1 komentar 116 dilihat

Tingkatkan Ekspor Hasil Perkebunan Kelapa Sawit, Bea Cukai Beri Kemudahan

Video Details

Kanal BC TV
Added by Kanal BC TV 01 Maret 2019

Jakarta (01/03) – Neraca perdagangan dibidang perkebunan kelapa sawit pada tahun 2018 mengalami defisit yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2018 ekspor perkebunan kelapa sawit hanya 180 miliar dolar, sementara impornya mencapai 188.6 miliar dolar. Hal tersebut menyebabkan defisit sebesar 8,6 miliar dolar karena impor lebih besar dibanding ekspor.

Dalam acara sosialisasi perubahan proses bisnis perkebunan kelapa sawit yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bea Cukai, Kepala Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Rusman Heriawan, mengungkapkan bahwa telah dilakukan pengkajian untuk memperkecil ruang defisit, yaitu dengan meningkatkan ekspor, mengurangi impor, dan memperluas investasi. Ketiga hal tersebut dipandang mampu meningkatkan neraca perdagangan.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menjelaskan bahwa Bea Cukai telah menempuh beberapa langkah untuk dapat meningkatkan ekspor di sektor perkebunan kelapa sawit.

"Bea Cukai sangat siap untuk menjalankan tugas dari pemerintah yaitu single inspection, pemeriksaan tunggal" , ujar Heru.

Kedepannya peran Lembaga Sertifikasi Indonesia (LSI) akan diambil alih oleh Bea Cukai untuk memangkas proses bisnis agar lebih cepat, mudah dan efisien. Namun, peran LSI tetap dilakukan apabila buyer eksportir berkehendak untuk melakukan penelitian di LSI. 

Langkah persiapan Bea Cukai yaitu dengan merevisi PMK-145/PMK.04/2014, membentuk peraturan baru khusus Crude Palm Oil (CPO), perubahan Perdirjen Bea Cukai Nomor 32 tahun 2014, menggunakan sistem auto debet sehingga tidak ada hambatan pada hari Sabtu atau Minggu.

Selain itu Bea Cukai juga berkomitmen memberikan pelayanan yang lebih baik, jaminan integritas pegawai Bea Cukai, melakukan pengawasan yang lebih efektif dengan manajemen risiko, janji layanan dan informasi, dan kepastian bisnis.

Bea Cukai juga mendorong para pengguna jasa untuk senantiasa meningkatkan perusahaannya sehingga mencapai tingkatan yg paling tinggi di Bea Cukai dan World Customs Organization (WCO) yaitu untuk memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO). Karena dengan sertifikasi AEO tersebut, perusahaan mendapat fasilitas seperti pembayaran berkala, self inspection dan self sertification mendeclare barang dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh perusahaan itu sendiri. 



Video Lainnya

Rapat Koordinasi Nasional DJBC 2019

Rapat Koordinasi Nasional DJBC 2019

1 komentar 242 dilihat

Evaluasi kinerja pegawai Bea dan Cukai senantiasa dilakukan sebagai upaya nyata untuk menjadi instansi yang lebih baik. Hal ini dituangkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Bea Cukai yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, dan dihadiri oleh seluruh pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari pada 18 – 19 Juli 2019 dengan berbagai paparan materi dari setiap direktorat. Diantaranya adalah Indikator Kinerja Utama, Implementasi Peraturan Menteri Keuangan, Trade Balance, Program Terobosan Peningkatan Investasi dan Ekspor, Mekanisme Pengawasan Kawasan Berikat, National Logistic Ecosystem, Project Management, dan Digital Technology. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan International Meeting Simulation untuk mempersiapkan para pejabat dalam mengikuti International Meeting yang akan datang.
Melihat laporan kinerja pegawai, Heru Pambudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang telah bekerja keras untuk bangsa dan negara dan senantiasa memperbaiki diri untuk “Bea Cukai Makin Baik”. Bea Cukai tidak menoleransi adanya penyimpangan perilaku, diharapkan gagasan ini dapat menjadi pagar dalam membentuk karakter petugas yang juga mencerminkan karakter instansi. Untuk itu, diperlukan komitmen dan tekad  yang kuat dengan didasari pada kesadaran dan keinginan untuk menjadi lebih baik.

