BC TERKINI

Bea Cukai Peringati Idul Adha 1440H

Bea Cukai Peringati Idul Adha 1440H

0 komentar 453 dilihat

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selenggarakan perayaan Idul Adha 1440H di Kantor Pusat, 11 Agustus 2019
Kegiatan diawali dengan sholat idul adha yang diimami oleh Tenaga Kaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo. Dengan tema Toleransi kebinekaan, Nugroho mengungkapkan dalam ceramahnya Idul Adha merupakan momentum yang tepat untuk menata kembali persatuan dan kesatuan yang dimulai darikesatuan ideologi, kesatuan gerak dan aktivitas,kesatuan syiar, kesatuan cita-cita dan tujuan
Prosesi pemotongan hewan kurban sebanyak 16 sapi dan 21 kambing diserahkan kepada panitia dan disaksikan pertama kali oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi. Sebagai wujud kepedulian Bea Cukai dengan lingkungan, pada pendistribusian daging qurban kali ini menggunakan besek bambu

Pertemuan Bilateral dan Patkorkastima Bea Cukai Indonesia - Malaysia

Pertemuan Bilateral dan Patkorkastima Bea Cukai Indonesia - Malaysia

0 komentar 119 dilihat

Dalam rangka meningkatkan kerjasama pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Republik Indonesia dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) mengadakan pertemuan bilateral ke-17 pada hari Rabu tanggal 7 Agustus 2019 di Batam, Indonesia.

Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia, Heru Pambudi menyampaikan pertemuan bilateral antara DJBC dengan JDKM mendiskusikan berbagai topik, antara lain pertukaran informasi dan data, sharing informasi pengenaan cukai minuman berpemanis, pengawasan dan penegakan aturan cigarette illegal, kebijakan pabean terkait e-commerce serta pengawasan penyelundupan sampah plastik.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) ke-25 pada 08 Agustus 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan penegakan undang-undang kepabeanan kedua negara, menjalin kerja sama dalam melaksanakan patroli laut baik secara terkoordinasi maupun patroli laut rutin, dan sebagai upaya preventif maupun represif dalam rangka memberantas perdagangan ilegal dan penyelundupan barang ilegal di perairan Selat Melaka, antara lain narkotika, rokok, minuman keras , pakaian bekas , dan barang larangan/pembatasan lainnya.


Creating Content Creator Workshop

Creating Content Creator Workshop

0 komentar 238 dilihat

Komunikasi dan publikasi menjadi modal utama dalam membangun citra suatu instansi. Untuk meningkatkan keterampilan dalam ilmu tersebut, Bea Cukai mengundang perwakilan unit kehumasan dari seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan Utama, untuk mengikuti Workshop Training of Trainers Creating Content Creator, yang bertempat di Kantor Pusat Bea dan Cukai sejak enam hingga delapan agustus 2019. 
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi membagikan keinginannya agar Instansi memiliki tata kelola informasi yang tersistem, sehingga Bea Cukai dapat mendengar masyarakat dengan baik dan menghasilkan output yang dapat diterima dengan baik pula. 
Dalam pelaksanaan workshop ini, peserta belajar memanage sebuah crisis, termasuk tips-tips dalam menyelesaikan crisis di sosial media, juga mempelajari cara menguatkan personal branding melalui digital media. Peserta juga berkesempatan mempelajari kaidah foto jurnalistik dan meningkatkan kemampuan berbahasa inggris dalam melakukan presentasi. Seluruh materi tersebut disampaikan Ahli di bidang kehumasan dan jurnalistik yaitu Kasubdit Humas Ditjen Pajak, Ani Natalia, Fotografer Jurnalis Reuters, Beawiharta, Lecturer, Fera Dwi Astuti dan Digital Consultant, Jonathan End. 
Selain itu, dipimpin langsung oleh Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi, Deni Surjantoro, peserta melaksanakan diskusi terkait Humas update dan evaluasi kehumasan serta strategi komunikasi untuk kedepannya. Ilmu yang diterima dalam pelaksanaan workshop ini diharapkan dapat menjadi modal dalam meningkatkan kinerja kehumasan di setiap kantor bea cukai.

