BC TERKINI

Workshop Agen Fasilitas TPB dan KITE

Workshop Agen Fasilitas TPB dan KITE

0 komentar 13 dilihat

Workshop Agen Fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) dan kemudahan Impor Tujuan Expor (KITE) diselenggarakan di Aula Merauke Kantor Pusat Bea Cukai, 23-27 April 2018.Dibuka oleh Direktur Fasilitas, Robi Toni, yang menyampaikan bahwa workshop ini ditujukan dalam rangka mendorong fasilitas industri dilakukan pembenahan dan penyempurnaan peraturan serta pendelegasian wewenang diperlukan agen fasilitas sebagai penguatan peran kanwil salah satunya dalam fungsi fasilitasi industri. Dilanjutkan dengan pemberian materi dari para pejabat Direktorat Fasilitas yang menjelaskan mengenai fasilitas kepabeanan sebagai agen perkembangan ekonomi dan pertumbuhan industry, perizinan online, dan agen fasilitas.Tujuan diselenggarakan workshop ini yaitu untuk menyamakaan frekuensi antara Bea Cukai Pusat dan di daerah, penguatan peran agen fasilitas, dan menjadi motor penggerak peran fasilitasi di seluruh kantor bea cukai.

[Redaksi] Konferensi Pers Penindakan Operasi GEMPUR 2018

[Redaksi] Konferensi Pers Penindakan Operasi GEMPUR 2018

0 komentar 7 dilihat

[Redaksi] Konferensi Pers Penindakan Operasi GEMPUR 2018

[Redaksi] Pengiriman Narkotika Dalam Paket POS

[Redaksi] Pengiriman Narkotika Dalam Paket POS

0 komentar 15 dilihat

BADUNG (18/04/2018) – Bea Cukai Ngurah Rai berhasil melakukan tiga penegahan upaya penyelundupan sediaan narkotika atas tiga buah paket kiriman Pos dalam kurun waktu dua minggu di awal bulan April 2018. Penegahan tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Anjing Pelacak Narkotika Bea Cukai dan hasil pencitraan X-Ray di Kantor Pos Denpasar, Renon, Bali atas paket kiriman Pos yang ternyata ditujukan untuk penerima dengan alamat pengiriman berbeda-beda. Diketahui bahwa nama dan asal pengirim tidak disertakan pada ketiga paket, namun dari hasil pengembangan, petugas mengamankan satu penerima yang dijadikan tersangka atas dugaan upaya penyelundupan barang terlarang. Hingga saat ini, petugas belum dapat mengetahui keberadaan dua penerima lainnya.

Penegahan yang pertama dilakukan pada 2 April sekitar pukul 09.30 WITA pada barang kiriman pos dengan nomor kiriman pos RG969080776BE yang ditujukan kepada AMS yang beralamatkan di Jl. Pertulaka Peguyangan Kangin Denpasar Utara, Denpasar. Paket diketahui berasal dari Belgia namun tidak disertai nama pengirimnya. AMS pun masih terus diselidiki keberadaanya oleh petugas.

“Pada penegahan terhadap barang kiriman pos yang ditujukan untuk AMS, Tim Anjing Pelacak mencurigai adanya barang mencurigakan dalam isi paket tersebut sehingga petugas melakukan pemeriksaan X-Ray dan fisik lebih lanjut. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa paket tersebut berisikan 1 (satu) buah kemasan berwarna silver berisi padatan kristal berwarna cokelat dengan berat 107,21 gram brutto yang kemudian dilakukan pengujian di laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe B Surabaya. Hasil pengujian laboratotium menunjukkan bahwa padatan kristal berwarna cokelat yang ditemukan dalam paket tersebut merupakan sediaan Narkotika jenis Pentylone dan 4-Choloromethcathinone.” ungkap Himawan Indarjono selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ngurah Rai didampingi oleh Husni Syaiful, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT.

Saat ini barang bukti dan pengembangan kasus terhadap barang kiriman AMS diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. AMS diduga melanggar Pasal 54 ayat 4 UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo Pasal 113 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena diduga melakukan upaya penyelundupan sediaan Narkotika. Nilai edar barang terlarang tersebut berjumlah USD 1.929,78 atau setara dengan Rp 26.569.211.

