0 komentar 97 dilihat

Kebijakan Pemerintah dalam Rangka Pengendalian Neraca Transaksi Berjalan

Video Details

Kanal BC TV
Added by Kanal BC TV 07 September 2018

Perkembangan perekonomian global saat ini telah memberikan dinamika yang tinggi terhadap neraca transaksi berjalan dan mata uang di banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu penyebab deficit transaksi berjalan adalah pertumbuhan impor lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor. Pemerintah memandang perlu untuk mengendalikan deficit neraca transaksi berjalan untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia.

Pemerintah menyimpulkan dari hasil tinjauan yang telah dilakukan bersama sama dengan beberapa Kementerian, bhwa perlu dilakukan penyesuaian tarif PPh Pasal 22 terhadap 1.147 pos tarif dengan rincian sebagai berikut :

1.     210 item komoditas tarif PPh 22 naik dari 7,5 persen menjadi 10 persen, yang termasuk dalam kategori ini yaitu barang mewah seperti mobil CBU dan motor besar

2.     218 item komoditas tarif PPh 22 naik dari 2,5 persen menjadi 10 persen , yang termasuk dalam kategori ini yaitu barang yang sebagian besar telah dapat di produksi dalam negeri seperti barang elektronik .

3.     719 item komoditas tarif PPh naik dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen, yang termasuk dalam kategori ini yaitu bahan bangunan, peralatan elektonik audio visual, dan produk tekstil.

Pembayaran PPh pasal 22 merupakan pembayaran pajak penghasilan dimuka yang dapat dikreditkan sebagai bagian dari pembayaran PPh terutang di akhir tahun pajak. Oleh karena itu, kenaikan tarif ini pada prinsipnya tidak akan memberatkan industry manufaktur

0 komentar

Tulis Komentar

Data anda akan dirahasiakan!

Email dan data anda untuk keperluan bank data. Kerahasiaan data anda dijamin dan tidak akan dipublikasikan.
Kolom wajib diisi *