor pelayanan Bea Cukai untuk turun ke lapangan memerhatikan dunia usaha, terutama IKM. Jadilah fasilitator bagi dunia usaha, jangan sampai kita baru turun ke lapangan, ketika ada keluhan. Citra Bea Cukai akan meningkat jika kita mampu memberikan pelayanan yang baik bagi mereka.

 4. Optimalkan sumber daya yang ada untuk dapat menggali informasi dari IKM, agar kita dapat menyesuaikan kebijakan, sehingga dapat mendukung proses industri. Bea Cukai tidak boleh menjadi beban, sebaliknya kita harus bisa menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi IKM.

 5. Saat ini Indonesia berada di peringkat 72 dari sebelumnya di 91 pada indeks Ease of Doing Bussiness (EODB), menjadikan Indonesia negara dengan iklim investasi yang semakin baik. Proses perijinan harus kita permudah agar seluruh ide ease of doing bussines tidak menguap. Birokrasi di Bea Cukai harus dapat memberi rasa aman dan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perubahan ini.

 6. Salah satu tantangan adalah kemudahan dalam trading across border. Selama ini masyarakat mengetahui bahwa proses lintas batas hanya dikelola oleh Bea Cukai. Padahal dalam praktiknya, banyak instansi lain yang terlibat.

 7. Terus tingkatkan kerja sama dengan instansi terkait.

 8. Pimpinan harus dapat memberi support kepada anak buahnya. Organisasi yang baik adalah organisasi yang tidak mengorbankan anak buahnya secara personal.

Selain delapan pesan di atas, Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bea Cukai yang tak henti melakukan konsolidasi organisasi dalam usaha meningkatkan teamwork, dan menghasilkan irama yang sama dalam melakukan tugas dan fungsinya


    #beacukaimakinbaik #humasbeacukai

Rapat Koordinasi Gabungan DJBC 2017

Rapat Koordinasi Gabungan DJBC 2017

0 komentar 433 dilihat

JAKARTA, 08 November 2017, Bertempat di Kantor Pusat DJBC, Diadakan Rapat Koordinasi Gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2017 (Rakor DJBC 2017). Rakor DJBC 2017 dibuka Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.
Sri Mulyani menyampaikan harapan Bea Cukai agar bersih dari korupsi dan narkoba serta terus meningkatkan kerjasama antar instansi, Bea Cukai juga harus berhati-hati menangani proses PIBT dan terus mendukung proses industri. Sehingga mampu memberikan dampak positif untuk kemudahan berbisnis di Indonesia
Selain itu, Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja Bea Cukai yang tak henti melakukan konsolidasi organisasi dalam usaha meningkatkan teamwork, dan menghasilkan irama yang sama dalam melakukan tugas dan fungsinya.

Penindakan Miras Ilegal

Penindakan Miras Ilegal

0 komentar 104 dilihat

Jumat 8 November 2017 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sampit menggelar Press Conference terhadap miras Ilegal. Barang bukti sebanyak 3510 botol miras tanpa pita cukai berhasil diamankan beserta pelaku berinisial AG. 

Pengungkapan penjualan minuman keras ilegal ini berawal dari laporan masyarakat pada 18 Agustus lalu. Penyidik langsung mendatangi toko milik AG yang diduga menjual minuman beralkohol buatan pabrik atau bermerek dan arak tradisional.

"Kami menjemput paksa AG karena dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Dia tidak kooperatif. Setelah dilakukan pemeriksaan di hari pertama, dia langsung kami tahan dan dititipkan di Lapas Sampit," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sampit, Hartono di Sampit, Jumat (8/9)

Hartono menduga, maraknya penjual minuman keras ilegal akibat sanksi yang diberikan selama ini tidak memberikan efek jera. Yakni dikenakan tindak pidana ringan hanya dengan denda beberapa ratus ribu rupiah tanpa kurungan badan sehingga pelaku kembali berjualan minuman keras.

Untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan penjual minuman keras lainnya, perkara ini dibawa ke ranah hukum pidana bidang cukai. Langkah ini mengacu pada Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995.

Hartono mengimbau masyarakat tidak ada lagi yang menjual minuman beralkohol secara melanggar aturan. Pihaknya akan terus menertibkan minuman beralkohol dan barang wajib pita cukai lainnya, khususnya di wilayah lingkup tugas Kantor Bea Cukai Sampit yaitu Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan.

Press Conference EODB Indonesia

Press Conference EODB Indonesia

0 komentar 61 dilihat

Rabu 1 November 2017, Bertempat di Aula Gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian diselenggarakan konfrensi pers Ease of Doing Business (EODB). Acara ini turut mengundang Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) , Thomas Lembong, Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo dan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nur Marispatin sebagai narasumber dalam acara tersebut. Dalam Sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa Peringkat EODB Indonesia secara keseluruhan telah meningkat dari peringkat ke 91 saat ini menjadi peringkat ke 72. Hal ini selaras dengan peningkatan nilai tambah manufaktur serta kelancaran arus impor ekspor (Trading Across Border). Trading Across Border mencatat waktu dan biaya yang terkait dengan proses logistik impor dan ekspor barang. EODB mengukur waktu dan biaya (tidak termasuk tarif) yang terkait dengan 3 prosedur, yaitu documentary compliance, border compliance dan domestic transport, dalam keseluruhan proses ekspor dan impor. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Trade Facilitator, turut berperan aktif dalam meningkatkan kemudahan pembayaran dan penagihan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor melalui pelaksanaan Sistem Single Billing dan Single Payment. Hal ini diakui oleh World Bank sebagai bentuk kontribusi utama dari perbaikan kinerja Trading Across Border

Upacara Peringatan Hari Oeang Ke-71

Upacara Peringatan Hari Oeang Ke-71

0 komentar 74 dilihat

Upacara Peringatan Hari Oeang Ke-71

Study Visit of Delegation From Nepal Department of Customs

Study Visit of Delegation From Nepal Department of Customs

0 komentar 29 dilihat

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendapatkan kunjungan dari Delegasi  Nepal Department of Customs. Kunjungan yang berlangsung selama 2 hari ini yaitu dari tanggal 25-26 Oktober 2017 mempunyai agenda kunjungan ke Kantor Pusat DJBC, Indonesia National Single Window dan KPU BC Tipe A Tanjung Priok. Amin Tri Sobri selaku Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU BC Tipe A Tanjung Priok memaparkan materi terkait profil KPU BC Tipe A Tanjung Priok, serta prosedur  impor dan ekspor di pelabuhan Tanjung priok. Acara dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke pelabuhan oleh Delegasi  Nepal Department of Customs.

Breakfast Meeting PIBT dan Barang Bawaan Penumpang

Breakfast Meeting PIBT dan Barang Bawaan Penumpang

0 komentar 48 dilihat

Kamis, 26 Oktober 2017 bertempat di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai, diadakan acara beakfast meeting pibt dan barang bawaan penumpang Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Heru Pambudi, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oka Nurwan, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis beserta jajaran. Heru pambudi berharap agar breakfast meeting ini dapat membawa solusi. Jeru pambudi juga menyampaikan bahwa secara prinsip setuju memberikan skema khusus untuk ikm melalui prosedur konsoliasi impor dan akan dilakukan pembicaraan teknis antar K/L untuk memfinalkan konsep dan prosedur konsoliasi impor.