Penegahan kedua dilakukan pada 7 April 2018 sekitar 09.30 WITA terhadap paket dengan tujuan pengiriman ke The Menjangan West Bali National Park di Jl. Raya Gilimanuk, Singaraja, desa Pejarakan, Buleleng. Namun, barang kiriman pos tersebut tidak disertai nomor kiriman pos dan nama pengirimnya.

“Setelah adanya kecurigaan dari Tim Anjing Pelacak Narkotika terhadap paket yang ditujukan untuk penerima berinisial J, petugas melakukan pemeriksaan X-Ray dan fisik lebih lanjut. Hasil dari pemeriksaan tersebut ditemukan adanya 1 (satu) buah plastik klip bening berisi bubuk berwarna putih dengan berat 1,04 gram brutto yang dimasukkan ke dalam 2 (dua) buah kemasan plastik berwarna hitam. Ditemukan pula 1 (satu) buah kemasan plastik klip berwarna hitam berisi bubuk berwarna putih dengan berat 4,71 gram brutto yang dimasukkan ke dalam kemasan plastik berwarna hitam. Barang temuan tersebut kemudian diuji menggunakan pengujian narcotest dengan hasil yang menunjukkan bahwa bubuk putih tersebut adalah Narkotika jenis Kokain.” jelas Himawan memaparkan.

J selaku penerima barang belum diketahui keberadaanya hingga saat ini. Namun, yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 102 huruf e UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo Pasal 113 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena diduga melakukan upaya penyelundupan sediaan Narkotika. Nilai edar barang terlarang tersebut berjumlah Rp 14.375.000. Saat ini, barang bukti dan pengembangan kasus terhadap barang kiriman J diserahterimakan ke BNNP Bali.

Penegahan terakhir terjadi pada tanggal 12 April 2018 sekitar pukul 09:30 WITA terhadap barang kiriman dengan nomor kiriman pos RT387203002HK ditujukan untuk penerima berinisial IGRA yang dicurigai dari hasil pemeriksaan Anjing Pelacak Narkotika dan pemeriksaan X-ray sehingga dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut. Hasil dari pemeriksaan fisik, petugas menemukan 1 (satu) buah plastik klip bening berisi bubuk berwarna putih dengan berat 457 gram brutto. Bubuk putih yang ditemukan dalam paket tersebut diuji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe B Surabaya yang hasilnya menunjukkan bahwa barang tersebut tersebut merupakan FUB-AMB/ AMB FUBINACA. 

“Dari pengembangan yang dilakukan terhadap paket kiriman yang didapati berisikan sediaan Narkotika jenis FUB-AMB/ AMB FUBINACA, petugas mengamankan penerima paket berinisial IGRA yang beralamatkan di Jl. Karang Tenget, Lingkungan Banjar Pesalakan, Badung, Bali. Petugas Bea Cukai Ngurah Rai bersama petugas Kepolisian Daerah Bali menangkap yang bersangkutan saat mengambil paketnya di Kantor Pos Denpasar, Renon. Kemudian IGRA dimintai keterangan yang berlanjut pada penggeledahan ditempat tinggal yang bersangkutan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari IGRA, diketahui bahwa barang terlarang tersebut dipesan untuk membuat tembakau Gorilla.” ungkap Husni.

IGRA merupakan seorang WNI dan berjenis kelamin laki-laki yang diduga telah melanggar Pasal 53 ayat 4 UU No 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo Pasal 113 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena diduga melakukan upaya penyelundupan sediaan Narkotika. Nilai edar barang terlarang tersebut berjumlah USD 9094,3 atau Rp 125.155.757. Saat ini yang bersangkutan dan barang bukti diserahterimakan ke POLDA Bali.

Ketiga penerima barang kiriman pos berisikan sediaan Narkotika yang ditegah oleh Bea Cukai Ngurah Rai tersebut dapat dituntut pidana mati, pidana, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 tahun dengan pidana denda paling banyak Rp 10.000.000.000 ditambah 1/3 karena diduga melakukan upaya penyelundupan barang terlarang. Hal ini menambah daftar panjang penegahan terhadap barang kiriman pos yang dilakukan Bea Cukai Ngurah Rai terhadap upaya penyelundupan Narkotika.