Pelepasan Ekspor Raya Hasil Komoditas Perikanan

Pelepasan Ekspor Raya Hasil Komoditas Perikanan

0 komentar 85 dilihat

Jakarta (19/7) - Bea Cukai kembali berhasil menujukkan prestasi melalui kerja sama dengan Instansi lain. Kali ini bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan, Bea Cukai sukses melaksanakan Pelayanan dPengawasan Ekspor dan Impor Komoditas Wajib Periksa Karantina Ikan. Hal tersebut dibuktikan melalui kegiatan pelepasan Ekspor Raya Hasil Perikanan, yang secara serentak dilaksanakan di lima pelabuhan utama, yaitu Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Belawan, dan Soekarno Hatta di Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi melepaskan 394 kontainer produk perikanan dengan berat total mecapai 8.938,76 ton  dengan total nilai Rp588.792.536.000. Produk perikanan tersebut akan dikirim ke 21 negara, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Australia, dan lainnya. 
Hal ini merupakan dampak positif dari upaya pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang telah digalakkan pemerintah selama ini. Termasuk juga usaha dalam efisiensi peningkatan logistik, yang salah satunya melalui sinkronisasi Sertifikat Kesehatan Ikan (Health Certificate) dalam penerbitan PEB telah dilakukan secara online, melalui sistem elektronik yang terintegrasi secara nasional.

Bea Cukai Tual Buka Bimbingan Belajar Gratis

Bea Cukai Tual Buka Bimbingan Belajar Gratis

0 komentar 33 dilihat

Bekerja sepenuh hati sembari mengabdi kepada masyarakat, Bea Cukai Tual bersama Kemenkeu Muda membuka program Bimbingan Belajar Gratis di Kota Tual dan Maluku. Bimbingan belajar tersebut telah diresmikan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tual, M. Anshar pada 16 Februari 2019 lalu. Pembelajaran yang dilakukan langsung oleh Kemenkeu Muda ini diharapkan dapat membantu siswa dan siswi dalam mempersiapkan ujian masuk Politeknik Keuangan Negara STAN. 
Selain itu Bea Cukai Tual telah membuat beberapa program pembinaan SDM terpadu menuju Politeknik Keuangan Negara STAN, salah satunya kegiatan Help Desk yang dilaksanakan pada 9-30 April lalu. Kegiatan tersebut diperuntukkan untuk membantu siswa dan siswi melakukan pendaftaran ujian masuk PKN STAN. Kegiatan lain seperti simulasi ujian juga telah dilaksanakan. Besar harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, sehingga Bea Cukai Tual dapat terus berkontribusi dalam mengembakan SDM di kota Tual.

Apel Bersama Kantor Pusat Bea Cukai Juli 2019

Apel Bersama Kantor Pusat Bea Cukai Juli 2019

4 komentar 77 dilihat

Jakarta (16/7) - Bea Cukai kembali melaksanakan kegiatan Apel Bersama di lingkungan Kantor Pusat pada hari Selasa, 16 Juli 2019 dengan Direktur Keberatan Banding dan Peraturan, Rahmat Subagio sebagai Pembina apel. 
Dalam amanatnya, Subagio menyebutkan tugas dan fungsi Direktorat Keberatan Banding dan Peraturan. Salah satunya untuk menangani masalah hukum yang tercipta atas perbedaan pendapat, antara aparatur Bea dan Cukai sebagai pemungut pajak dan masyarakat sebagai wajib pajak, dalam melaksanakan Undang-Undang Kepabeanan.  
Direktorat KBP juga bertanggungjawab dalam memberikan perlindungan hukum kepada seluruh jajaran pegawai, dimana aspek terpenting dalam memberikan perlindungan hukum  tersebut adalah memastikan setiap pegawai Bea dan Cukai dalam menjalankan tugas dan fungsinya, telah berdasarkan kewenangan yang telah sesuai dengan ketentuan yang memiliki dasar hukum. Subagio juga menyampaikan hasil kinerja atas pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Keberatan Banding dan Peraturan yang mengalami peningkatan. Dari unit keberatan, terdapat penurunan rasio keberatan terhadap penetapan, yang sebelumnya di tahun 2018 mencapai 12,9%, kini menjadi 8% di semester 1 (satu) tahun 2019. Selain itu rasio kemenangan banding di Pengadilan Pajak mengalami peningkatan sekitar 2.8% , dari 41.09% di tahun 2018 menjadi 43.90%.