Persiapan Bea Cukai Menuju WBK & WBBM 2019

Persiapan Bea Cukai Menuju WBK & WBBM 2019

0 komentar 58 dilihat

Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia, memberikan arahan kepada seluruh kantor di Kementerian Keuangan harus berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), merujuk arahan tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mengikuti perlombaan kantor berpredikat WBK tahun 2019 di lingkungan Kementerian Keuangan, melakukan pengarahan yang diberikan oleh Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai kepada 38 unit kerja peserta WBK 2019 pada tanggal 6 Agustus 2019.


Dalam pengarahan tersebut, Heru Pambudi menjelaskan bahwa predikat Wilayah Bebas di Korupsi tidak hanya terpaku pada peserta lomba saja, tapi harus menjadi motivasi bagi seluruh kantor pelayanan DJBC untuk membangun ekosistem yang seadil-adilnya.

Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bali yang mendapat predikat kantor WBK pada tahun 2018 juga berkesempatan memberikan testimoni bagi para peserta dalam pengarahan tersebut.


Heru Pambudi juga berkesempatan menyerahkan Penghargaan Menteri Keuangan kepada Kantor Bea Cukai Kualanamu dalam Kompetisi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Keuangan RI tahun 2018 atas inovasi Customs Declaration Online.


Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,

Kanal BC TV Mengabarkan.

Seminar Nasional PUG

Seminar Nasional PUG

0 komentar 25 dilihat

Bekasi 29/07/19 – Seminar Nasional Pengarus utamaan Gender (PUG) yang diselenggarakan di kantor yang menyandang predikat Juara 1 Kantor PUG di tingkat DJBC, Bea Cukai Bekasi 29 Juli 2019 dengan mengusung tema "Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja"
“Kebijakan pimpinan di suatu kantor harus berdasarkan PUG”, ucap Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, Saipullah Nasution di acara yang mengundang beberapa kepala kantor Bea Cukai dan pengguna jasa.
Pengarusutamaan Gender (PUG) sudah menjadi isu dunia, hal ini dijelaskan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Robi Toni, bahwa PUG sudah masuk ke dalam program World Customs Organization (WCO). Dengan adanya diskusi dalam seminar nasional ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, komitmen keadilan PUG, dan para pimpinan mampu membuat kebijakan dalam menangani kekerasan dalam pekerjaan.
Mengundang Staf Ahli Bidang Komunikasi Pembangunan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ratna Susianawati, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, seseorang yang sudah mengalami kekerasan, kedepannya akan memiliki kecenderungan untuk menjadi pelaku kekerasan.
“Strategi PUG mempunyai pengaruh dan dampak terhadap kekerasan. Yaitu “Zero Tolerance” terhadap kekerasan”, ucapnya. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Padmoyo Tri Wikanto, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pelecehan seksual yaitu tindakan seksual seseorang yang perilaku yang terkait seks baik verbal maupun non verbal yang membuat malu, tersinggung, dan tidak nyaman.
“Tindak pidana kekerasan seksual dipastikan akan diberhentikan dari karirnya”, ucap Kasubdit Upata Hukup Keberatan, Banding, dan Peraturan, Agus Amiwijaya. 
Agus menjelaskan bahwa perlu adanya unit yang bertanggung jawab jika terjadi kekerasan di tiap tiap kantor. Bantuan hukum yang diberikan Bea Cukai kepada korban/saksi yaitu memberikan nasihat hukum, konsultasi hukum, pemahaman tentang ketentuan hukum acara pidana, pendampingan, mengkoordinasikan dengan unit terkait, dan hal lain terkait bantuan hukum.