Talkshow Kanal BC Radio - Ratna Listy

Talkshow Kanal BC Radio - Ratna Listy

0 komentar 10 dilihat

Talkshow Kanal BC Radio - Ratna Listy

Bea Cukai Jatim I Ikuti Majapahit Travel Fair

Bea Cukai Jatim I Ikuti Majapahit Travel Fair

0 komentar 64 dilihat

Kantor Wilayah Jawa Timur I mengikuti acara Pameran Majapahit Travel Fair pada tanggal 12-15 April 2018 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Acara ini diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pada stand Bea Cukai diisi oleh beberapa satker dibawah Kanwil Jatim I, diantaranya Bea Cukai Juanda, Bea Cukai Tanjung Perak, Bea Cukai Pasuruan, Bea Cukai Sidoarjo dan Bea Cukai Gresik. 
Selain kegiatan di booth, pelaksanaan pameran diisi talkshow oleh tim dari Bea Cukai Kanwil Jatim I yang memberikan materi mengenai fasilitas KITE IKM. Dan kepala Kantor Bea dan Cukai Juanda Budi Harjanto yang membahas aturan tentang barang bawaan penumpang maupun barang kiriman melalui bandara dan Kantor Pos.  Dilanjutkan dengan atraksi anjing pelacak K9 Bea Cukai dalam membantu tugas Bea Cukai yang membuat pengunjung takjub.
Acara ditutup dengan penampilan opera dan flash mob dari kantor Bea Cukai Juanda. Dalam acara pameran Majapahit Travel Fair, booth Kanwil Bea Cukai Jatim I mendapatkan penghargaan “The Best Stand Guide Performance”.

[Redaksi] Bea Cukai Aceh Gelar Try out USM PKN STAN

[Redaksi] Bea Cukai Aceh Gelar Try out USM PKN STAN

0 komentar 50 dilihat

Banda Aceh (16/04) - Ahad pagi sampai dengan siang kemarin (15/04), Bea Cukai Aceh gelar uji coba (try out) Ujian Saringan Masuk (USM) Politeknik Keuangan Negara  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN). Simulasi ujian dengan mengambil tempat di Hall IPSI Komplek GOR Harapan Bangsa, Banda Aceh ini  diikuti oleh 250 (dua ratus lima puluh) siswa siswi kelas 12 se-Banda Aceh. Rangkaian kegiatan ini di antaranya simulasi ujian PKN STAN,  pemutaran video tentang PKN STAN dan Direktorat Jenderal Bea Cukai ( DJBC), pameran pakaian dinas Bea Cukai, testimoni putera puteri Aceh alumni PKN STAN,  quiz berhadiah,  pembagian doorprize, pembahasan soal ujian beserta tips dan triks agar lulus ujian PKN STAN. Try out yang telah diselenggarakan untuk kedua kalinya ini, Bea Cukai Aceh  bekerja sama dengan salah satu lembaga pendidikan (les) khusus USM PKN STAN yang berpusat di Medan  (Adzkia STAN) sebagai penyedia soal materi, kunci jawaban, pembahasan, dan hasil ujian.

 

Dalam sambutanya, Setiadi Cahyadi Kepala Bagian Umum Kanwil Bea Cukai Aceh menyampaikan  pesan kepada peserta try out untuk bersungguh sungguh mengerjakan simulasi soal PKN STAN ini serta memanfaatkan momentum try out  ini dengan sebaik-baiknya. 

“Simulasi ini dibuat sedemikian rupa baik waktu pengerjaan maupun tipe soal yang mirip dengan ujian soal PKN STAN yang sebenarnya sehingga manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya agar kalian dapat diterima sebagai mahasiswa/i PKN STAN. Apalagi Kota Banda Aceh merupakan salah satu lokasi ujian seleksi penerimaan mahasiswa/i PKN STAN yang akan berlangsung dari tanggal 27 Juni s.d 7 Juli  2018 mendatang, sehingga kalian tidak mesti bersusah payah untuk ikut seleksi penerimaan di Kota Medan sebagaimana pada periode beberapa tahun yang lalu”. Begitu pungkas Setiadi yang juga lulusan PKN STAN Spesialisasi DIII Kepabeanan Cukai  tahun 1993 ini.