Sosialisasi Tata Cara Perhitungan Sanksi Administrasi Berupa Denda di Bidang Kepabeanan

Sosialisasi Tata Cara Perhitungan Sanksi Administrasi Berupa Denda di Bidang Kepabeanan

4 komentar 254 dilihat

Jakarta (12/7) - Bea dan Cukai mensosialisasikan PP Nomor 39 Tahun 2019 tentang Perubahan PP Nomor 28 Tahun 2008, dan PMK 99 Tahun 2019 tentang Tata Cara Perhitungan Sanksi Administrasi Berupa Denda di Bidang Kepabeanan. Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Keberatan Banding dan Peraturan, Rahmat Subagio dan Kepala Seksi Tempat Tahanan, Ade Irawan. 

Dalam pemaparannya, Ade menyebutkan ada dua substansi perubahan utama dalam peraturan tersebut. Pertama yaitu layering denda, yang sebelumnya terdapat 5 (lima) menjadi 10 (sepuluh) layering denda dari 100% hingga 1000%. Kedua, terdapat perubahan di pasal 6 yang menekankan dasar pengenaan denda sehingga diharapkan tidak terjadi multitafsir. 

PP Nomor 39 Tahun 2019 sendiri akan diberlakukan mulai tanggal 15 Juli 2019. Sedangkan, untuk pemberitahuan pabean yang mendapat nomor sebelum tanggal tersebut akan tetap dikenakan peraturan pemerintah sebelumnya. Melalui perubahan ini diharapkan dapat memberikan asas keadilan dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

Customs Engagement with Embassy

Customs Engagement with Embassy

4 komentar 54 dilihat

Bea dan Cukai berupaya melakukan perbaikan terus-menerus, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada Kedutaan Besar di Indonesia. Salah satunya melalui kegiatan Coffee Morning yang diselenggarakan pada Kamis, 4 Juli 2019 bertempat di Kantor Pelayanan Utama Soekarno Hatta. 
Dihadiri langsung oleh perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Fasilitas Diplomatik Kementerian Luar Negeri, Badan Karantina Pertanian dan diikuti seluruh Kedutaan Besar di Indonesia. Acara yang dikemas dengan nuasa budaya daerah Indonesia ini mempersilahkan tamu yang hadir untuk duduk bersama, mendiskusikan mengenai Import Clearance Procedure for Goods Imported By Embassy and Their Official, yang dipimpin langsung oleh Kepala KPU Soekarno Hatta, Erwin Situmorang. 
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lembaga lain serta para stakeholder, untuk memberikan pemahaman yang lebih mengenai tata laksana kepabeanan dan memberikan solusi atas permasalahan yang kemungkinan akan terjadi dalam pelaksanaan impor barang keperluan kedubes.

1 komentar

  1. Samsun Rock 12 April 2019

    The best suggestion is always present in this web portal for edge user and they can easily support from how to see remembered passwords in microsoft edge in easy terms. so here you can collect perfect instruction about this issue.

Tulis Komentar

Data anda akan dirahasiakan!

Email dan data anda untuk keperluan bank data. Kerahasiaan data anda dijamin dan tidak akan dipublikasikan.
Kolom wajib diisi *