Kunjungan Sekretaris Jenderal WCO ke Indonesia

Kunjungan Sekretaris Jenderal WCO ke Indonesia

0 komentar 98 dilihat

Sekretaris Jenderal dari World Customs Organization (WCO), Kunio Mikuriya, berkunjung ke Indonesia selama dua hari, pada 25 – 26 Juli 2019. Tujuan utama dari kunjungan tersebut yaitu untuk melihat kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah dari pertemuan WCO terkait teknologi pada tahun 2020 di Bali, dan untuk melihat fasilitas training Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang akan dijadikan pusat training bagi negara negara kepulauan kecil. Hal ini berdasarkan pengalaman reformasi dan capaian yang dimiliki DJBC yang dianggap baik untuk menjadi sumber pembelajaran bagi negara - negara lain. 
Kunio Mikuriya, menyampaikan bahwa selain itu, tujuan kunjungan di Indonesia adalah untuk mempelajari beberapa hal terkait Indonesia’s best practice yang dapat di tuangkan dalam WCO. Mikuriya juga menyatakan bahwa seckretariat ASEAN sudah menyadari bahwa DJBC telah memberikan contoh yang sangat baik dalam hal integritas dan teknis melalui program capacity building yang dimiliki. Dalam kunjungannya dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Mikuriya juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia yang berperan aktif dalam WCO.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan bahwa, Indonesia akan menginisiasi adanya kerjasama Internasional di bidang data penumpang maupun dari sisi criminal investigation. Hal ini dipicu dari adanya globalisasi dan e-commerce, kemungkinan terjadinya trans boundary criminal offense dan penyelundupan NPP itu sangat besar, sehingga perlu ada kerjasama yang jauh lebih sistematik antara customs di seluruh dunia.
Diharapkan, Indonesia dapat membangun kerjasama yang baik dalam WCO. Terutama dalam menjadi pusat training bagi negara negara kepulauan kecil dan membangun kerjasana dalam hal data passenger dan criminal investigation.

Bea Cukai Tingkatkan Fasilitas KITE IKM

Bea Cukai Tingkatkan Fasilitas KITE IKM

0 komentar 317 dilihat

Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan ekspor dan daya saing produk IKM pada pasar internasional. Melalui Bea Cukai, pemerintah memberikan dukungan berupa fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk IKM (KITE IKM). Dalam pelaksanaannya, Bea Cukai gencar memberikan penyuluhan informasi kepada para pelaku usaha kecil dan menengah untuk dapat memaksimalkan fasilitas tersebut. 
Kali ini Bea Cukai mengundang pelaku usaha IKM terkait di wilayah Jawa Barat untuk dapat mengikuti kegiatan 'Workshop dalam rangka pengembangan KITE serta mewujudkan Indonesia sebagai pusat Moslem Fashion dan Halal Food'. Bertempat di PT Tjiwulan Putra Mandiri di Tasikmalaya, pelaksanaan kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan, Oentarto Wibowo dan perwakilan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. 
"Kami terus berupaya memperbaiki peraturan-peraturan yang dirasa tidak ramah dengan para pengusaha, termasuk di dalamnya KITE IKM serta berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Dan kami berusaha untuk dapat mewujudkan tantangan dari Menteri Keuangan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak, dapat menguasai komoditas Moslem Fashion dan Halal Food," ujar Oentarto dalam membuka kegiatan tersebut. 
KITE IKM memberikan fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk dan tidak dipungutnya PPN dan PPnBM serta memberikan kemudahan prosedural. KITE IKM sendiri telah berkontribusi meningkatkan ekonomi Indonesia, dari meningkatnya rasio ekspor dan investasi hingga bertambahnya penyerapan tenaga kerja. 
"Barang ekspor itu dulu susah bersaing, bukan masalah kualitas dan kuantitas, tetapi harga yang tinggi karena beban bea dan pajak. Tetapi karena adanya fasilitas KITE IKM, yakni dibebaskan bea masuk dan PPNnya sehingga dapat meningkatkan daya saing produk kami. Profit pun bertambah, pajak dan zakat juga meningkat. Bahkan proses keluar kontainernya menjadi lebih cepat," ujar Undang, Direktur PT Tjiwulan Putra Mandiri, IKM yang telah menerima fasilitas KITE Untuk IKM sejak tahun 2017. 
Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama terkait dukungan ekspor dalam pengembangan KITE IKM oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direkorat Jenderal Pajak, Politeknik Keuangan Negata STAN, Kementerian UKM dan Koperasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, Pemprov Jawa Barat serta Pemkot di Wilayah Provinsi Jawa Barat.