PKN STAN dengan lokasi kampus di Pondok Aren, Tangerang Selatan ini merupakan sekolah tinggi kedinasan di bawah Kementerian Keuangan yang mencetak calon Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ditempatkan di Kementerian Keuangan, BPK, BPKP, dan Kementerian/Lembaga lain. Tahun ajaran 2018/2019 kali ini,  PKN STAN akan menerima total sebanyak 7.301 (tujuh ribu tiga ratus satu) mahasiswa/i dengan program spesialisasi DI/DIII Kepabeanan Cukai, DI/DIII Pajak, DI/DIII Kebendaharaan Negara, DIII Akuntansi, DIII Manajemen Aset, DIII PBB/Penilai. Seleksi penerimaan mahasiswa baru PKN STAN tahun ini dibuka mulai tanggal 9 April  s.d 30 April 2018 melalui portal http://sscndikdin.bkn.go.id  dan pengisian formulir melalui portal http://spmb.pknstan.ac.id.  Selama masa pendidikan, semua biaya pendidikan PKN STAN digratiskan sampai lulus dengan tidak diasramakan. Upaya ini merupakan wujud dari Kementerian Keuangan yang tepercaya serta untuk memajukan pendidikan Warga Negara Indonesia.


[Redaksi] Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan

[Redaksi] Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan

0 komentar 18 dilihat

Dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 940/KMK.09/2017 tentang Kerangka Kerja Penerapan Pengendalian Intern dan Pedoman Pemantauan Pengendalian Intern di Lingkungan Kementerian, Bea Cukai Belawan menjadi tuan rumah kegiatan asistensi peraturan yang dilaksanakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal. Acara yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 April 2018 bertempat di Ruang Rapat Lantai II Bea Cukai Belawan dengan mengundang pejabat pada Unit Kepatuhan Internal di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Aceh, Sumatera Utara serta Riau.


Pemateri acara ini berasal dari Direktorat Kepatuhan Internal Kantor Pusat DJBC serta Inspektorat VII ITJEN Kementerian Keuangan. Selama 3 hari, materi yang disampaikan kepada peserta antara lain mengenai konsep dasar pemantauan pengendalian intern, pemaparan perbedaan antara KMK 940 Tahun 2017 dengan KMK 32 Tahun 2013, Penjelasan mengenai Evaluasi Pengendalian Intern Tingkat Entitas (EPITE), Materi tentang Pemantauan Pengendalian Berbasis Teknologi Informasi (PPTIK), Pemaparan mengenai perencanaan, pelaksanaan serta pelaporan Pemantaua Pengendalian Intern Tingkat Aktivitas (PPITA), Materi penyusunan simpulan dan laporan efektivitas pengendalian, serta materi mengenai Aplikasi Team Central. 


Acara ditutup dengan Focused Group Discussion terkait pemecahan permasalahan yang ada di masing-masing kantor. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pegawai Unit Kepatuhan Internal dapat memahami kegiatan pengendalian intern yang efektif untuk menghasilkan organisasi yang produktif serta menerapkannya pada kantor masing-masing yang rencananya akan dimulai pada Semester II Tahun 2018. 


Apel Istimewa Oleh Srikandi Bea dan Cukai

Apel Istimewa Oleh Srikandi Bea dan Cukai

0 komentar 51 dilihat

Apel istimewa yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bea Cukai 17 April 2018 menjadi salah satu bentuk wujudnya pengarusutamaan gender karena semua petugas Apel adalah para srikandi Bea Cukai yang hebat. 

Sekretaris Jenderal Bea Cukai, Kushari, dalam amanatnya menyampaikan, seluruh jajaran Bea dan Cukai wajib berkomitmen yang sangat tinggi dan konsisten dalam melaksanakan program Penertiban Importir, Cukai, dan Eksportir Berisiko Tinggi. Keberhasilan program penertiban ini menjadi titik tolak untuk peningkatan kualitas kinerja Bea Cukai ke depan agar menjadi institusi yang disegani dan dibanggakan oleh masyarakat.

Guna membentuk organisasi yang kondusif. Pada saat ini Sekretariat Bea Cukai telah memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai DJBC untuk pengembangan Sumber Daya Manusia agar berintegritas dan menjunjung tinggi Nilai-nilai Kementerian Keuangan.

Study Visit The National Board of Revenue Bangladesh

Study Visit The National Board of Revenue Bangladesh

0 komentar 65 dilihat

Study Visit The National Board of Revenue Bangladesh