0 komentar 111 dilihat

[REDAKSI] Bea Cukai Kalbagsel Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

Video Details

Kanal BC TV
Added by Kanal BC TV 04 Maret 2019

Riset oleh Sciencemag tahun 2015 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Sampah plastik yang tidak dapat terurai merupakan ancaman serius yang berpotensi menyebabkan bencana seperti Tragedi Leuwigajah, Cimahi pada 21 Februari 2005. Guna membangun kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk sampah, pada hari Kamis, tanggal 21 Februari 2019, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Selatan melaksanakan pembersihan Sungai Barito untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019.

Acara tersebut dilaksanakan di sekitar bawah Jembatan Barito hingga Pulau Bakut. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan diwakili oleh Rusdianto selaku Kepala Seksi Penindakan I berpartisipasi dalam acara tersebut beserta instansi lain, yakni Badan SAR Nasional Banjarmasin, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Banjarmasin, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan. Selain itu, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Islam Kalimantan, Duta Konservasi 2018, komunintas-komunitas lokal dan masyarakat bersama dengan para Bhayangkari turut serta memeriahkan acara ini.

Semua yang terlibat dalam acara ini berkumpul untuk melakukan Apel Bersama tepat pada pukul 8.00. Direktur Polair AKBP I Made Sukawijaya sebagai pemimpin apel menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta dan harapan agar acara berlangsung lancar dan terintegrasi untuk tahun-tahun kedepan. Dalam apel ini, Direktur Polair secara simbolis menyerahkan peralatan kebersihan dan bibit pohon kepada perwakilan instansi yang ditunjuk. Selepas menyantap hidangan pagi, dilakukan pembagian kelompok secara acak. Tiap kelompok menempati satu kapal klotok. Terdapat tujuh kelompok yang disebar untuk membersihkan sampah di Sungai Barito, khususnya di sekitar Pulau Bakut.

Semua peserta antusias mengikuti kegiatan bersih-bersih ini. Dalamnya lumpur memberikan tantangan lebih bagi para peserta, sementara bentuk tepi pulau yang berupa rawa menyulitkan kapal untuk bersandar. Pembersihan ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon.

Semua peserta kembali menuju ke tempat apel untuk mengumpulkan sampah yang telah didapat. Kegiatan pembersihan ini dilakukan penilaian oleh perwakilan instansi undangan dengan kriteria jumlah sampah, intensitas kekotoran pakaian dan kekompakan kelompok yang ditunjukkan dengan yel-yel. Keluar sebagai pemenang adalah Kelompok Tujuh, Kelompok Dua dan Kelompok Tiga berturut-turut sebagai juara 1, 2, dan 3. Acara ini ditutup dengan foto bersama seluruh peserta acara dan pemuatan sampah-sampah ke pengangkut sampah.

Bea Cukai Kalbagsel senantiasa berbaur dengan kearifan lokal dalam sinergi yang harmonis untuk bea cukai makin baik.


0 komentar

Tulis Komentar

Data anda akan dirahasiakan!

Email dan data anda untuk keperluan bank data. Kerahasiaan data anda dijamin dan tidak akan dipublikasikan.
Kolom wajib diisi *