Pembahasan Perkembangan Ecommerce

Pembahasan Perkembangan Ecommerce

0 komentar 212 dilihat

Seiring dengan perkembangan e-commerce, Bea Cukai membuka forum diskusi sehubungan dengan pembahasan terkait e-commerce dengan para perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), dan para pelaku usaha. Hal ini dirasa perlu guna mengambil standing position sehingga perkembangan ini dapat memberikan manfaat bagi negara, pelaku usaha, dan consumer.
Dalam forum diskusi, Bea Cukai mempersilahkan agar APINDO, KADIN, dan para pelaku usaha menyampaikan yang perlu disampaikan, agar Bea Cukai dapat menampung lebih detil dan lebih dalam terkait hal – hal yang perlu diperhatikan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menyatakan bahwa Bea Cukai siap untuk membuka forum diskusi lebih lanjut terkait e-commerce.

Sinergi Bea Cukai - BNN Kembali Gagalkan Penyelundupan Narkotika

Sinergi Bea Cukai - BNN Kembali Gagalkan Penyelundupan Narkotika

0 komentar 66 dilihat

Sinergi Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil mengungkap 2 kasus besar peredaran narkotika pada bulan Juli 2019.  Sinergi antara aparat penegak hukum ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 690 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.
Kasus pertama bertempat di 2 TKP berbeda di Sumatera Utara pada tanggal 2 – 3 Juli 2019, dengan mengamankan 8 tersangka berinisial AR, APS, F, H, AM, N,ZA, dan T dan barang bukti berupa 81,8 kg narkotika jenis sabu dan 102.657 butir ekstasi. Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi tentang kapal yang berlabuh di Tanjung Balai Asahan dan diduga kuat membawa narkoba. Pada Selasa, 2 Juli 2019, aparat mengamankan 5 orang tersangka beserta barang bukti berupa narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam sebuah ban dalam. Kemudian setelah dilakukan pengembangan kasus, pada Rabu, 3 Juli 2019, aparat berhasil mengamankan 3 orang tersangka lainnya.
Kasus kedua bertempat di daerah Jalan Raya Jelaray Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada 20 Juli 2019, dengan mengamankan seorang tersangka berinisial AF dan barang bukti berupa 38 kg narkotika jenis sabu. Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi masyarakat tentang pengiriman narkoba dari Tawau, Malaysia dengan tujuan Samarinda, Kalimantan Timur. Berdasarkan informasi tersebut, BNN dan Bea Cukai melakukan operasi bersama. Diketahui bahwa telah terjadi pengangkutan dan serah terima narkoba dari kapal ke kapal di tengah laut perbatasan Indonesia untuk kemudian dipindahkan ke dalam sebuah mobil. Sampai akhirnya berhasil dilakukan pengejaran dan penghentian terhadap mobil tersebut.
Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan Dan Penegakan Hukum Kepabeanan Dan Cukai, Noegroho Wahjoe Widodo, menyatakan bahwa Bea Cukai selalu siap untuk bersinergi dan melindungi anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Diharapkan upaya sinergi antar aparat penegak hukum dapat menekan peredaran narkotika di Indonesia.